Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ekspor Komoditas Pertanian Bali Meningkatkan Nilai Tambah Petani

Bali Tribune/IB Wisnuardhana

balitribune.co.id | Denpasar - Kunjungan Menteri Pertanian dan beberapa Dirjen ke Provinsi Bali, atau tepatnya tanggal 4 Januari 2020 lalu tidak disia-siakan Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur I Wayan Koster bersama jajarannya dalam hal ini Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura  langsung berinisiatif membuat kesepakatan dengan Kementerian Pertanian sebagai wujud kehadiran Pemerintah Bali dalam mendorong sektor pertanian agar lebih berdaya guna serta upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah petani Bali. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, IB Wisnuardhana di Denpasar, Selasa (7/1).

"MoU Pemerintah Provinsi Bali dengan Kementerian Pertanian RI melalui dirjen tanaman pangan, dirjen peternakan dan dirjen perkebunan," sebut Kadis Wisnuardhana yang sekarang membawahi tiga Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bali. 

Lantas ia menjabarkan MoU dengan Dirjen Tanaman Pangan terkait dengan akan dilaksanakannya ekspor beras Bali ke negara Australia dan Timor Leste. Beras yang akan diekspor yaitu jenis premium dan organik dengan target sampai dengan 2025 yaitu 25 ribu ton. Kadis Wisnuardhana berkeyakinan target tersebut bisa dipenuhi lantaran menurut hitung-hitungannya surplus beras di Bali lebih dari 50 ribu ton. 

"Jadi asumsinya kalau kita ekspor 25 ribu ton dari 50 ribu ton surplus dalam lima tahun kedepan saya kira kita masih mampu lantaran kita masih ada surplus," katanya. 

Untuk beras organik nantinya akan di ekspor ke Australia, meskipun persyaratannya agak ketat tapi akan diupayakan, karena ada permintaan darisana, sedangkan yang premium akan di ekspor ke Timor Leste. 

"Saya kira ndak ada masalah kaitannya MoU dengan Dirjen Tanaman Pangan ekspor beras Bali," katanya optimis.

Sedangkan MoU dengan Dirjen Peternakan ditegaskan bahwa sampai tahun 2025, populasi ternak sapi Bali sudah menjadi 1 juta ekor. Inipun ia optimis bisa dicapai. Apa yang disampaikan Wisnuardhana musababnya hingga kini populasi ternak sapi Bali sudah lebih dari 520 ribu ekor, terbanyak di Buleleng dan Karangasem. 

"Dari 520 ribu ekor ternak sapi Bali yang ada saat ini, 200 ribunya adalah sapi betina produktif, sehingga kita berkeyakinan dalam satu tahun itu ada tambahan anak sapi lebih daru 1 juta ekor," tukasnya, namun dengan catatan aturan untuk pemotongan sapi betina produktif agar diperketat. 

Dalam menjaga keberlangsungan sapi Bali sesuai arahan pak Gubernur, menurut Wisnuardhana, kedepan Bali akan membangun pabrik pakan ternak sendiri di wilayah Tabanan. Ia beralasan dibangunnya pabrik pakan sapi lantaran bahan baku jerami di Bali sangat banyak juga nantinya akan ada pemberian subsidi pakan ternak bagi petani. 

"Saat ini sedang kita jajaki dan disusun Fisibility Studinya untuk membangun pabrik pakan ternak di Tabanan," ujarnya. 

Lantas yang terakhir Pemerintah Provinsi Bali juga melaksanakan MoU dengan Dirjen Perkebunan terkait dengan peningkatan ekspor kopi dan kakao Bali, tiga kali lipat sampai dengan tahun 2025. Dan inipun ia berkeyakinan bisa dilakukan, sekarang saja sudah melakukan ekspor 40 ton setahun. Tinggal bagaimana meningkatkan menjadi 120 ton sampai dengan tahun 2025. 

"Kakao kita sudah ekspor 6 ton dalam setahun, sehingga sampai dengan tahun 2025 kita akan upayakan menjadi 18 ton," lanjutnya. 

Dengan adanya MoU dengan ketiga dirjen dari Kementerian Pertanian ini, ia optimis bisa melakukannya sebagai bentuk implementasi dari Pergub 99/2018 tentang penguatan produk lokal yang bisa memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan petani. 

"Action plan dari rencana ini sedang kita godok SOP nya. Lagi pula pihak kementerian akan mendukung penuh MoU ini sehingga bisa mencapai target yang sudah ditetapkan," imbuhnya. 

Upaya -upaya merealisasikan MoU tersebut kalau di perkebunan yaitu dengan cara peremajaan tanaman, kopi seluas 700 ribu hektar, kakao 200 ribu hektar, sehingga produktivitasnya bisa ditingkatkan. 

Jika kaitannya dengan sapi, pemerintah akan mengupayakan adanya kredit ternak sapi serta membangun pabrik pakan ternak sapi sehingga nantinya akan ada subsidi pakan disamping memperketat pemotongan sapi betina produktif. 

"Untuk tanaman pangan saya kira kita juga optimis, tinggal kita tingkatkan luas lahan tanam padinya, sehingga surplusnya bisa terjaga, nah surplus inilah yang akan kita ekspor," sebutnya sembari mengingatkan kendala untuk memuluskan program ini kalau kaitannya dengan komoditi pertanian, kendalanya di iklim atau gangguan hama penyakit. Tapi kalau kaitannya dengan ternak, pakan saja kendalanya, makanya pemerintah berinisiatif membangun pabrik pakan sendiri. 

"Daripada jeraminya dibakar, kan lebih baik diolah dijadikan pakan ternak. Apalagi luasan lahan pertanian kita mencapai 72 ribu hektar, jeraminya kita manfaatkan buat pakan," imbuhnya. 

Goal dari program ini yaitu peningkatan produksi, peningkatan nilai tambah, pemasarannya difasilitasi yang ujungnya peningkatan kesejahteraan petani.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Selesaikan Polemik Tata Ruang Jatiluwih, Sanjaya Beri Sinyal Moratorium Bangunan di Sawah

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan sinyal terkait rencana penerapan moratorium pembangunan di areal persawahan Jatiluwih.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan polemik tata ruang sekaligus menyelamatkan ekonomi warga yang anjlok drastis akibat penyegelan sejumlah tempat usaha.

Baca Selengkapnya icon click

PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Nyepi Pada Tilem Kesanga

balitribune.co.id | Denpasar - Menyikapi wacana yang beredar luas tentang pemindahan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan pada Tilem Kesanga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak keras wacana tersebut. Penolakan tertuang dalam Surat Pernyataan Parisada Hindu  Dharma Indonesia Kota Denpasar tanggal 1 Januari 2026 dengan Nomor : 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 Tentang Isu Pergantian Hari Suci Nyepi Pada Tilem ke Sanga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Resahkan Warga, ODGJ Lempar Tanah Kering ke Pemangku Dievakuasi ke RSJ Bangli

balitribune.co.id | Gianyar - Ulah seorang warga Banjar Taman, Desa Bedulu,  Blahbatuh, terhadap seorang pemangku meresahkan warga. Kejadiannya, Sabtu (3/1) pagi lalu,  saat itu Jero Mangku Marsa (70) jadi korban pelemparan menggunakan tanah kering saat berbelanja di sebuah warung. Pelakunya diketahui INS (55) warga setempat yang diketahui penderita kelaianan kejiwaan.

Baca Selengkapnya icon click

Dana Desa Dipangkas Besar-besaran, Hasil Musdes Bakal Macet

balitribune.co.id | Singaraja - Sejumlah kepala desa mengeluhkan pemangkasan Dana Desa (DD) secara besar-besaran oleh pemerintah pusat. Mereka khawatir kebijakan itu akan berdampak serius pada pembangunan di desa, terelebih yang sudah dirancang melalui forum Musyawarah Desa (Musdes). Beberapa usulan masyarakat melalui musdes dipastikan sulit bisa diwujudkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dilantik di Kebun Kakao, Pejabat Diminta Pikirkan Isi Perut Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Mengawali tahun 2026, sejumlah pejabat di Jembrana mengalami pergeseran. Puluhan pejabat telah dilantik dan diambil sumpahnya. Bahkan pelantikan pejabat di awal tahun ini dilakukan dengan cara yang tak biasa. Seluruh birokrat di Jembrana pun kini kembali diingatkan untuk memikirkan isi perut rakyat.

Baca Selengkapnya icon click

Tokoh GMT I Gusti Made Tusan Apresiasi Capaian Program Pembangunan Bupati Karangasem

balitribune.co.id | Amlapura - Moment perayaan pergantian tahun, Tokoh GMT (Gerakan Masyarakat Terpadu) I Gusti Made Tusan menggelar tradisi megibung dengan mengundang seluruh relawan Semeton GMT mulai dari Korcam hingga Kordes, di kediamannya di Jro Subagan, Rabu (31/12/2025) pagi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.