Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Elegi Lumbung Pertiwi, Menggugat Keserakahan Manusia dalam Paradoks Modernitas di ARMA Museum

ibu pertiwi
Bali Tribune / Menyentuh makna dalam 'Elegi Lumbung Pertiwi', sosok Ibu Pertiwi yang bertahta di puncak gentong ini bukan sekadar hiasan, melainkan perlambang dari sumber kehidupan yang abadi. Sebuah penghormatan pada tanah dan kasih ibu yang menyatu dalam keramik

balitribune.co.id | Gianyar – Perhelatan seni rupa internasional bertajuk "Prakriti-Pustaka-Padma" yang tengah berlangsung di ARMA Museum, Ubud, menjadi ruang kontemplasi mendalam mengenai paradoks kehidupan modern. Pameran hasil kolaborasi antara Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dan ARMA Museum ini menghadirkan beragam karya dari seniman lintas negara. Namun, satu instalasi berhasil menyita perhatian khusus pengunjung: "Elegi Lumbung Pertiwi: Dahaga dan Keserakahan".

Karya instalasi keramik berdimensi 50cm x 90cm ini merupakan buah pemikiran dan tangan dingin Dr. I Nyoman Agus Suarya Putra, seorang seniman sekaligus dosen dan peneliti di Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI). Melalui medium terakota tanpa glasir, Dr. Suarya mengajak pengunjung menelusuri lorong kontemplasi mengenai krisis spiritual dan ekologi yang melanda manusia modern.

Metafora Kehancuran
Karya ini terdiri dari tiga bagian filosofis utama. Di bagian bawah, terdapat gentong beras yang pecah, simbol lumbung kesejahteraan yang dirusak oleh ego manusia. Di baliknya, bersembunyi wajah raksasa berwarna mencolok sebagai personifikasi dari parasit keserakahan yang tumbuh subur dari dalam diri manusia, yang mencerminkan dampak destruktif konsumerisme. Di bagian puncak, terdapat gentong air berlubang sebagai simbol dahaga tak berkesudahan dan hilangnya keseimbangan spiritual.

Sebagai penanda yang menyentuh, terdapat foto di dalam gentong air tersebut yang menjadi simbol Ibu Pertiwi, kian mempertegas kerentanan alam akibat ulah manusia.

"Tanah adalah asal kita, dan ke sana pula kita merefleksikan diri. Di dalam rahim Ibu Pertiwi yang terkoyak, kita menghidupkan raksasa keinginan kita sendiri... Kita sedang berpesta di atas lumbung yang runtuh, menatap bayangan ego kita sendiri yang membesar di dinding waktu," ungkap Dr. I Nyoman Suarya.

Ruang Kontemplasi yang Hidup
Presentasi karya di ruang pameran yang temaram memberikan dimensi baru. Penggunaan cahaya lilin di balik wajah raksasa dan di dalam gentong air menciptakan bayangan dramatis pada dinding galeri. Cahaya yang bergetar tersebut seolah memberi napas pada "parasit" keserakahan, sementara bayangan yang dihasilkan menjadi peringatan masif akan dampak kerusakan lingkungan dan moral.

Melalui karya ini, Dr. Nyoman Suarya—alumni S1 DKV Universitas Negeri Malang serta S2 dan S3 Penciptaan Seni ISI Bali tidak sekadar menyuguhkan estetika rupa. Ia menyajikan sebuah memento mori bagi alam. "Elegi Lumbung Pertiwi" menutup pameran dengan sebuah pertanyaan eksistensial bagi setiap penikmat seni: Apakah kita akan terus menjadi raksasa yang menggerogoti, atau memilih menjadi air yang menyembuhkan?

Pameran "Prakriti-Pustaka-Padma" dijadwalkan berlangsung hingga 25 Juli 2026, menjadikannya ruang lebur penting bagi ekspresi artistik lintas budaya di Bali.

 

wartawan
RED
Category

Vario Evo Night Ride, Astra Motor Bali Rangkul Komunitas dan Generasi Muda

balitribune.co.id | Denpasar - Menyambut hadirnya varian matik terbaru Honda Vario Evo 160, Astra Motor Bali menggelar aktivitas eksklusif bertajuk "Vario Evo Night Ride" pada Senin (20/7/2026). Mengusung tagline ‘Leave it Behind’, kegiatan ini bertujuan memperkuat penetrasi produk sekaligus mempererat kebersamaan dengan pencinta matik high performance di Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Sekda I Ketut Sedana Merta Hadiri Pengukuhan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana Karangasem

balitribune.co.id | Amlapura - Kabupaten Karangasem terus melangkah maju dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana yang inklusif dengan meluncurkan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bank BPD Bali Naik Kelas ke KBMI 2, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Transformasi Digital

balitribune.co.id | Denpasar -  PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mencatat tonggak penting pada Triwulan II 2026 dengan resmi masuk dalam Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2. Status baru tersebut diraih setelah modal inti perseroan menembus Rp6,064 triliun, melampaui batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Selengkapnya icon click

BI Bali Apresiasi Rakor Pembangunan, Dorong Program Berlanjut hingga Tahap Realisasi

balitribune.co.id | Denpasar - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali, Achris Sarwani, mengapresiasi pelaksanaan Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Simpan 280 Gram Sabu Siap Edar, Polisi Tangkap Oknum PPPK Dishub Tabanan

balitribune.co.id I Tabanan – Tim Satresnarkoba Polres Tabanan menangkap seorang oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan berinisial IGBBY (32).

Pria asal Karangasem ini diringkus di kamar kosnya karena kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat ratusan gram siap edar.

Baca Selengkapnya icon click

Rencana 'Regrouping' Dua SD, Disdik Tabanan Tunggu SK Bupati

balitribune.co.id I Tabanan - Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan memastikan rencana penggabungan atau regrouping dua sekolah dasar (SD) di tahun ini dilakukan setelah ada dasar hukumnya.

Saat ini Disdik Tabanan masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) Bupati. Selama payung hukum itu belum turun, para murid di dua SD yang hendak digabung itu belajar seperti biasa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.