Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Empati Terhadap Wabah Covid-19, Yayasan Al Huda Sumbang 11 Ton Beras Untuk Warga Terdampak

Bali Tribune / Warga masyarakat Desa Pengastulan mendapat bantuan beras sebanyak 5,7 ton dari Yayayasn Al Huda Pengastulan.Sebagai bentuk empati atas dampak yang ditimbulkan setelah wabah virus corona merebak
balitribune.co.id | Buleleng - Empati masyarakat setelah merebak wabah Covid-19 sangat luar biasa. Disaat sebagian masyarakat mulai kesulitan ekonomi terlebih kebutuhan pangan, solidaritas sosial mulai muncul di setiap elemen masyarakat. Seperti yang ditunjukkan Yayasan Al Huda, Desa Pengastulan, Seririt,Buleleng.Yayasan yang di pimpin Ir.Aflah Djunaidi ini bergerak di bidang pendidikan dan sosial ini terjun langsung ke masyarakat dengan  membagikan beras dan kebutuhan lainnya.Tak tanggung-tanggung, sebanyak 11 ton beras dibagikan kepada warga masyarakat di Desa Pengastulan terutama menyasar kalangan kurang mampu dan terdampak Covid-19.
 
Pihak yayasan mengaku, pemberian beras itu merupakan kegiatan rutin setiap periode tertentu terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Dan dibagikan kepada kaum dhuafa,fakir miskin maupun anak-anak yatim. Namun kali ini berbeda, dampak mewabahnya Covid-19 sangat memukul kondisi ekonomi warga. Terutama warga yang tidak bisa lagi leluasa menjalankan aktifitas harian akibat adanya pembatasan keluar rumah dan berkumpul.Kondisi itu menambah jumlah warga yang memerlukan uluran tangan untuk dibantu. Atas dasar itu,pihak yayasan menambah volume bantuan menjadi berlipat.
Menurut Ketua Yayasan Al Huda, Ir.Aflah Djunaidi,pemberian bantuan tersebut adalah kontribusi yayasan kepada masyarakat setelah Covid-19 merebak, kendati sebelumnya secara rutin telah melakukan hal yang sama.Karena warga terdampak makin besar setelah adanya pembatasan melakukan aktifitas diluar rumah. 
“Kami dari yayasan ikut berempati atas kondisi itu.Kali ini kita bagikan sebanyak 5,7 ton beras kepada warga masyarakat.Kami berharap bantuan ini sedikit dapat meringankan beban masyarakat yang makin berat,”ucap Aflah,Minggu (19/4).
 
Menurut H.Aflah, sebanyak 285 orang mendapat bantuan beras  20 Kg dan itu murni bantuan dari yayasan.Tidak hanya beras,namun kebutuhan lain yang diperlukan masyarakat juga diberikan terutama menjelang bulan ramdhan.”Selain beras,kami juga berbagi sarung  sebanyak 155 buah dan mukena 130 lembar,” imbuhnya.
Pembagian beras ini,menurut Aflah,merupakan lanjutan program berbagi dari yayasan.Pada pertengahan bulan Maret 2020,telah dibagikan juga bantuan beras sebanyak 5,4 ton kepada sebanyak 270 orang dengan masing-masing mendapat 20 Kg beras.”Sekali lagi ini merupakan program rutin kami dari yayasan. Namun kali ini dilakukan lebih dari biasanya sebagai bentuk keprihatinan kami setelah virus corona mewabah dan menyebabkan banyak masyakarat yang kehilangan mata pencaharian,” tandasnya.
 
Sementara itu,warga masyarakat yang menerima bantuan beras tersebut terharu dan mengaku bisa bernafas lega setelah sebelumnya khawatir akibat kondisi ekonominya makin terpuruk.”Kami bersyukur ada bantuan beras ini.Jujur saja kami sempat khawatir akan ancaman dapur tidak berasap karena ada pembatasan kegiatan diluar rumah.Dampaknya kepada ekonomi kami dan mengancam kekurangan bahan makanan,”kata salah satu warga.
wartawan
Khairil Anwar
Category

Bupati Karangasem Cek Langsung Ruas Jalan Penginyahan-Munti Desa dan Bantas-Br. Dukuh

balitribune.co.id I Amlapura - Keseriusan Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam membangun infrastruktur yang berkualitas kembali ditunjukkan secara nyata. Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata turun langsung ke lapangan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan jalan, Rabu (20/5/2026), guna memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua DPRD Tabanan Kritik Kondisi Lapangan Penebel Tak Terawat Usai Ditata

balitribune.co.id I Tabanan - Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa mengritik kondisi lapangan Umum Penebel yang tidak terawat meski baru ditata dengan dana miliaran rupiah. Fasilitas publik yang menghabiskan anggaran APBD 2024 sebesar Rp 2,2 miliar tersebut kini justru dipenuhi rumput liar dan mulai mengalami sejumlah kerusakan fisik.

Baca Selengkapnya icon click

Seorang WNA Diduga Hipnotis dan Gasak Uang Pemilik Warung di Bangli

balitribune.co.id I Bangli - Aksi pencurian dengan cara hipnotis membuat resah pemilik warung di Bangli. Bahkan salah satu pemilik warung di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, yakni Ni Wayan Sariani menjadi korbannya. Pedagang sembako ini kehilangan uang Rp 1,2 juta setelah diperdayai pelaku. Dari ciri-ciri pelaku kuat dugaan pelaku adalah warga negara asing (WNA).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Terjangkit ASF, Puluhan Babi Mati Mendadak

balitribune.co.id I Mangupura - Wabah African Swine Fever (ASF) diduga kembali menyerang peternakan babi di wilayah Badung. Kali ini, seorang peternak di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, mengalami kerugian besar setelah puluhan babi miliknya mati mendadak.

Peristiwa tersebut mulai terjadi sejak awal April 2026. Sedikitnya 60 ekor babi dilaporkan mati satu per satu dengan gejala tidak mau makan, lemas, lalu akhirnya mati.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.