Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Eratnya Persaudaraan Bali-Lampung

Bali Tribune/ WAKIL LAMPUNG - Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Lampung Tengah berpartisipasi pada PKB dengan membawakan sejumlah tarian khas Lampung dimana kebanyakan penarinya orang asli Bali yang ada di Lampung.
balitribune.co.id | Denpasar - Perwakilan Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Lampung Tengah menampilkan enam tarian di ajang Pesta Kesenian Bali ke-41, yang menunjukkan eratnya persaudaraan antara masyarakat Bali yang bertransmigrasi ke Lampung.
 
"Untuk pementasan kali ini, kami melakukan persiapan sekitar enam bulan untuk pemantapannya. Sebelumnya memang sudah latihan seperti biasa, tetapi untuk pemantapan persiapan Pesta Kesenian Bali (PKB) ini dilakukan dari enam bulan yang lalu. Sama seperti tampil biasanya, jadi latihan lalu busana untuk penari dan penyanyi juga," kata Koordinator Pementasan Tari dan Musik Tradisional Lampung, Ni Wayan Desi Hermawati ditemui di Taman Budaya, Denpasar, Senin (1/7).
 
Menurut Desi, alasan utama menampilkan pertunjukan di PKB untuk memperkenalkan seni Lampung, sekaligus menunjukkan kalau masyarakat Bali yang bertransmigrasi di Lampung diterima dengan baik dan membuktikan bahwa melalui seni budaya dapat mempererat persaudaraan krama (warga) Bali dengan masyarakat lokal Lampung.
 
Tari Sembah tampil sebagai tari pembuka pementasan yang dipadati ratusan penonton ini. Liukan sang penari mampu menyedot perhatian penonton. Berikutnya ditampilkan Tari Jurai Emas, Tari Sakit Kedis, Tari Lijung dan Tari Bedana juga memikat penonton. Tak heran setiap akhir tarian tepukan tangan penonton selalu membahana.
 
"Yang pertama pasti lega terus juga bangga dapat menampilkan tarian kita dari Lampung. Jadi dapat memperkenalkan tarian-tarian kita. Adapun tari pamungkasnya adalah tari Bala," ujar seorang penari, Made Pusparini.
 
Tari Bala membuat penonton penasaran. Tari ini tidak kalah unik dengan tarian lain. Tari Bala merupakan singkatan dari Bali dan Lampung. Tari Bala merupakan karya tari kolaborasi daerah Bali dan Lampung yang ditarikan oleh lima orang wanita dengan karakter tari laki-laki.
 
Tari Bala menjadi bukti bahwa perbedaan tak menjadi alasan untuk terpecah belah. Bala juga dapat berarti pasukan perang, karena Bala merupakan karakter keprajuritan.
 
"Tari Bala ini digarap pada saat Darma Santi Nyepi Nasional di Kota Metro Lampung pada tahun 1995 yang saat itu dihadiri oleh Presiden Soeharto," kata Desi.
 
Selain keenam tarian tersebut, nyanyian khas Lampung tak lupa ditampilkan untuk menghibur para penonton. Suara merdu dari para penyanyi membuat para penonton hanyut dalam nyanyiannya.
wartawan
Redaksi
Category

Waspada Penipuan Keuangan Jelang Hari Raya, Satgas PASTI Tekankan Prinsip 2L

balitribune.co.id I Denpasar - Menjelang rangkaian perayaan hari raya keagamaan di Bali, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan yang kerap muncul pada momen tersebut. Imbauan ini disampaikan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Daerah Provinsi Bali agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan finansial yang semakin beragam.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.