Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

FORKI Bali Bidik Lebih 1 Emas

FORKI
POSE BERSAMA – Ketum FORKI Bali Ketut Rochineng dan Ketum KONI Bali Ketut Suwandi (tengah-tengah) berpose bersama peserta Musprov FORKI Bali, Minggu (28/5) di Denpasar.

BALI TRIBUNE - Jika pada hajatan PON XIX/2016 di Jawa Barat, FORKI Bali berhasil menyumbang 1 medali emas bagi kontingen Pulau Dewata, namun pada PON tahun 2020 mendatang di Papua, FORKI Bali menargetkan medali emas melebihi capaian PON Jabar lalu.

Ketua Umum terpilih Pengprov Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Bali, Ketut Rochineng, Minggu (28/5) mengatakan, sepanjang sejarah karateka Bali ikut PON, memang baru saat PON Jabar saja yang berhasil meraih medali emas di nomor kumite putri kelas -55 kg atas nama Cokorda Istri Agung Sanistyarani.

“Melihat banyaknya karateka potensial kita, maka kami bertekad meningkatkan prestasi, terutama medali emas pada PON XX/2020 di Papua, yakni lebih dari satu medali emas. Itu target saya,” ungkap Rochineng yang terpilih secara aklamasi menakhodai FORKI Bali periode 2017-2021, melalui Musprov di Denpasar.

 Pria yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali itu, menduduki jabatan Ketum FORKI Bali untuk kedua kalinya secara aklamasi. “Kuncinya adalah pembinaan,” ujarnya terkait program merealisasi target emas PON XX tersebut.

Lebih jauh dia mengatakan, pembinaan secara nyata akan ditingkatkan di masing-masing perguruan yang ada. Bahkan, lanjut dia, dirinya siap turun ke daerah-daerah mencari karateka potensial, dan siap mensupport karateka tersebut hingga prestasinya cemerlang.

Ia juga mengatakan, potensi itu ada di masing-masing perguruan, terutama di Pengkab/Pengkot FORKI. Karateka FORKI kabupaten dan kota tersebut selanjutnya akan digenjot try out lebih intens lagi termasuk melatih mereka ke luar negeri. “Kami akan fokus menyasar negara-negara di tingkat Asia, jadi lawan sparing,” imbuh Rochineng.

Untuk menggapai target lebih dari satu medali emas di PON mendatang, Rochineng berpendapat pentingnya membuat organisasi FORKI Bali lebih sehat dibanding sekarang. Artinya, lanjut dia, personel-personel yang selama ini kurang bisa aktif di FORKI Bali, diminta mengundurkan diri.

“Ya, tanpa organisasi yang kuat, mustahil bisa melahirkan atlet berkualitas. Pada gilirannya, tidak mungkin ada prestasi cemerlang. Karena itu, saya akan menguatkan FORKI Bali ini, dengan merekrut orang-orang yang benar-benar mau bekerja,” ujarnya tentang susunan kepengurusan yang akan dibentuknya.

Sebelumnya Ketum KONI Bali Ketut Suwandi mengakui selama ini proses FORKI Bali sejak 68 tahun baru menghasilkan 1 keping medali emas di PON Jabar 2016 yang lalu. “FORKI ini kan memiliki perguruan paling banyak. Dalam perjalanannya harus mampu membina jumlah anggota yang begitu banyak. Ke depan, harus tetap mempertahankan dan meningkatkan apa yang sudah ada,” imbuh Suwandi.

Dikatakannya atlet yang ada di setiap perguruan bisa diangkat prestasinya. Suwandi juga minta FORKI Bali mengirim secara periodik karateka potensial tersebut belajar ke luar negeri, seperti ke Jepang. Dengan demikian, lanjut Suwandi, mental para karateka potensial tersebut kian terasah, termasuk teknik juga.

wartawan
Djoko Purnomo
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Badung Pimpin Rapat Evaluasi ASPER PSBS

balitribune.co.id |  Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin rapat pembahasan laporan kinerja sektoral serta evaluasi Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (ASPER PSBS), bertempat Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (16/4/2026). Rapat ini diikuti oleh Kepala OPD dilingkungan Pemkab. Badung beserta Camat se-Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Digelar di Bali United Training Center Gianyar, POLIPONI Bali Menghadirkan Konser Secara Baik dan Benar

balitribune.co.id | Gianyar - Mengusung tagline “Si Paling Konser”, POLIPONI Bali hadir sebagai pagelaran musik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman konser yang tidak hanya kuat dari sisi line-up, tetapi juga matang dalam kualitas produksi, tertata dalam pengelolaan, dan nyaman dinikmati audiens dari awal hingga akhir acara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Orangtua Wajib Memahami Kualitas Susu Formula Tidak Cukup Dinilai dari Kemasan

balitribune.co.id | Jakarta - Ditengah tingginya masalah kesehatan gigi anak di Indonesia, orangtua tidak lagi bisa memilih susu formula hanya berdasarkan klaim manfaat di bagian depan kemasan. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 93% anak Indonesia mengalami karies gigi. Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap karies gigi, diabetes, serta risiko kesehatan jangka panjang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.