Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

FPAR UNUD Field Research Diseminasi Hasil Penelitian di Kintamani Bali

Bali Tribune / PENELITIAN - FPar Unud telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Penulisan Jurnal dan Field Research Diseminasi Hasil Penelitian di Desa Songan, Kintamani, Bangli, Jumat (10/11).

balitribune.co.id | BangliFakultas Pariwisata (FPar) Universitas Udayana telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Penulisan Jurnal dan Field Research Diseminasi Hasil Penelitian di Desa Songan, Kintamani, Bangli, Jumat (10/11). Kegiatan ini turut mengundang stakeholders pariwisata Kintamani diantaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bangli,  PHRI Kab. Bangli, Pengelola Batur Unesco Global Geopark Kintamani, Asosiasi P3GB, dan Kepala Desa Songan.

Kegiatan Field Research Diseminasi Penelitian berlokasi di Toya Devasya Geopak Resort & Villas dan dibuka secara langsung oleh Dr. I Nyoman Sukma Arida, S.Si., M.Si. selaku Wakil Dekan Akademik dan Perencanaan. Menurutnya acara ini adalah momentum yang baik bagi stakeholder pariwisata untuk lebih concern terhadap keberlanjutan pariwisata di Kintamani terutama Desa Songan. Dalam kegiatan ini dipaparkan hasil temuan penelitian dosen-dosen FPar dan dilakukan diskusi bersama stakeholders pariwisata setempat. Harapan setelah acara ini adalah para stakeholders serta FPar Universitas Udayana dapat sama-sama melakukan kerjasama dalam penelitian dan pengabdian untuk memecahkan masalah-masalah pariwisata yang ada serta mengembangkan pariwisata di Kintamani secara lebih keberlanjutan sehingga Kintamani dapat terus menjadi primadona bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Pembicara dalam acara ini adalah Jero Mangku I Nyoman Gede Mahayuna dengan judul Field Research Desa Songan Kintamani (Milenial & Gen Z Dalam Digitalisasi Industri Pariwisata 2024),  Dr. Nyoman Ariana, SST.Par.,M.Par. dengan topik Isu-Isu Pengembangan Wisata Desa Songan dan Sekitarnya,  Dr. I Putu Sudana, A.Par.,M.Par dengan topik Eksistensi Wisatawan Backpacker di Bali, dan Dr. I Made Bayu Ariwangsa, S.S.,M.Par.,M.Rech. yang concern dengan Potensi Pariwisata Petualangan di kawasan Pegunungan Batur, Kintamani. Selain diseminasi juga dilakukan workshop  yang ditujukan untuk dosen di fakultas pariwisata dengan judul Pelatihan Penulisan Publikasi Internasional yang dibawakan oleh  Gde Indra Bhaskara.,M.Sc.,Ph.D.

“Kegiatan Field Research diseminasi hasil penelitian ini sangat bermanfaat untuk keberlanjutan daya tarik maupun akomodasi yang ada di desa Songan dan diharapkan para akademisi mampu memetakan beberapa permasalahan terkait pembangunan berkelanjutan dan kegiatan atraksi wisata di Desa Songan kintamani pada tahun 2024" ujar Ketua Panitia, Anak Agung Gede Oka Ananta Prawira, S.E., M.Par. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan kembali sebagai bentuk komitmen kerja sama dengan Desa Songan dan bentuk kontribusi FPar Universitas Udayana dalam memajukan sektor pariwisata di Bali.

wartawan
ARW
Category

Populasi Anjing Capai 95 Ribu Ekor, Badung Siapkan 115 Ribu Dosis Vaksin Rabies

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus mempercepat program vaksinasi rabies pada hewan penular rabies (HPR), terutama anjing. Dari total 115 ribu dosis vaksin yang disiapkan, hingga kini baru sekitar 10 ribu dosis yang telah terealisasi di lapangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi, Bunda Rai Wahyuni Sanjaya Dorong Generasi Tabanan Gemar Membaca

balitribune.co.id | Tabanan - Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai resmi mengemban tugas sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tabanan periode 2026–2029. Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Festival Literasi di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Senin (20/4/2026), yang dipadati ratusan siswa dan guru.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gumi Keris "Sesak", Penduduk 500 Ribu, Kendaraan Tembus 1 Juta

balitribune.co.id | Mangupura - Kepadatan lalu lintas di Kabupaten Badung kian sulit diurai. Salah satu penyebab utamanya adalah ketimpangan antara jumlah kendaraan bermotor dan jumlah penduduk. Data Dinas Perhubungan (Dishub) Badung mencatat, jumlah kendaraan bermotor di Gumi Keris telah melampaui 1 juta unit. Sementara itu, jumlah penduduk hanya berkisar 500 ribu jiwa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.