Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Fraksi Gerindra Menilai Penyaluran BLT Belum Maksimal

Bali Tribune / PANDANGAN - Fraksi Gerindra DPRD Bali menyampaikan pemandangan umum mengenai fortur Akun Pendapatan Daerah, Akun Belanja Daerah dan Akun Pembiayaan Daerah APBD-P 2021.

balitribune.co.id | Denpasar – Secara holistik, Fraksi Gerindra DPRD Bali menyampaikan pemandangan umum mengenai fortur Akun Pendapatan Daerah, Akun Belanja Daeerah dan Akun Pembiayaan Daerah APBD-P 2021 sebagai berikut  Dari Struktur dan Fostur R-PBD-P 2021 sebagaimana tertuang dalam Lampiran Rancangan Perda, Nota Keuangan.

Hal itu tertuang saat penyampaian dalam Rapat Paripurna oleh Gubernur Bali. Beberapa hal yang menjadi pandangan Fraksi Gerindra, PAD dirancang sama dengan rancangan APBD Induk 2021 yakni sebesar Rp. 3,18 T. Dalam fostur tersebut, PAD yang bersumber dari Pajak dan Retribusi Daerah dirancang lebih rendah dibanding Induk 2021, sebagaimana telah kami sebut di atas.  

Paruh lain PAD yang bersumber dari Hasil Pengelolaan  Kekayaan Daerah yang dipisahkan serta yang bersumber dari Lain-Lain PAD yang Sah, dirancang Naik dalam R-APBD-P dibandingkan Induk 2021. "Bagaimana reasoning-nya   sehingga target dapat dicapai atas menaiknya  dua sumber PAD tersebut, dalam kondisi ekonomi daerah yang sedang terpuruk saat ini?" Baca Ketut Juliarta, mewakili Fraksi Gerindra DPRD Bali. 

Selanjutnya, pendapatan  Tansfer dari Pusat, khususnya DAU, DBH, DAK dan DID, dirancang nisbi sama dengan rancangan Induk yaitu semula dalam Induk sebesar Rp 2,85 T lebih, sedikit menurun menjadi sebesar Rp 2,81 T lebih. Bahwa Sesuai Permendagri No. 64 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2021, diatur mengenai Penganggaran Pendapatan Transfer Pusat (antara lain DAU) pada APBD Induk. 

Bahwa manakala Perpres mengenai Rincian APBN 2021 belum ditetapkan atau informasi Dana Transfer 2021 melalui Portal Kementerian Keuangan belum dipublikasikan, maka penganggaran Pendapatan DAU didasarkan pada Alokasi DAU TA 2020.   

"Apakah rancangan Pendapatan transfer tersebut di atas pada Induk 2021,  merupakan angka sesuai Alokasi DAU TA 2020  untuk kemudian diubah dalam R-APBD-P ini  ?" Tegas Juliarta.    

Mengenai total Pendapatan Daerah APBD induk sebesar Rp 6,04 T,  nisbi tidak berkurang drastis pada R-APBD-P  2021 yang nilainya Rp 5,99 T lebih; saat mana ekonomi Bali terpuruk akibat Pendemi Covid19.  Nominal rancangan ini bahkan  lebih tinggi dibandingkan realisasi riil audited Pendapatan Daerah TA 2020 sebesar Rp. 5,72 T.  

"Melihat secara kasat mata atas Fortur Total Pendapatan Daerah tersebut, sesungguhnya kita tinggal menyesuaikan antara Pendapatan Daerah dengan besaran Belanja Daerah supaya efisien dan efektif,  berfokus pada  penanganan Pandemi dan pemulihan ekonomi dampak Covid19.  Mohon pendangan Gubernur tentang hal ini," ungkapnya menanyakan.

Total Belanja Daerah APBD-P dirancang Rp 8,54 T,  lebih tinggi dibanding realisasi 2020 sebesar  Rp 6,36 T. Adalah penting mempersandingkan beberapa jenis Belanja Daerah   antara Anggaran Induk 2021, dengan Rancangan Anggaran Perubahan 2021 dan Realisasi Belanja Daerah  TA 2020  sebagai berikut : 

Belanja Pegawai bertambah menjadi Rp.  1,92 T dibanding Induk  dan nilainya lebih tinggi pula dibanding realisasi 2020 yang besarnya Rp. 1,69 T; Belanja Bunga Rp 1,5 M walaupun dirancang lebih rendah daripada Induk, namun tetapkan merupakan beban APBD 2021.

Belanja Subsidi yang sasarannya adalah kelompok masyarakat, dalam Induk 2021 senilai Rp 10 M  malah dirancang dikurangi menjadi  hanya Rp 5 M pada Anggaran Perubahan, sedangkan realisasi TA 2020 sebesar Rp 4,94 M.

Belanja Bansos yang juga untuk kepentingan masyarakat yang mengalami masalah sosial,  malah dirancang Rp 0,00 pada hal  pada Induk dirancang Rp 52,50 M, meskipun  Belanja Hibah dan Belanja Tak Terduga (BTT) memang telah dirancang naik dibanding induk, yaitu masing-masing menjadi sebesar Rp 1,01  T lebih dan Rp. 91,12 M.

Belanja Modal yang menambah aset tetap, walaupun dirancang turun menjadi Rp.2,17 T, namun penurunan ini tidak signifikan dibandingkan Induk sebesar Rp.2, 17 T, saat mana kondisi pandemi belum mereda secara signifikan. Belanja Modal ini diyakini tidak sertamerta jangka pendek dapat merecovery ekonomi masyarakat yang sudah turun drastis. 

"Apakah tidak sebaiknya Gubernur mereview Fostur Belanja Daerah tersebut terutama Belanja-Belanja yang menyentuh langsung kepentingan Masyarakat atau setidaknya menyampaikan reasoning kepada kami, terhadap fostur Belanja Daerah dimaksud," sebutnya. 

Selisih kurang antara Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah  sesuai Fostur tersebut di atas, menimbulkan rancangan defisit ebesar  minus Rp. 2,21 T lebih. Karena jumlah Pendapatan Daerah dirancang lebih kecil dibanding rancangan Belanja Daerah. Defisit tersebut akan ditutupi  dari SiLPA dan Pinjaman PEN Daerah. 

Mengingat  nilai riil SiLPA Tahun Sebelumnya (2020) hanya sebesar Rp. 192,86 M dari semula Induk diperkirakan senilai Rp 1,05 T, maka Pinjaman PEN bertambah, dari semula induk sebesar Rp 1,5 T menjadi senilai Rp. 2,06 T lebih.                             

Bahwa Pasal 3 Permen Keuangan N0. 121/PMK.07/2020 menetapkan Batas Maksimal Defisit APBD TA 2021 yang akan dibiayai dari Pinjaman Daerah dan/atau Pinjaman PEN Daerah, disesuaikan menurut kapasitas Fiskal masing-masing Daerah yaitu berkisar antara 5,00  5,80 % dari perkiraan Pendapatan Daerah Tahun 2021. ant

Bahwa Batas Maksimal Defisit APBD TA 2021 masing-masing Daerah,  menjadi Pedoman Pemerintah Daerah dalam menetapkan APBD Tahun 2021;     Pelampauan Batas Maksimal Defisit APBD yang akan dibiayai dari Pinjaman Daerah, harus mendapatkan Persetujuan Menteri Keuangan c.q  Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, sebagaimana dimaksud Pasal 6 Ayat (2)  Permen Keuangan N0. 121/PMK.07/2020.

Bahwa Pemerintah Daerah Wajib melaporkan posisi Defisit APBD kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan setiap semester dalam tahun Anggaran berkenaan sebagaimana  maksud Pasal 86 Ayat (3) PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Bahwa pada saat Evaluasi Rancangan Perda tentang APBD Provinsi (termasuk APBD-P),  Menteri Dalam Negeri  melakukan pengendalian Defisit APBD berdasarkan batas maksimal jumlah kumulatif defisit, yang akan  dibiayai dari Pinjaman Daerah,  sebagaimana dimaksud Pasal 87 Ayat (1) dan Ayat (3) PP No. 12 Tahun 2019.

"Dengan rancangan besaran defisit APBD-P  tersebut di atas, apakah terjadi pelampauan Batas Maksimal Defisit APBD-P  2021 ? Hal ini penting diatensi, sebab Mendagri akan melakukan koreksi pada saat Evaluasi Rancangan Perda APBD-P 2021 setelah kita sepakati bersama nanti," beber Juliarta.     

Selanjutnya beberapa usul dan saran juga disampaikan Fraksi Gerindra, yaitu mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan sosial lainnya yang saat ini disalurkan ke masyarakat disinyalir belum atau jauh dari maksimal. "Untuk ini agar dilaksanakan supervisi yang  lebih intensif, agar tepat sasaran," harapnya.

Pelaksanaan vaksinasi terhadap siswa di atas usia 12 tahun sudah berjalan dengan baik, namun vaksinasi terhadap anak sekolah di bawah usia 12 tahun belum bisa dilakukan. Untuk itu rencana sekolah tatap muka terutama kepada anak-anak Sekolah Dasar, agar ditunda dulu sampai mereka divaksin semua, sebab virus covid ini juga sangat rentan menular pada anak-anak, jangan sampai mereka menjalani isolasi.

Program Relaxasi agar direalisasikan secara maksimal, sebagai penopang bergulirnya ekonomi masyarakat. Pembayaran insentif Nakes dan pendukungnya agar dilancarkan, sehingga mampu memotivasi kinerja nakes. 

"Kegiatan-kegiatan yang bersifat Tahun Jamak (multy years),  agar dikoordinasikan dengan DPRD, karena wajib dituangkan dalam Nota Kesepakatan Bersama yang penandatanganannya bersamaan dengan penandatangan Nota Kesepakatan Bersama KUA dan PPAS, sesuai amanat Pasal 92 PP No. 12 ttahun 2019 TentangjPengellolaan Kkeuangan Daerah," tutup Juliarta.

wartawan
JRO
Category

Kabel Udara di Sanur Segera Dipindahkan, Sekda Denpasar Pastikan Kesiapan Teknis SJUT-IPT

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat komitmennya dalam menjadikan kawasan Sanur sebagai destinasi wisata unggulan yang modern dan berestetika. Langkah strategis terbaru yang dilakukan adalah mematangkan program Sarana Jaringan Utilitas Terpadu dan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (SJUT-IPT) untuk memindahkan kabel telekomunikasi dari udara ke bawah tanah.

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Resmikan Safety Riding Center Jateng, Perkuat Budaya Berkendara Aman

balitribune.co.id | Semarang – Astra Motor selaku Main Dealer sepeda motor Honda dan bagian PT Astra International Tbk secara resmi membuka Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah di kawasan Bukit Semarang Baru (BSB), Semarang pada Rabu (15/7/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi wujud komitmen Astra Motor dalam memperkuat perannya mewujudkan budaya keselamatan berkendara di Indonesia, termasuk Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Budaya Aman di Jalan, 53 Duta Keselamatan Berkendara Ikuti Safety Riding Camp 2026

balitribune.co.id | Jakarta - Guru, siswa hingga mahasiswa dari berbagai wilayah di Tanah Air mengikuti Safety Riding Camp 2026 yang diselenggarakan Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM). Mereka menguji pengetahuan dan keterampilan berkendaranya sekaligus berkompetisi membuktikan siapa yang terbaik dalam mengampanyekan keselamatan berkendara.

Baca Selengkapnya icon click

Capaian CKG Baru 23,11 Persen, Dinkes Tabanan Luncurkan Inovasi SAPA CKG Ngayah Ring Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabanan mencatat realisasi kumulatif Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah tersebut baru mencapai 23,11 persen hingga 12 Juli 2026. Angka tersebut setara dengan 110.353 orang dari total sasaran masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Gus Par Teken Nota Kesepakatan Perkuat Pembimbingan Klien Pemasyarakatan di Karangasem

balitribune.co.id | Amlapura - Guna mengoptimalkan bimbingan dan pengawasan terhadap klien pemasyarakatan, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Rabu (15/7/2026) memimpin penandatanganan Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja antara Pemerintah Kabupaten Karangasem dengan Balai Pemasyarakatan Kelas II Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click

Berkedok SBKKN, OJK Bali Tegaskan Ajakan "Bebas Utang" Adalah Penipuan

balitribune.co.id | Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat terkait maraknya penawaran dari oknum atau lembaga yang menjanjikan pelunasan kredit serta mengajak debitur untuk tidak membayar utang ke bank, perusahaan pembiayaan, maupun lembaga jasa keuangan lainnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.