Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Fraksi Golkar Pertanyakan Parameter Desa Penerima BKK

Bali Tribune / Suasana rapat paripurna DPRD Bangli di ruang rapat Kresna kantor Bupati Bangli.

balitribune.co.id | Bangli - Rapat Paripurna DPRD Bangli dalam rangka penyampaian rancangan peraturan daerah tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Bangli yang berlangsung di ruang rapat Kresna kantor Bupati Bangli mengagendakan penyampaian pemandangan umum fraksi- frkasi DPRD Bangli, Kamis (19/8).

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bangli, I Wayan Suastika dihadiri Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar dan Setda Bangli, Ida Bagus Giri Putra serta pimpinan OPD.

Fraksi Golkar  dalam pandangan umum terhadap ranperda tentang perubahan APBD Kabuaten Bangli tahun anggaran 2021 mempertanyakan kebijakan pemerintah hanya beberapa desa yang mendapatkan bantuan berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Lewat pembicara I Nyoman Kartika, mengatakan prinsip penyusunan APBD adalah obyetif, transaparasi, akuntabel dan berkeadilan. Kata Nyoman Kartika ,Fraksi Golkar mencermati kondisi APBD jauh dari aspek keadilan, dimana dari 68 desa dan 4 kelurahan di Bangli hanya beberapa desa mendapat bantuan berupa BKK yang nilainya cukup fantastis.

”Kami Fraksi Golkar mempertanyakan apa yang melatabelakangi kebijakan yang memprioritaskan desa-desa dimaksud dan bagaimana dengan desa lain,” tegas Nyoman Kartika.

Disamping itu Fraksi Golkar mempertanyakan adanya alokasi dana untuk punia sebesar Rp 3 miliar. ”Kami belum tahu teknis pelaksanaanya dan siapa saja yang berhak sebagai menerima,” kata Nyoman Kartika.

Sementara Fraksi Demokrat melalui pembicaranya I Made Krisnawa berharap pemerintah untuk tetap memprioritaskan skala anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19.

Disamping itu Fraksi Demokrat mengapresiasai pemerintah daerah dalam situasai pandemi Covid-19 sudah mampu mewujudkan pembangunann dengan skala besar meliputi pembangunan alun-alun kota Bangli, gedung DPRD Bangli, renovasi gedung BMB dan lainnya. ”Walaupun demikian kami berharap pemerintah daerah tetap memperhatikan program pro rakyat yang mana tertuang dalam visi misi Bupati Bangli,” ujarnya.

Sedangkan Fraksi PDI-P melalaui pembicara Sang Nyoman Wijaya berharap dalam APBD Perubahan memprioritaskan alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Terutama untuk menunjang sarana dan prasarana di bidang kesehatan. Selain itu Frakasi PDI-P juga berharap dengan adanya pengalokasian recofusing anggaran agar benar- benar disalurkan pada kegiatan yang telah diprioritaskan.

Sementara Fraksi Restorasi Hati Nurani lewat pembicara I Ketut Guna berharap agar pengalokasian dana BKK kepada pemerintah desa dapat diberikan kepada desa-desa secara merata di seluruh Kabupaten Bangli. ”Untuk pengalokasian dana bagi desa diharapkan dilakukan secara merata,” kata Ketut Guna.

Disisi lain jawaban eksekutif atas pandangan umum Fraksi Gokar terkait dengan alokasi BKK dikatakan memang telah dialokasikan berdasarkan skala prioritas dan sesuai kondisi keuangan daerah. Sedangkan untuk alokasi punia berupa belanja pakai habis.” Secara teknis akan ditindaklanjuti dengan peraturan bupati sebagai petunjuk teknis pelaksanaanya,” ujar Bupati Sang Nyoman Sedana Arta.

Sedangkan terkait kebijakan langkah–langkah strategis untuk mengantisipasi meningkatnya angka tertular positif Covid-19, kata Sang Nyoman Sedana Arta pemerintah daerah tetap melakukan langkah-langkah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. ”Apabila dipadang perlu dilakukan recofusing anggaran, maka kita akan melakukan hal tersebut,” tegas Bupati dari PDI-P ini.

wartawan
SAM
Category

Sinergi OJK, BPS, dan LPS Siapkan SNLIK 2026, Petakan Literasi Keuangan Hingga Pelosok

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya memetakan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Bali memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi mematangkan persiapan pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 dengan cakupan wilayah yang diperluas hingga seluruh kabupaten/kota di Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Usai Banjir Pancasari Pansus TRAP DPRD Bali Bongkar Dugaan Penyelundupan Hukum HGB Bali Handara

balitribune.co.id | Tabanan - Panitia Khusus Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali merekomendasikan penyegelan sejumlah proyek dan ruas jalan di kawasan Bali Handara Golf, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Rekomendasi ini muncul menyusul dugaan kuat keterkaitan aktivitas pembangunan dengan banjir besar yang merendam puluhan rumah warga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bank BPD Bali Tuntaskan KUR 100 Persen, Perkuat Ekonomi Riil dari Akar Rumput

balitribune.co.id | Denpasar - Komitmen Bank BPD Bali sebagai penggerak utama ekonomi daerah kembali terkonfirmasi sepanjang 2025. Bank milik Pemerintah Provinsi Bali ini berhasil menuntaskan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 100 persen, sebuah capaian yang menempatkannya sebagai salah satu institusi keuangan daerah paling agresif dalam mendorong ekonomi kerakyatan.

Baca Selengkapnya icon click

Senderan Proyek Vila Jebol Timpa Pura Manik Suci Ubud

balitribune.co.id | Gianyar - Peristiwa longsornya tembok senderan proyek vila di Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, menuai sorotan tajam. Pasalnya, lokasi proyek yang berada tepat di atas area Pura Manik Suci tersebut kini menyebabkan kerusakan pada bangunan suci akibat jebolnya tembok penyangga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dirut Perumda Sanjayaning Singasana Mundur Demi Posisi Baru di Perumda Pasar Badung

balitribune.co.id | Tabanan – Direktur Utama (Dirut) Perumda Sanjayaning Singasana, Kompyang Gede Pasek Wedha, secara mendadak mengundurkan diri. Pengunduran diri itu bukannya tanpa sebab. Kompyang belum lama ini terpilih sebagai Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) di Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Antisipasi Pilkel 2027, Komisi I DPRD Tabanan Konsultasikan Kekosongan Aturan Teknis UU Desa ke Kemendagri

balitribune.co.id | Tabanan – Kekosongan aturan teknis dalam bentuk peraturan pemerintah atau PP terkait penjabaran Undang-Undang Desa yang baru membuat Komisi I DPRD Tabanan berinisiatif untuk menanyakan mekanisme pencalonan perbekel (kepala desa). Pasalnya, pada 2027 mendatang, ada 97 desa di Kabupaten Tabanan yang akan menggelar pemilihan perbekel.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.