Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gadis Cantik Ketiban Rezeki Lewat Bisnis Durian

Bali Tribune/ Cupu Manik (23) pemilik Papi Durian

balitribune.co.id | Denpasar - Lebih dari rasanya yang lezat, durian ternyata menawarkan segudang keuntungan. Hal ini diakui pleh Cupu Manik (23) pemilik Papi Durian, yang meraup untung hingga puluhan juta rupiah lewat berjualan durian.

Omzet yang didapatkan Cupu Manik dari warung duriannya begitu lezat karena bisa mengantongi hingga Rp 60 juta per bulan di warung Papi Durian yang terletak di Banjar Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Tidak berhenti di sana, pada hari-hari libur panjang maupun sekolah, pendapatannya membengkak hingga 90%. Begitu pula pada musim durian yang jatuh pada bulan November hingga Maret.

“Usaha durian ini memiliki profit yang menjanjikan,” tutur Cupu kepada wartawan Bali Tribune, Rabu (13/7).

Dalam sebulan, ratusan hingga ribuan buah durian ia mampu jual kepada para pelanggan setianya, yang mayoritas dari kalangan wisatawan domestik maupun asing.

“Pelanggan saya kebanyakan wisatawan domestik asal Jawa, Sumatra, NTT, NTB dan ada beberapa wisatawan asing,” aku Cupu.
Mereka merupakan penggemar setia maupun orang yang baru mencoba tentang keunikan buah durian. Ia menyebutkan, bahwa mereka langsung terpikat pada rasa manis dan legit yang ditawarkan.

Jenis buah durian yang dijajakan di warung miliknya ini pun beragam, mulai dari durian kane, montong, kampung, lokal, tembaga, petruk, hingga bestala. Semua dibandrol dengan harga Rp15.000 hingga Rp1,5 juta.

Pasokan durian di warungnya diambil dari para petani durian di Bali yang tersebar dari berbagai daerah, seperti Tabanan, Singaraja, Gianyar, Bangli dan sekitarnya.

Menyelisik lebih dalam tentang alasannya terjun ke bisnis ini, ia mengungkapkan bahwa orangtuanya lah yang menginspirasinya untuk membuka usaha ini.

“Orangtua saya yang lebih dulu berjualan durian, saya ikut-ikut saja saat kelas 6 SD. Saat kuliah saya memutuskan untuk terjun langsung,” paparnya.

Ia tak menyangka, bahwa usahanya bisa berjalan hingga sekarang. Hal ini, menurutnya, tentunya tak lepas dari kegemaran masyarakat Indonesia dan mancanegara untuk mengkonsumsi buah yang dikenal sebagai ‘the king of fruits,’ ini.

Meski sempat goyah diterjang pandemi berkepanjangan, semangatnya tak lantas pupus. Cupu menjelaskan, bahwa lewat promosi yang gencar dilakukannya di media sosial, memaksimalkan pelayanan, serta menyediakan beragam varian buah durian menjadi ramuan jitu agar konsumen ketagihan datang ke warungnya.

wartawan
YAN
Category

Arus Balik Lebaran di Padang Bai Padat, Penumpang Mengeluh Tidak Dapat Tempat Duduk di Atas Kapal

balitribune.co.id I Amlapura - Arus balik di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, pada H+3 Lebaran berlangsung padat, Selasa (24/3/2026). Sejumlah penumpang kapal dari Pelabuhan Lembar, Lombok yang tiba di Padang Bai bahkan mengaku sampai tidak mendapatkan tempat duduk diatas kapal sehingga mereka harus menyewa atau membeli tikar dengan harga yang cukup mahal.

Baca Selengkapnya icon click

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.