balitribune.co.id | Mangupura - Calon anggota DPD RI dapil Bali, asal Kabupaten Badung, I Ketut Hari Suyasa minta masyarakat pendukungnya tetap semangat meski dirinya tumbang dalam perolehan suara Pemilu serentak, 14 Februari 2024. Pria asal Abiansemal, Badung ini kecil kemungkinan lolos ke Senayan lantaran suaranya tertinggal jauh dari empat kandidat yang berada diposisi suara teratas.
Berdasarkan data di laman web KPU, per Kamis (15/2), Ketua Gupbi Bali itu hanya mampu mengantongi 14.303 suara atau 3,69 persen. Terpaut jauh dari empat posisi puncak perolehan suara calon DPD RI. Yakni Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dengan 51.189 suara atau 13 persen, disusul oleh I Komang Merta Jiwa 44.801 suara 12,15 persen. Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik alias Niluh Djelantik dengan 39.267 suara atau 10.65 persen. Posisi empat besar terakhir diraih oleh AWK dengan 39.145 suara dengan 10,62 persen.
Di Kabupaten Badung sendiri sebagai daerah kelahirannya Hary Suyasa tak begitu banyak mendulang suara. Pria yang dikenal vokal menyuarakan peternak babi ini hanya memperoleh 2.488 suara di Gumi Keris. Pun begitu pihaknya tetap menyampaikan legowo dan berterimakasih kepada masyarakat pendukungnya yang sudah mensuport dan memilihnya dalam pencoblosan kemarin. “Suksema semeton peternak, keluarga, sahabat, teman sudah ikut berjuang bersama selama ini,” ujar Suyasa
Apapun hasil akhir dari perjuangan, lanjut dia, adalah sebuah proses yang harus sama-sama hadapi dan nikmati untuk dijadikan sebuah pengalaman dan pembelajaran kedepannya. “Tetap semangat dan Terima Kasih,” katanya.
Diketahui dari hasil perolehan suara sementara calon DPD RI incumbent Haji Bambang Santoso juga diprediksi ikut tumbang dalam Pemilu kali ini. Sebab, ia juga terpaut jauh dari empat kandidat yang meraih suara puncak. Haji Bambang hanya memperoleh 13.004 suara dengan 3,53 persen sehingga ia tidak bisa lagi mempertahankan kursinya di Senayan Jakarta.