Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gagal Take Off, Drone Hancur Tabrak Jembatan

DRONE
NABRAK – Dron Koak saat akan diluncurkan, Kamis kemarin untuk mendeteksi kondisi Gunung Agung lebih akurat. Namun sayang drone ini gagal mengudara dan menabrak jembatan.

BALI TRIBUNE - Hari kedua, PVMBG dan BNPB masih berusaha untuk mendapatkan gambar udara tentang kondisi terkini permukaan kawah Gunung Agung.

Setelah sehari sebelumnya PVMBG menerbangkan pesawat drone berukuran kecil untuk memetakan dan mengambil gambar areal yang masuk zona berbahaya radius 12 kilometer, Kamis (12/10), pilot drone kembali mencoba menerbangkan dua drone berukuran besar yang lebih canggih dari sebelumnya, kendati kondisi cuaca di Kecamatan Kubu tidak mendukung karena angin kencang dengan arah berubah-ubah.

 Tiba sekitar pukul 10.00 Wita, teknisi drone menurunkan dua buah pesawat drone, masing-masing Koak WAP yang merupakan drone paling canggih di kelasnya, dan drone Tawon yang ukurannya sedikit lebih kecil. Butuh waktu sekitar 4 jam para teknisi ini menyiapkan drone hingga betul-betul siap diterbangkan. Untuk keselamatan selama penerbangan, para teknisi dan PVMBG mendatangkan seorang pemangku untuk matur piuning dan memohon agar diberikan keselamatan dan kelancaran.

Setelah empat jam, sekitar pukul 14.30, Wita, drone Koak yang dilengkapi dengan kamera gerak beresolusi tinggi ini dibawa menuju landasan pacu dan siap untuk diterbangkan. Namun sayang kembali pilot dan teknisi harus menunggu cukup lama mengingat kecepatan angin terlalu tinggi ditambah lagi arah angin yang berubah-ubah.

Penerbangan pertama drone gagal take off, dimana ketika pesawat drone sudah meluncur di landasan pacu namun akhirnya dibrake lantraran sampai di akhir landasan drone tidak bisa meninggalkan landasan. Setelah dilakukan pemeriksaan, selang lima menit kemudian pilot berbalik arah menerbangkan pesawat dari arah berlawanan karena saat itu arah angin berubah.

Pesawat drone Koak pun meluncur di landasan pacu berkerikil, dan drone memang berhasil take off, namun sayangnya pesawat aeromodeling yang sering disebut robot udara ini kehilangan daya angkat sebelum akhinya menabrak jembatan yang membentang di jalur utama Karangasem-Singaraja, atau tepatnya di selatan galian C milik PT Bumi Pasir Mandiri.

Pesawat drone canggih itu pun hancur. Melihat kejadian itu, seorang warga langsung turun ke bawah jembatan untuk mengangkat bangkai drone yang seharusnya terbang di atas kawah untuk menyelesaikan misi pengambilan gambar udara kawah Gunung Agung tersebut.

Bangkai pesawat dinaikkan ke atas landasan dan diserahkan ke teknisi. Terkait hal ini pilot drone, Agus MT, mengaku drone yang dikendalikannya itu gagal take off karena beberapa faktor, di antaranya landasan pacu yang pendek dan berkerikil.

“Selain itu arah angin juga terus berubah-ubah. Dan penyebab utamanya karena landasan berkerikil sehingga kecepatan drone untuk take off tidak maksimal. Untuk bisa take off kecepatan drone harus 60 kilometer per jam,” ungkapnya.

wartawan
Redaksi
Category

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click

Berikan Penghargaan Tertib Administrasi, Wabup dan Ketua WHDI Badung Serahkan Akta Kematian

balitribune.co.id | Mangupura - Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menunjukkan komitmen pelayanan publik yang responsif dan humanis dengan melayat ke rumah duka almarhum Sang Bagus Nyoman Arka di Jalan Poppies Line II, Gang Ronta, Banjar Pering, Kuta, Senin (23/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.