Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Geely Segera Hadirkan ZEEKR dan Lynk & Co, Targetkan 80 Diler Resmi di Tahun 2026

Geely
Bali Tribune / GATHERING - Geely Auto Indonesia media gathering, Selasa (20/1)

balitribune.co.id | Jakarta - Sukses dengan merk Geely, Geely Auto Indonesia mengumumkan akan memasarkan unit mobil brand global dibawah Geely Holding, ZEEKR dan Lynk & Co untuk memperkerkuat  segmen premium.

"Dua brand ini dirancang untuk menghadirkan pilihan kendaraan premium yang lebih beragam kepada konsumen Indonesia. Ini juga menegaskan komitmen Geely Holding sebagai akselerator inovasi teknologi otomotif dan penyedia solusi mobilitas berkelanjutan yang komprehensif di pasar lokal,” ujar Vice President of Geely Automobile International Corporation, Evin Ye disela kegiatan media gathering, Selasa (20/1).

Product Marketing Department Director Geely, Chen Binghua menambahkan, untuk kapan persis kedua brand  ini dipasarkan di Indonesia sejauh ini belum bisa dipastikan karena perlu persiapan dan pematangan masuknya Zeekr dan Lynk & Co ke Indonesia. “Bisa jadi  pertengahan tahun ini salah satu produk Zeekr akan diluncurkan sementara Lynk & Co akan menyusul,” ujar  Chen.

Zeekr dikenal dengan kendaraan listrik canggih menggabungkan performa tinggi dengan kemewahan, sementara Lynk & Co merupakan sub-brand premium yang dikembangkan Geely bersama dengan Volvo Cars.

Selain ekspansi portfolio Premium, Geely menegaskan arah jangka panjangnya dengan memperkuat ekosistem otomotif nasional melalui penguatan produksi lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta. Saat ini, Geely telah melakukan perakitan lokal untuk tiga model, termasuk Geely EX2, Geely EX5, dan Starray EM-i, dengan kapasitas produksi hingga 60 kendaraan per hari.

Geely terus memperluas jangkauan jaringan diler resmi dengan target 80 lokasi pada tahun 2026. Dengan 35 diler yang telah beroperasi di Jabodetabek, Pulau Jawa, Sumatera, Kepulauan Riau, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. 

Geely memastikan aksesibilitas produk di seluruh nusantara. Sejalan dengan filosofi user-first, Geely akan meluncurkan "Geely Care+" sebagai program layanan berstandar global. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kepemilikan premium dan dukungan after sales yang andal kepada seluruh pelanggan.

Geely melihat 2026 sebagai tahun akselerasi dalam menciptakan ekosistem otomotif yang berkelanjutan. Melalui berbagai strategi, Geely berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, sekaligus mendukung perkembangan industri otomotif nasional.

wartawan
HEN
Category

Belanja Badung Tembus Rp13,09 Triliun, PDIP Soroti Infrastruktur dan Wajah Pariwisata

balitribune.co.id | Mangupura - Belanja daerah Kabupaten Badung dalam RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 dirancang mencapai Rp13,09 triliun. Angka tersebut meningkat Rp1,56 triliun atau 13,56 persen dibandingkan APBD induk yang sebesar Rp11,52 triliun. Sementara pendapatan daerah dirancang Rp10,50 triliun, naik Rp170,11 miliar atau 1,65 persen dari APBD induk Rp10,33 triliun.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Upah Pekerja di Bali Dinilai Terlalu Imut, Nyoman Parta Sebut Kebutuhan Hidup Layak Harus Jadi Acuan Pengupahan

balitribune.co.id | Gianyar - Upah pekerja di Bali dinilai belum sebanding dengan tingginya biaya hidup. Upah pekerja di Bali dinilai terlalu kecil alias Imut jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup pekerja di Bali.  

Baca Selengkapnya icon click

Gerindra Setujui Perubahan APBD Badung 2026, Soroti Infrastruktur Kuta dan Banjir

balitribune.co.id | Mangupura - Fraksi Partai Gerindra DPRD Badung menyatakan menyetujui Ranperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026. Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-6 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung DPRD Badung, Jumat (11/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sertifikat Elektronik Pertanahan Disorot, Masyarakat Diingatkan Waspadai Data hingga Proses Peralihan Hak

balitribune.co.id | Singaraja – Munculnya sejumlah masalah pada digitalisasi layanan pertahanan memantik kekhawatiran sejumlah pihak. Terutama potensi kesalahan data, pemetaan bidang hingga lambannya proses administrasi berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan administrasi. Karena itu masyarakat diminta untuk lebih teliti saat mengurus sertifikat berbasis digital.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.