Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gelombang Pasang Hantam Pantai Saba

Bali Tribune / GELOMBANG PASANG - Kondisi Pantai Saba pasca dihantam Gelombang pasang dalam sepekan

balitribune.co.id | GianyarWilayah Pantai Saba, yang belum kebagian proyek Krib Batu menjadi  sasaran amukan gelombang pasang dalam sepekan terakhir. Akibatnya, Pura hingga senderan  beton investor hancur.  Warga setempat pun menyayangkan belum adanya pembangunan krib penahan gelombang di pantai tersebut.

Pantauan Bali Tribune, Kamis (11/11) pagi, sejumlah pengunjung yang sedang berlibur Hari Raya Umanis Galungan, malah mengalihkan objek wisatanya. Sebagian besar malah melihat-lihat kerusakan kawasan  Pura Alas Rengked yang kondisinya memprihatinkan. Bahkan salah satu palinggih jenis Panggungan dikhawatirkan akan roboh tergerus jika ombak pasang belum mereda.

"Pagi ini ombaknya sih sudah tenang, kata warga pantai, gelombang pasang  terjadi  saat malam dalam sepekan ini," ungkap salah seorang pengunjung asal Ubud, I Ketut Supriawan.

Salah satu pedagang Wayan Gatri mengatakan, gelombang pasang terjadi dari beberapa hari yang lalu. Paling parah, gelombang menerjang pada malam hari. Bahkan golombang bisa mencapai wantilan tempatnya berjualan.  Akibatnya, bangunan tembok penyengker dan candi bentar pura Alas Rengked sepajang kurang lebih 3,5 meter hancur diterjang gelombang. Kondisinya pun menjadi sangat menghawatirkan. Karena bangunan lainnya di dalam pura itu juga terancam menjadi korban.

Lanjutnya,  selain itu, senderan penahan ombak cukup panjang milik sebuah tempat akomodasi pariwisata juga tergurus dan hancur. Beton penyangga di lahan investor juga tak luput terseret arus hingga ke bibir pantai. Bahkan bagian pondasinya sampai terangkat, memperlihatkan rongga-rongga yang sewaktu-waktu bisa ambruk.

"Gelombang pasang disini memang cukup parah, bahkan airnya bisa menyentuh wantilan tempat saya berjualan. Karena belum ada krib seperti di pantai lainnya. Mudah-mudahan segera ditindaklanjuti, " harapnya.

Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba  yang dikonfirmasi menyebutkan untuk sementara agar warga menjauhi areal pantai. Pedagang dan pengunjung juga sudah diwanti agar menjauhi pantai. Demkian juga nelayan, dihimbau agar tidak melaut sampai diberikan peringatan aman oleh BMKG. Sampai Bulan Purnama pekan depan Gelombang tinggi diprediski masih terus terjadi, sehingga aktifitas di pesisir harus berhenti sementara.

Lanjutnya, wilayah pesisir di Bali sejak beberapa hari terakhir, gelombang laut tinggi. Bahkan di beberapa titik disebutkan BMKG Wilayah III Denpasar, pesisir selatan Bali, tinggi gelombang laut. Untuk antisipasi, BPBD Gianyar sudah mensiagakan personel di empat pos pengamanan pantai. Petugas Balawista tersebut selain memberikan peringatan kepada warga yang mencoba mendekati pantai, juga siaga keamanan wilayah yang ada di pesisir Gianyar.  “Persenil Balawista terus kami siagakan,” pungkasnya.

wartawan
ATA
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.