Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gender Wayang Ikon Sanggar Seni Kembang Waru

Bali Tribune/Anak-anak Sanggar Seni Kembang Waru saat latihan gender.


balitribune.co.id | Denpasar - Sanggar Seni Kembang Waru konsisten melahirkan dan membina generasi-generasi penerus di bidang seni karawitan gender wayang. Sanggar ini begitu dikenal sehingga menjadi pilihan orangtua di sekitar Banjar Abian Kapas Kaja, Desa Sumerta, Denpasar.
 
Pembina sanggar, I Ketut Raditha (50) menjelaskan, Sanggar Seni Kembang Waru didirikan oleh ayahnya, alm Jero Mangku I Wayan Rugeh. Ia adalah seorang pelaku seni di bidang karawitan, tari, dan pedalangan.
 
Berawal dari instrumen gender wayang yang merupakan ikon dari Sanggar Seni Kembang Waru, kini telah berkembang dengan menambah beberapa instrumen lain seperti rindik, kendang, angklung, dan pelegongan mini. 
 
"Bagi yang ingin belajar gambelan, berbagi, atau ingin sekedar mengenal gamelan silakan datang, sanggar selalu terbuka untuk siapa saja yang tertarik dengan seni budaya Bali," imbuh Raditha ketika ditemui Rabu (27/7).
 
Ia tidak mengetahui pasti kapan berdirinya sanggar yang telah terdaftar di Dinas Kebudayaan Kota Denpasar ini. Namun dijelaskan sedikit tentang penamaan sanggar berasal dari nama ayahnya, Wayan Rugeh.
 
"Dulu ayah saya sempat mengajar angklung di salah satu perusahaan besar, disana dia sering disapa pak waru, untuk menyingkat panggilannya. Momen itu terus diingat, sampai waru akhirnya dipakai untuk nama sanggar ini," ujarnya.
 
Ayahnya dahulu merupakan bagian dari keluarga kesenian RRI, darisitu Ia mendapat sumber penghasilan tetap. Dengan begitu, di sanggar besutannya Ia menerapkan sistem suka rela. Berapapun yang diberikan oleh orang tua siswa akan diterima, bahkan barang seperti gula, kopi, atau umbi-umbian.
 
Ketika Raditha melanjutkan sanggar, metode itu masih Ia terapkan. Namun belakangan banyak orangtua yang bingung dan merasa tidak enak, maka sekarang Raditha mematok Rp 10.000 untuk sekali pertemuan dan anak boleh datang kapan saja.
 
Raditha punya metode sendiri dalam mengajar gender wayang. Ia cenderung memberikan kesempatan untuk pemula bergabung dalam satu latihan dengan seniornya, tergantung kemauan anak tersebut.
 
Karena menurutnya, pada momen tertentu seorang pemula bisa mendapat motivasi dan pelajaran-pelajaran dari apa yang dilakukan seniornya. Begitu juga dengan yang senior, tidak mungkin kemampuannya akan berkurang.
 
Untuk anak-anak pemula, biasanya Raditha akan memulai dengan memperkenalkan instrumen dan atributnya. Setelah terbiasa, baru memberikan motif pukulan sederhana seperti "tulang lindung". Pada fase itu, para siswa juga akan mematangkan teknik dasar seperti "nekep".
 
"Mengajar pemula saya ibaratkan seperti bayi baru lahir, gak mungkin beberapa hari bisa berdiri bahkan jongkok sekalipun. Begitu juga ketika melatih gender, jika baru pemula sudah diberi gending rumit, skill dasarnya akan keteteran" imbuhnya.
 
Setelah melewati proses-proses tersebut barulah Raditha memberikan gending-gending seperti tulang lindung (lengkap), crukcuk punyah, dan tetabuhan angklung. Dengan membagi pola-pola di dalam satu gending, sehingga mudah untuk dipelajari.
 
Kebanyakan siswa di Sanggar Kembang Waru adalah murid Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Selain anak-anak lokal Bali, beberapa orang asing juga ikut belajar gender wayang seperti dari Jepang dan Australia.
 
Dari ketekunannya belajar gender, berbagai pengalaman telah dilalui anak-anak Sanggar Kembang Waru. Seperti dari Pemkot yang setiap tahun memberikan ruang untuk pentas di panggung Lapangan Puputan Badung. Termasuk kolaborasi dengan musisi Jepang pada Pesta Kesenian Bali 2019, antara gamelan rindik, semara pegulingan, suling, rebab dan alat musik Jepang bernama sanshin.
 
Tidak sampai disana, beberapa anak Sanggar Kembang Waru juga biasa mengikuti lomba gender wayang di banyak tempat, seperti pada perhelatan Pesta Kesenian Bali tahun 2022 lalu. Dimana Sanggar Kembang Waru sebagai duta Kota Denpasar meraih prestasi tertinggi, yaitu juara pertama yang diwakilkan oleh Gus Oka, Yuda, Gek Indah, dan Gek Vina.
 
Dari pengalamannya, Ketut Raditha melihat saat ini minat anak-anak belajar gender wayang sangat tinggi, meski di tengah pesatnya kemajuan zaman. Kondisi ini menurutnya jauh berbeda dengan saat Ia kecil, dimana yang berminat hanya 2 atau 3 orang, dan itupun masih keluarga sendiri.
 
"Sekarang tidak lagi khawatir sulitnya mencari generasi megender seperti dulu. Justru ini jadi masa keemasan, karena antusias anak-anak yang luar biasa," ujarnya.
 
Tentunya menjadi harapan Raditha dan semua orang, tidak hanya di bidang gender wayang, tapi juga kesenian Bali lainnya, agar selalu dilestarikan dan berkelanjutan. Setidaknya skill seni itu bermanfaat saat upacara di ruang lingkup keluarga maupun masyarakat luas.
 
"Khususnya di Denpasar ya, semangat anak muda tinggi sekali, semoga kondisi itu berlanjut, dan seni tetap menjadi pilihan, mau apapun nanti pekerjaan anak itu," pungkas Raditha. 
wartawan
M3
Category

QUADRA Gallery Signature di Bali Dirancang Memberikan Pengalaman Holistik

balitribune.co.id | Kuta  - Sebagai pelopor sintered stone di Indonesia, QUADRA menegaskan posisinya dengan meresmikan QUADRA Gallery Signature di Kuta, Bali dengan bangunan seluas 1.500 m2. Berdiri sebagai galeri terbaru, terbesar, dan terlengkap, flagship showroom ini dirancang untuk menjadi pusat pengalaman premium bagi arsitek, desainer, dan pelanggan untuk berinteraksi langsung dengan material berkualitas tinggi dari QUADRA.

Baca Selengkapnya icon click

Menkeu Dorong Percepatan Belanja Daerah, Pemkab Badung Tegaskan Anggaran Tidak Mengendap

balitribune.co.id | Mangupura - Menyikapi pernyataan Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa terkait rendahnya realisasi belanja daerah hingga kuartal III tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan bahwa anggaran daerah tidak mengendap, melainkan tengah dalam proses penyaluran untuk berbagai kegiatan prioritas daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua DPRD Badung Hadiri Pelantikan Pengurus PMI Badung

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, menghadiri acara Pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Badung masa bhakti 2025-2030 di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung pada Rabu (22/10).

Dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Badung menyampaikan selamat dan apresiasi kepada pengurus yang baru dilantik, serta menekankan pentingnya peran PMI dalam membantu masyarakat dan melaksanakan kegiatan sosial lainnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Penataan Ruang, Bupati Karangasem Masuk Lingkaran Sinergi Kemenko

balitribune.co.id | ​Amlapura - Demi menuntaskan masalah ketimpangan dan tumpang tindih pembangunan, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menghadiri hajatan strategis di Kawasan Timur Indonesia. Ia mengikuti Forum Koordinasi Penataan Ruang Bali - Nusa Tenggara di Meruorah Komodo, Labuan Bajo, pada Selasa (21/10).

Baca Selengkapnya icon click

Satnight Santuy Astra Motor Bali, Ajang Seru Gen Z Jelang HMC 2025

balitribune.co.id | Denpasar – Menjelang digelarnya ajang modifikasi bergengsi Honda Modif Contest (HMC) 2025, Astra Motor Bali menggelar kegiatan seru bertajuk “Touring Satnight Santuy” yang diikuti oleh anak-anak muda Gen Z pecinta motor Honda. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kemeriahan HMC 2025 dan mendapat sambutan antusias dari para peserta pada 18 Oktober 2025.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.