balitribune.co.id | Mangupura - Konflik geopolitik global yang terjadi di Timur Tengah mendorong pengelola kawasan pariwisata di Indonesia untuk semakin meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan saat berwisata di Pulau Dewata khususnya di kawasan pariwisata internasional Nusa Dua di Kabupaten Badung dan kawasan pariwisata lainnya di Tanah Air. Pengelola kawasan menggunakan kesempatan ini untuk menarik wisatawan berlibur di Pulau Dewata dengan menghadirkan kawasan pariwisata yang nyaman, seperti dengan melakukan berbagai perbaikan fasilitas umum.
Pengelola kawasan pariwisata di Indonesia (ITDC), Troy Reza Warokka mengatakan, saat ini di kawasan pariwisata internasional Nusa Dua dilakukan perbaikan fasilitas umum seperti toilet, pedestrian, penataan bibir pantai dan lainnya untuk kenyamanan wisatawan. Sehingga diharapkan wisatawan yang menginap di kawasan pariwisata Nusa Dua akan menambah lama tinggalnya karena merasa aman dan nyaman.
"Hingga beberapa tahun kedepan, kami sebagai pengelola kawasan pariwisata akan terus melakukan perbaikan fasilitas umum," katanya di Badung beberapa waktu lalu.
Hal itu tidak hanya dilakukan di kawasan pariwisata yang ada di Bali, pengelola kawasan pariwisata juga meningkatkan pengamanan dan kebersihan di area Tanjung Aan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat sebagai bagian dari pengelolaan kawasan berkelanjutan, yang telah dijalankan sejak 2025 dan terus diperkuat secara bertahap hingga saat ini. Yakni dengan menempatkan pos pengamanan di titik strategis, mengintensifkan patroli siang dan malam termasuk patroli gabungan, K-9 dan turangga, serta memelihara kebersihan melalui pembersihan rutin, mengelola sampah harian dengan optimal, agar kenyamanan, keamanan, dan ketertiban di kawasan bagi wisatawan tetap terjaga.
Penguatan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan aktivitas wisata di Tanjung Aan berlangsung secara aman dan tertib. Sebagai bagian dari penguatan pengelolaan kawasan, pengelola kawasan pariwisata juga menghadirkan fasilitas pendukung bagi wisatawan, antara lain toilet umum dan posko pengamanan terpadu.
Selain itu, membangun 4 pos pengamanan tambahan, serta melakukan peningkatan penerangan kawasan melalui penambahan dan aktivasi total 18 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Dari sisi kebersihan, pengelola kawasan pariwisata secara optimal memelihara area publik dan fasilitas wisata. Pengelolaan sampah juga dilakukan secara rutin.
Troy menyebutkan, untuk di kawasan pariwisata Nusa Dua pada tahun 2025 lalu lama tinggal wisatawan di kawasan tersebut rata-rata 2,70 malam. Sebagian besar wisatawan yang menginap di akomodasi wisata di kawasan pariwisata Nusa Dua didominasi wisatawan asing dari Jepang, Rusia, Tiongkok, Taiwan dan Australia serta domestik. Ia berharap dengan perbaikan fasilitas umum di kawasan pariwisata akan menambah lama tinggal wisatawan di Nusa Dua dan kawasan pariwisata lainnya di Indonesia.