Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gerakan 'Nyala' Ajak Generasi Muda Konsisten Menabung dan Berinvestasi Mulai Rp 20 Ribu

Bali Tribune / Ka Jit

balitribune.co.id | DenpasarDitengah pandemi Covid-19, masyarakat Indonesia sedang mengalami kesulitan ekonomi. Pada kondisi ini masyarakat diajak untuk semakin pintar dalam mengelola keuangan. Direktur Bank OCBC NISP, Ka Jit menyampaikan bahwa salah satu pelajaran berharga dari pandemi Covid-19 adalah meningkatnya kesadaran untuk mengelola keuangan. Sehingga lebih siap menghadapi berbagai situasi finansial di masa mendatang dan mencapai kebebasan finansial.

Kata dia, melalui layanan Nyala, Bank OCBC NISP memberikan pilihan tabungan dan investasi yang memungkinkan generasi muda memulai kebiasaan di era adaptasi kebiasaan baru. Mengingat pandemi Covid-19 membawa banyak tantangan yang telah mempengaruhi kesehatan keuangan, kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat. 

Menurutnya, situasi ini juga menjadi pelajaran berharga untuk memahami pengelolaan keuangan dan mengenali produk dan jasa keuangan, agar dapat mempersiapkan pengelolaan keuangan. Harapannya di masa mendatang dapat lebih siap menghadapi situasi finansial yang tidak terduga secara efektif.

Disampaikan Ka Jit, survei yang dilakukan oleh McKinsey menyatakan, sekitar setengah dari konsumen yang memiliki kekhawatiran dengan pekerjaannya, ternyata hanya memiliki tabungan kurang dari empat bulan biaya hidup mereka. Survei tersebut juga menunjukan bahwa, kekhawatiran yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 menjadikan konsumen semakin ingin mengenal manajemen dan risiko-risiko keuangan. 

"Hal ini merupakan salah satu pelajaran berharga dari terjadinya pandemi Covid-19, sehingga mendorong kami semakin giat untuk melaksanakan program literasi dan inklusi keuangan. Kami percaya bahwa masyarakat perlu memiliki literasi keuangan yang baik sedini mungkin. Jadi, walaupun hanya dengan nominal yang terjangkau, masyarakat dapat mengelola keuangan yang mereka miliki secara konsisten, sehingga menjadi lebih besar dan cepat mencapai kebebasan finansial," paparnya saat meluncurkan gerakan #SAVE20 by Nyala secara virtual, Rabu (22/7). 

Lebih lanjut dia menyampaikan, Bank OCBC NISP mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk ikut dalam gerakan #SAVE20 by Nyala, yakni gerakan untuk memulai kebiasaan baru di era next normal, dengan menabung dan berinvestasi dari nominal yang sangat terjangkau, mulai sebesar Rp20.000 setiap hari.

Berdasarkan data produk manajemen keuangan di Bank OCBC NISP, jika nasabah mulai menabung dan berinvestasi dengan nilai Rp20.000 secara konsisten setiap hari dimulai dari umur 20 tahun, maka nasabah tersebut dapat memperoleh Rp3,7 miliar di usia pensiunnya. 

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding jika nasabah baru mulai menabung dan berinvestasi di usia 35 tahun, walaupun dengan nominal yang lebih besar, yakni Rp70.000 setiap hari. Dengan angka tersebut nasabah baru mendapatkan hasil pengelolaan keuangan sebesar Rp2 miliar di usia masa pensiun.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.