balitribune.co.id I Mangupura - Dukungan politik terhadap Ketua Umum Baladika Bali, I Bagus Alit Sucipta, untuk maju sebagai calon Bupati Badung mulai menguat. Sinyal itu disampaikan langsung Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat puncak HUT ke-22 Baladika Bali di Wantilan Sading, Selasa (5/5/2026).
Di hadapan ribuan massa yang didominasi anggota Baladika Bali dan Laskar Bali, Giri Prasta secara terbuka menyuarakan komitmennya mengawal Gus Bota menuju kursi “Badung Satu”.
"Dengan kekuatan kita dan tanpa mendahului yang di atas, Astungkara perjuangan kita biar bisa menjadikan Gus Bota Bupati Badung," tegas mantan Bupati Badung dua periode tersebut yang disambut gemuruh tepuk tangan.
Tak hanya itu, mantan Bupati Badung dua periode tersebut juga menguji soliditas barisan dengan melontarkan pertanyaan kesiapan kepada massa. Seruan “siap” dan “berani” pun bergema dari ribuan anggota yang hadir.
"Kalau memang itu target kita, kawan-kawan seperjuangan siap apa tidak?" tanya Giri Prasta, yang langsung dijawab dengan teriakan "Siap!" secara serempak.
Ketua DPC PDIP Badung ini juga memastikan keberanian barisannya dengan bertanya, "Berani apa tidak?", yang kembali disambut dengan jawaban tegas "Berani!" oleh seluruh massa yang hadir.
Pernyataan tersebut langsung memantik spekulasi politik jelang Pilkada Badung. Sejumlah kalangan menilai dukungan itu bisa mengarah pada kontestasi 2029 atau 2031, meski tidak disampaikan secara eksplisit.
Di sisi lain, dinamika ini turut menjadi sorotan mengingat posisi Bupati Badung saat ini masih dijabat I Wayan Adi Arnawa yang belum menuntaskan masa jabatan periode pertamanya.
Dukungan terbuka dari figur sentral seperti Giri Prasta ini tentu saja berpotensi memengaruhi peta politik di Badung, terutama di akar rumput yang selama ini menjadi basis kekuatan politiknya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak partai maupun tokoh terkait lainnya mengenai arah dukungan tersebut. Namun, sinyal yang mengemuka dalam momentum HUT Baladika Bali dipastikan menjadi awal menghangatnya konstelasi politik di Gumi Keris.