Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

GMT Serahkan Bantuan 1.437 Paket Sembako Untuk 22 Dadia dan 6 Banjar di Desa Pertima

Bali Tribune / BANTUAN - Perwakilan dari keluarga besar GMT saat menyerahkan bantuan sembako untuk warga 22 dadia dan 6 banjar di Desa Pertima

balitribune.co.id | Amlapura - Setelah sehari sebelumnya menyerahkan 1.907 paket sembako di Desa Seraya Barat, relawan Semeton GMT, Rabu (24/6/2020) lanjut menyalurkan bantuan 1.473 paket sembako untuk warga 22 Dadia dan 6 Banjar Adat di Desa Pertima, Kecamatan Karangasem. Penyerahan bantuan kali ini dilaksanakan oleh perwakilan dari Semeton GMT, I Gusti Putu Rinceg, bersama mantan Wakil Bupati Karangasem, I Made Sukerana, sejumlah relawan dan tokoh masyrakat Desa Pertima.

Penyerahan bantuan 1.473 paket sembako itu sendiri dilaksanakan di Balai Desa Adat Asak, secara simbolis secara bergiliran oleh I Gusti Putu Rinceg, I Made Sukerana, dan I Nyoman Suyasa, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali dari Fraksi Gerindra, bersama sejumlah anggota DPRD Karangasem diantaranya I Made Juita dari Fraksi Nasdem, I  Wayan Budi dari Hanura dan Ni Kadek Weisya Kusmia Dewi dari Fraksi Gerindra, dan diterima oleh Kasatgas Gotongroyong Covid-19, Desa Adat Asak, I Gede Budi Hartawan, didampingi Wakil Kasatgas Jro Mangku Alit, serta disaksikan oleh Bendesa Adat Asak, Jro Nyoman Darma.

Bantuan 1.473 paket Sembako tersebut diantaranya dibagikan kepada warga 22 Dadia di Banjar Perasi Tengah sebanyak 716 paket, dan juga disalurkan untuk warga di 6 Banjar yang ada di Banjar Dinas Perasi sebanyak 757 paket Sembako.

Sementara itu, Kasatgas Gotongroyong Covid-19, Desa Adat Asak, I Gede Budi Hartawan, kepada awak media mengaku sangat mengapresiasi bantuan sembako dari keluarga besar GMT tersebut. Dalam kesempatan itu dirinya atas nama warga menyampaikan terimakasih atas kepedulian I Gusti Made Tusan yang secara tulus dengan cepat membantu warga yang tengah menghalami kesulitan ekonomi dan kebutuhan pangan akibat dampak wabah Covid-19 ini.

“Kami sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan ini. Dan masyarakat kami sangat terbantu dengan ini. Paling tidak masyarakat kami memiliki stokatau persediaan bahan pangan hingga beberapa hari kedepan,” ucapnya.

Usai menyerahkan bantuan, I Gusti Putu Rinceg menyampaikan jika bantuan dari keluarga besar GMT ini memang bertujuan untuk meringankan beban sosial dan ekonomi masyarakat yang kurang mampu yang terkena dampak bencana wabah Covid-19 yang sampai saat ini masih terjadi.

“Kami keluarga besar GMT akan terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak. Begitu ada usulan atau permohonan bantuan yang masuk, kami segera proses bersama  relawan agar bisa capat disalurkan ke masyarakat yang sedang membutuhkan,” tandasnya. Dan pihaknya berharap bantuan ini bisa bermanfaat, sekaligus merupakan tali kasih keluarga besar GMT kepada masyarakat Karangasem.

wartawan
Husaen SS.
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.