Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gubernur Bali Canangkan Tumpek Krulut sebagai Rahina Tresna Asih

Bali Tribune / Gubernur Bali Wayan Koster

balitribune.co.id | DenpasarGubernur Bali Wayan Koster, mencanangkan Rahina Tumpek Krulut sebagai Perayaan Hari Tresna Asih (Hari Kasih Sayang/Valintine Day), yang telah dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022 tentang Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru.

Selama ini, sejumlah masyarakat Bali merayakan Valentine Day sebagai hari Kasih Sayang, yang sesungguhnya bukan merupakan budaya Bali. Sudah waktunya, kita melaksanakan Hari Tresna Asih/Hari Kasih Sayang pada setiap Rahina Tumpek Krulut,yang Kita miliki di Bali sebagai warisan Adiluhung dari Leluhur, yang sepatutnya dilestarikan, disosialisasikan, dan dilaksanakan oleh Pemerintah bersama masyarakat Bali.

Saat Rahina Tumpek Krulut pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Krulut), 23 Juli 2022 nanti, seluruh masyarakat Bali diimbau agar melaksanakan perayaan secara niskala dan sakala.

Sebagaimana diketahui, untuk pertama kali, Pemerintah bersama masyarakat telah melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Uye secara serentak di seluruh Bali pada hari Sabtu, Saniscara Kliwon, Uye, (29/1) dengan lancar dan sukses.

Gubernur Koster memimpin langsung Perayaan Rahina Tumpek Uye berlokasi di Danau Buyan, Sukasada, Buleleng. Kegiatan diawali dengan Upacara Danu Kerthi dan Otonan Sarwa Wewalungan yang dipuput oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pamayun dilanjutkan sembahyang Bersama dilanjutkan dengan pelepasan ikan, burung, satwa, vaksinasi anjing ras Bali, dan diakhiri dengan membersihkan sampah plastik di sekitar Danau Buyan. Sedangkan Walikota/Bupati se-Bali memimpin Perayaan Rahina Tumpek Uye di daerah masing-masing.

Lembaga vertikal seperti Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Bank Indonesia, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dan instansi lainnya juga melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Uye secara niskala dengan sembahyang di tempat suci masing-masing instansi.

Kegiatan sakala dilakukan dengan melepas ikan ke Danau/ Bendungan/ Dam/ Sungai/ Telabah/ Mata Air, melepas binatang dan/atau burung, resik sampah di sekitar Danau/ Bendungan/ Dam/Sungai/Telabah/ Mata Air, menyebarluaskan dan menyosialisasikan pentingnya menjaga kesucian, kelestarian, dan kebersihan Danau/Bendungan/Dam/Sungai/Telabah/Jelinjingan/Mata Air di berbagai media.

Desa/Kelurahan dan Desa Adat melaksanakan persembahyangan Tumpek Uye di Pura Puseh dan Pura Desa masing-masing. Kegiatan sakala dilakukan dengan melepas ikan ke Danau/ Bendungan/Dam/ Sungai/Telabah/Mata Air, melepas binatang dan atau burung, serta resik sampah di sekitar Danau/Bendungan/Dam/Sungai/Telabah/Jelinjingan/ Mata Air. Kegiatan dipimpin oleh Perbekel/Lurah/Bandesa Adat dihadiri oleh Perangkat Desa/Kelurahan/Desa Adat dan Staff.

Tidak ketinggalan masing-masing keluarga yang memiliki binatang peliharaan melaksanakan Upacara Ngotonin Sarwa Wewalungan. Tidak sedikit masyarakat yang dengan kesadarannya masing-masing melaksanakan kegiatan melepas ikan ke Danau/ Bendungan/ Dam/ Sungai/ Telabah/ Jelinjingan/ Mata Air, melepas binatang dan/atau burung, serta resik sampah di sekitar lingkungan masing-masing.

Perayaan Rahina Tumpek Uye untuk pertama kalinya dilaksanakan secara melembaga yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Bali dan mendapat apresiasi dari seluruh lapisan masyarakat Bali. Selama ini, Perayaan Rahina Tumpek Uye hanya dilakukan oleh masyarakat dan belum menjadi Kebijakan Pemerintah. Oleh sebab itu, kegiatan-kegiatan dalam rangkaian Perayaan Rahina Tumpek Uye sangat marak dipublikasikan di berbagai media, baik media cetak, elektronik, bahkan sangat viral diberitakan di sosial media. Gubernur Bali mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh komponen masyarakat Bali dalam Perayaan Rahina Tumpek Uye.

Selanjutnya, Gubernur Bali juga akan melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Wayang, Tumpek Landep, Tumpek Wariga, Tumpek Kuningan, dan Tumpek Krulut sesuai Surat Edaran Nomor 04 Tahun 2022 tentang Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru. Seluruh Perayaan Rahina Tumpek, yang berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi, merupakan implementasi isi: “Nangun Sat Kerthi Loka Balimelalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Gubernur Bali berharap Perayaan Rahina Tumpek dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga menjadi laku hidup/gaya hidup/lifestyle masyarakat Bali. Perayaan Rahina Tumpek merupakan salah satu upaya yang sangat fundamental, esensial, dan strategis dalam membangun karakter, jati diri, dan kualitas kehidupan masyarakat Bali, menghadapi dinamika perkembangan zaman dan modernisasi dalam skala lokal, nasional, dan global.

wartawan
YUE
Category

Banyuwangi Bangkit dari Stigma Mistis, Kini Jadi Daerah Berprestasi dengan Branding Mendunia

balitribune.co.id I Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi berhasil membuktikan bahwa pengelolaan potensi daerah yang konsisten mampu mengubah citra dan meningkatkan daya saing. Daerah yang dahulu kerap dikaitkan dengan cerita mistis kini dikenal luas sebagai destinasi wisata unggulan, pusat inovasi pelayanan publik, serta daerah dengan tata kelola pemerintahan yang progresif.

Baca Selengkapnya icon click

Tim Ciung Wanara Polres Tabanan Bekuk Spesialis Maling Bengkel

balitribune.co.id I Tabanan - Tim Ciung Wanara dari Satreskrim Polres Tabanan sukses mengungkap kasus pencurian spesialis peralatan bengkel yang meresahkan masyarakat. Penangkapan ini sekaligus berhasil membongkar serangkaian tindak pidana serupa yang menyasar empat lokasi berbeda di wilayah hukum Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah ASF, Tabanan Dapat Bantuan 160 Liter Disinfektan

balitribune.co.id I Tabanan - Dinas Pertanian (Distan) Tabanan menerima bantuan disinfektan sebanyak 160 liter dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar. Bantuan ini diterima di tengah upaya Distan Tabanan mencegah penyebaran virus ASF African Swine Fever (ASF). Meski, sejauh ini belum ada laporan resmi terkait ternak babi yang terpapar virus itu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri Upacara Ngeratep Tapakan di Pura Dalem Bebalang Carangsari

balitribune.co.id | Mangupura - Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, menghadiri Upacara Ngeratep Tapakan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Rabu (10/6/2026). Upacara ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manuaba dari Griya Gede Carangsari.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.