Diposting : 23 February 2020 20:49
Jro Sudarma - Bali Tribune
Bali Tribune / MENDEM PEDAGINGAN - Peresmian pembangunan Genah Melasti di Desa Adat Pedungan Denpasar ditandai dengan prosesi Mendem Pedagingan lan Lingga Tangan Prasasti oleh Gubernur Bali I Wayan Koster. Tampak, Gubernur memperhatikan design pembangunan kawasan Pelabuhan Benoa usai prosesi dimaksud, Minggu (23/2)

balitribune.co.id | Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Karya Mendem Pedagingan lan Lingga Tangan Prasasti ring Karya Melaspas Bumi Sudha lan Mecaru Genah Melasti Desa Adat Pedungan, Denpasar, Minggu (23/2) siang kemarin.
Disela-sela kehadirannya, Gubernur Koster menegaskan, pembangunan genah melasti diDesa Adat Pedungan itu merupakan wujud pengimplementasian visi Nangun Sat kerthi Loka Bali.

“Tempat ini adalah tempat bersejarah, yang telah kita perjuangkan bersama-sama sehingga menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali, kesejahteraan krama Bali sekala dan niskala adalah hal yang utama,”tegasnya.

Disampaikan Koster, disetiap pembangunan di Bali haruslah selaras dengan alam, manusia dan budaya. “Kalau unsur niskalanya sudah terpenuhi, akan memberikan berkah kepada pembangunan sekalanya serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Koster menyebutkan, lahan yang dipergunakan sebagai Genah Melasti Desa Adat Pedungan merupakan satu bagian dari pelabuhan Benoa yang dikembangkan dalam suatu desain.
Lanjutnya, pembangunan tersebut berkoordinasi dengan dirut dan jajaran direksi pelindo III agar dibangun secara terintegrasi dan utuh, menjadi kawasan yang berkelas dunia.

“Sesuai yang kita harapkan bersama dimiliki oleh Bali, dimana keberadaannya bisa mendukung jalannya kepariwisataan sekaligus juga mendukung pembangunan infrastruktur nasional,”imbuh Koster.
Koster menambahkan, desain dimaksud telah menjalani banyak tahapan penyusunan termasuk mendengarkan pula masukan dari masyarakat Desa Adat Pedungan dan terealisasi lewat pembangunan tempat upacara dan genah melasti ini.

“Pembangunan ini hasil koordinasi saya dengan bapak Dirut Pelindo III dan bapak menteri BUMN. Saya berupaya betul meyakinkan beliau dan astungkara (genah melasti, red) bisa dibangun diatas lahan 1 hektar,” terangnya.
Penyelesaian pembangunan Genah Melasti ini lanjut Koster ditarget rampung pada akhir Pebruari 2020 atau setidaknya sebelum perayaan Nyepi 2020 ini.
“Saya harap  kedepan bisa ditata lagi, fasilitas dan pendukungnya agar bisa harmonis dengan rencana hutan kota dan sarana lainnya. Betul-betul bisa jadi kawasan yang baik,” lanjutnya.

Guna mematangkan konsep dan desain pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa sehingga menjadi pelabuhan yang mengandung nilai filosofi kearifan lokal Bali. Pemprov Bali berkoordinasi dengan sejumlah pihak diantaranya para sulinggih, arsitek-arsitek Bali, pakar pertanian
Selain itu, design dimaksud telah memperoleh apresiasi saat dipresentasikan di depan Komisi VI DPR RI serta Menteri BUMN, Menteri Agraria dan Menteri Pariwisata RI.

“Pembangunan ini dibutuhkan untuk mendukung kepariwisataan di Bali, sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur darat-laut-udara secara terintegrasi. Untuk itu rencana pembangunan dari pusat, harus sinkron dengan visi dan misi kita di Bali agar harmonis dan sejalan, dengan alam dan masyarakatnya. Astungkara bisa dijalankan dengan baik,” kata Koster.

Pada kesempatan yang sama, Dirut Pelindo III, Doso Agung mengapresiasi terobosan yang dilakukan Gubernur Koster. Ia meyakini, terobosan dimaksud akan menjawab semua persoalan yang ada di masyarakat.
“Kalau semua gubernur bisa seperti bapak Gubernur Bali, saya kira semua masalah di masyarakat akan cepat selesai.Dan,Kami konsisten dalam mendukung pembangunan yang menjaga kel;estarian adat dan budaya,”ucapnya.
Menurut Doso Agung, Pelabuhan Benoa akan dikembangkan, tidak hanya sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi, tapi juga ramah lingkungan dan berciri khas budaya Bali.

Kata Dia, hal tersebut sesuai dengan visi bapak gubernur Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan kita sekali lagi komitmen untuk tegak lurus dengan visi tersebut.
“Dengan pembangunan ini saya juga berharap secara niskala diberikan jalan yang lurus dan lancar untuk mimpi kita bersama untuk mewujudkan pelabuhan Benoa, Bali Maritime Hub dan program pemerintah pusat lain di Bali,” pungkasnya.
Hadir pada kegiatan kemarin, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, jajaran Pelindo III, Bendesa Desa Adat Pedungan, tokoh masyarakat dan krama adat desa setempat.