Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gunung Agung Kembali Erupsi, Terdengar Gemuruh, Puncak Kawah Terlihat Membara

ERUPSI – Lama tidak tersiar kabarnya, Kamis kemarin Gunung Agung kembali mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 2 ribu meter di atas permukaan kawah. Warna merah membara juga tampak terlihat dari puncak kawah.

BALI TRIBUNE - Gunung Agung kembali erupsi dengan ketinggian kolom abu diperkirakan lebih dari 2.000 meter di atas permukaan kawah. Tampak warna merah membara terlihat di puncak Gunung Agung, hujan abu pun melanda daerah-daerah, seperti Badeg, Sogra dan Kintamani.  Warga yang tinggal di dekat zona merah radius empat kilometer dari kawah tampak khawatir. Sebab, selain letusan, warga di lereng Gunung Agung seperti di Banjar Sogra, Desa Sebudi Kecamatan Selat, Desa Temukus, Besakih, Kecamatan Rendang,  dan Desa Ban‎, Kecamatan Kubu mendengar gemuruh cukup mengerikan dari arah Gunung Agung. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ir Wawan Irawan dikonfirmasi Kamis (28/6) mengatakan penampakan warna merah  tersebut adalah pantulan sinar dari lava atau magma yang ada di dalam kawah Gunung Agung. Pihaknya juga belum akan meningkatkan status Gunung Agung. “Saat ini status Gunung Agung tetap berada di level III (Siaga),” imbuhnya. Sementara itu, Ketua Pasemetonan Jagabaya Desa Terdampak di Lingkar Gunung Agung (Pasebaya Agung), I Gede Pawana sebelumnya mengatakan pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait erupsi Gunung Agung itu. Menerima laporan, ia bersama sejumlah relawan naik ke Pura Pasar Agung, Kecamatan Selat yang jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari kawah Gunung Agung guna mengecek kebenaran informasi tersebut. Ternyata benar, setiba di Pura Pasar Agung, Gede Pawana bersama anggotanya mendengar gemuruh sangat keras dari arah kawah.  "Kami mendapat laporan dari warga di lereng katanya ada suara gemuruh, makanya kami langsung naik untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Dan itu benar kami mendengar suara gemuruh yang terjadi secara terus menerus dan suaranya ‎terdengar cukup keras," ungkap Gede Pawana yang juga Perbekel Duda Timur tersebut.  Dia bersama anggota juga melakukan penyisiran ke wilayah desa yang masuk zona merah, salah satunya Banjar Sogra, Desa Sebudi, Selat. Di banjar ini banyak warga mulai bergerak meninggalkan tempat tinggal mereka. Begitu juga dengan warga Banjar Bukit Galah, Sebudi yang sampai saat ini kembali ke lokasi pengungsian dan masih bertahan‎ di sana sembari menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah, apakah mereka harus kembali mengungsi atau tidak.  "Kami melakukan penyisiran dan diimbau warga di zona merah untuk turun mencari lokasi aman. Bagaimanapun melihat kondisi seperti ini kita harus meningkatkan kesiapsiagaan," sebut Gede Pawana. Sementara itu dari pantauan koran ini dari Kecamatan Kubu, kolom abu terlihat mengepul ke udara dan condong mengarah ke barat daya. Devy Kamil Syahbana dari PVMBG Kementerian ESDM, dalam analisisnya menyebutkan, pasca erupsi yang terjadi sekitar pukul 22.21 Wita kemarin, secara visual teramati asap berwarna putih tebal dari pagi sekitar 200 meter di atas puncak dan ketinggian embusan asap mengalami peningkatan hingga mencapai 1.500 meter di atas puncak, sejak sekitar pukul 12.30 Wita dengan disertai abu tipis mengarah ke barat.  “Hal ini dikonfirmasi oleh Tim Lapangan yang menemukan hujan abu tipis di sekitar Desa Puregai berjarak 7 km dari puncak. Sampai saat ini (pukul 15.30 Wita kemarin,red), aktivitas embusan masih berlangsung dengan ketinggian relatif konstan di kisaran 1.500 meter di atas puncak. VONA telah dikirimkan pada pukul 15.01 Wita,” sebutnya. Secara seismik teramati peningkatan amplitudo seismik secara cepat dalam 24 jam terakhir. Kegempaan didominasi gempa-gempa permukaan berupa embusan. Gempa-gempa ini kemudian menjadi satu membentuk tremor menerus sejak sekitar pukul 12.30 Wita. Secara deformasi teramati inflasi sejak 13 Mei 2018 hingga saat ini. “Uplift terjadi sekitar 5 mm. Hal ini mengindikasikan adanya pembangunan tekanan di dalam tubuh Gunung Agung. Hingga saat ini inflasi ini belum teramati mengalami penurunan,” ulasnya.  Sedangkan secara geokimia, gas-gas SO2 terakhir kali terukur dengan fluks pada kisaran 200 ton per hari. Hal ini mengindikasikan masih adanya kontribusi magmatik dari dalam tubuh Gunung Agung. Dari satelit teramati hotspot yang mengindikasikan adanya lava panas di permukaan kawah. “Lava ini dapat berupa lava lama yang dipanaskan ataupun lava baru yang dikeluarkan dari erupsi,” bebernya.  Kesimpulannya menurut analisisnya, fenomena yang terjadi saat ini kemungkinan berupa aliran fluida ke permukaan berdasarkan pengamatan visual dimana kolom asap relatif berwarna putih dan ketinggian relatif konstan. Aliran fluida bisa berupa gas maupun aliran lava baru ke permukaan. Frekuensi dominan tremor belum berubah konstan di sekitar 4.7 Hz yang mengindikasikan laju aliran fluida ke permukaan relatif konstan.  Dia mengatakan, saat ini status Gunung Agung masih Level III (Siaga) dimana masyarakat diimbau tetap mematuhi rekomendasi PVMBG yaitu tidak beraktivitas di dalam radius 4 km dari puncak dan untuk menyiapkan masker pelindung untuk menghindari potensi ancaman bahaya abu vulkanik. PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Agung telah dan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait mitigasi bencana Gunungapi Agung seperti Pemda/BPBD, LSM Pasebaya.

wartawan
Redaksi
Category

Tanah Merayap di Lokapaksa Berstatus Waspada, BMKG Pastikan Bukan Dipicu Aktivitas Tektonik

balitribune.co.id I Singaraja - Fenomena tanah merayap yang terjadi di Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, mendapat perhatian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Hasil kajian awal disebut tanah merayap tersebut bukan dipicu aktivitas tektonik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Wawali Arya Wibawa Hadiri RUPS PT Jamkrida Bali Mandara

balitribune.co.id | Denpasar - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) Bali Tahun 2026 di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa (10/32026). RUPS ini dilaksanakan atas amanat AD/ART perseroan serta UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang RUPS tahunan yang wajib dilaksanakan paling lambat 6 bulan setelah tahun buku berakhir. 

Baca Selengkapnya icon click

Sidak Pasar Jelang Hari Raya, Harga Stabil dan Ketersediaan Bahan Pokok Terkendali

balitribune.co.id | Tabanan - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabanan menggelar inspeksi mendadak (sidak) pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Kediri, Senin (10/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok selama bulan Ramadan sekaligus menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sikat Agung 2026, Polres Gianyar Ungkap 61 Kasus Kriminal

balitribune.co.id I Gianyar - Sebulan Operasi Sikat Agung 2026, pengungkapan kasus kriminal di wilayah Gianyar sangat mencengangkan. Tidak tangung-tanggung, dalam sebulan 61 kasus berhasil diungkap dengan 58 tersangka diamankan. Hasil ini dibeber dalam konferensi pers di Mapolres Gianyar, Selasa (10/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Cuaca di Bali Sulit Diprediksi, Astra Motor Bali Bagikan Edukasi Safety Riding bagi Pengendara

balitribune.co.id | Denpasar – Memasuki periode cuaca yang sulit diprediksi di wilayah Bali, risiko berkendara di jalan raya meningkat secara signifikan. Genangan air, jalanan licin, hingga kepadatan lalu lintas di jalur wisata menuntut kesiapan fisik maupun kendaraan yang prima.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.