Guru dan Tiga Siswa Terpapar Covid-19, Kadisdikpora Karangasem: Tidak Ada Klaster Sekolah | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 08 Desember 2021
Diposting : 3 November 2021 21:28
AGS - Bali Tribune
Bali Tribune / SIDAK - Tim Yustisi Pemkab Karangasem sidak prokes di salah satu sekolah di Bebabndem.

balitribune.co.id | Amlapura - Pasca ditemukannya tiga orang siswa dan satu orang guru yang terkonfirmasi positif Covid-19, Tim Yustisi Pemkab Karangasem, Rabu (3/11/2021), sidak Prokes ke seluruh sekolah yang menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Karangasem. 

Dalam sidak tersebut petugas mengambil tindakan tegas terhadap sekolah-sekolah yang tidak mematuhi aturan PTM yang telah ditetapkan, temasuk mengenakan sanksi bagi pelanggarnya. Dalam sidak yang sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu tersebut, petugas mengamati dengan seksama dan mengevaluasi penerapan protokol kesehatan di masing-masing sekolah. Mulai dari penerapan 3M hingga 3T, meliputi Prokes kedatangan siswa di sekolah berupa kewajiban mencuci tangan, hingga pengecekan suhu tubuh, termasuk kebiasaan atau kecendrungan aktifitas yang dilakukan siswa dan guru selama di sekolah.

Ida Bagus Putu Soegatha, Analis Sat Pol PP yang memimpin kegiatan sidak tersebut mengatakan, pihaknya bersama tim yustisi melakukan sidak ke sekolah-sekolah sesuai dengan yang direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). “Tadi kami sudah melaksanakan sidak ke sejumlah sekolah yang berada di Kecamatan Bebandem, utamanya sekolah SD-SMP yang kewenangannya ada di Pemkab Karangasem,” tegasnya.

Namun sejauh ini penerapan prokes di seluruh sekolah yang melaksanakan kegiatan PTM rata-rata sangat ketat, utamanya perlakuan terhadap siswa yang harus mengikuti tata cara dan aturan mulai dari tiba di sekolah hingga pulang sekolah.

Terkait ditemukannya kasus tiga orang siswa dan satu orang guru di dua sekolah berbeda yang terkonfirmasi positif Covid-19, Kepala Dinas Pendidikan Karangasem I Wayan Sutrisna menegaskan jika kasus terkonfirmasi tersebut bukan klaster sekolah, melainkan klaster keluarga. Dimana sebelumnya salah seorang guru terpapar Covid-19 di kampungnya usai mengikuti kegiatan upacara agama, namun guru bersangkutan sempat datang dan mengajar di salah satu kelas di sekolahnya. “Begitu kami menerima informasi itu, kami langsung bergerak cepat bersama Satgas Covid-19, yakni melakukan tracing terhadap seluruh siswa di salah satu kelas tempat yang bersangkutan mengajar. Hasilnya satu orang siswa dinyatakan terkonfirmasi positif dan sudah langsung dilakukan penanganan,” ujarnya.

Pun demikian dengan dua orang siswa yang ditemukan terkonfirmasi positif, pihaknya bersama tim langsung turun melakukan tracing. “Untuk kasus ini, siswa tersebut terpapar dari orangtuanya sendiri. Namun kita langsung melakukan tracing terhadap siswa yang sempat kontak atau berinteraksi dengan siswa tersebut. Namun karena sekolah dilburkan, jadi Satgas turun langsung mencari ke masing-masing rumah siswa,” sebutnya.

Gerak cepat yang dilakukan pihaknya bersama Satgas Covid-19 tersebut berhasil mencegah atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga tidak ada klaster sekolah. “Sudah dilakukan tracing terhadap siswa lainnya yang kontak erat dengan siswa yang terpapar. Hasil Swab PCR pertama negatif tinggal menunggu pelaksanaan Swab PCR yang kedua. Semoga semuanya negatif,” harapnya.

Kasus dua siswa dan satu orang guru terkonfirmasi positif ini kata dia sudah berhasil diatasi sehingga sekolah kembali aman dari penyebaran Covid-19 dan kegiatan PTM di sekolah tersebut bisa terus berlangsung dengan prokes dan pengawasan ketat dari Disdikpora, tim yustisi dan Satgas Covid-19. 

Hukum & Kriminal

Terpopuler