Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Guru Pengerak Cermin Kurikulum Merdeka

Bali Tribune / Natalino Muni Nepa Rassi, S.Pd., M.Pd - Guru di SMAN 8 Denpasar

balitribune.co.id | Seorang guru yang menjadi agen perubahan menciptakan ombak kecil yang dapat mengubah lautan kebodohan menjadi samudera pengetahuan.

Kampanye terkait kualitas Pendidikan Indonesia terus digaungkan. Pemerintah sadar betul bahwa Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sebuah bangsa. Lantas bagaimana cara mensiasati kualitas pendidikan di tengah lajunya trasnformasi pendidikan yang mewajibkan adanya perubahan yang signifikan dan relevan dengan tuntutan jaman?.  Berbagai kebijakan coba diterapkan oleh pemerintah untuk meredam rendahnya kualitas sekaligus memperbaiki kualitas pendidikan, hal ini tercermin dari implementasi kurikulum merdeka yang digaungkan akan menjadi solusi terbaik menciptakan perubahan positif pada pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka menawarkan kebebasan lebih bagi siswa dalam menentukan jalur belajar mereka sesuai dengan minat, bakat, dan tujuan pribadi. Nyatanya, respon masyarakat tidak serta merta langsung menerima perubahan ini. Hiruk-pikuk, pro dan kontra pada kebijakan pemerintah menjadi santapan lezat di media sosial. Ganti kepemimpinan, maka kebijakan berganti pula. Begitulah stigma yang tertanam di masyarakat. Banyak yang beranggapan bahwa setiap peraturan yang berlaku akan berubah seiring bergantinya pemimpin. unsur politik seperti ikut bernadi dalam setiap kebijakan sesuai dengan kebutuhan Si Empunya Jabatan.

Glorifikasi kurikulum merdeka sebagai tandem perubahan kualitas Pendidikan di Indonesia terus digaungkan. Sayangnya, kenyaataan di lapangan belum searah dengan kebijakan tersebut. Guru-guru justru kesulitan beradaptasi dengan kurikulum merdeka terutama istilah-istilah baru yang menganti istilah lama yang sudah menjadi tradisi bagi guru-guru. Tidak hanya itu prosesnya penerapan kurikulum merdeka masih abu-abu dalam bayang-bayang kurikulum 2013 khususnya proses belajar mengajar di kelas. Namun, apakah kita harus menyerah dengan keadaan? janganlah terlalu cepat menyerah, karena dalam setiap perubahan selalu ada harapan. Hal inilah yang harus ditanamkan dalam setiap guru untuk berbenah cepat mengikuti ritme perubahan khususnya penguasaan terkait dengan system kurikulum merdeka.

Jika ditelisik lebih dalam terkait kurikulum merdeka sebenarnya adalah salah satu terobosan terpenting dalam sejarah sistem pendidikan Indonesia. Visinya jelas  untuk menciptakan siswa yang lebih mandiri, kreatif, dan berpikiran kritis melalui pemberian kebebasan dalam menentukan jalur belajar mereka. Dalam pendekatan ini, guru memiliki peran krusial sebagai fasilitator, pendamping, dan inspirator siswa. Oleh karena itu, peningkatan kualitas guru harus menjadi prioritas utama dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Namun, merealisasikan tujuan ambisius Kurikulum Merdeka tidak dapat dicapai tanpa adanya kerja sama, bahu-membahu semua komponen masyarakat yang terlibat dalam kemajuan Pendidikan. Hal ini yang seharusnya menjadi perhatian serius dalam mengeksekusi kurikulum merdeka sehingga tidak terkesan hanya terlalu terburu-buru atau embrio yang  belum siap dilahirkan.

Kunci sukses dari kurikulum merdeka adalah guru. Guru sebagai nafas kurikulum merdeka harus mampu untuk menciptakan proses pembelajaran yang menarik mulai dari pembelajaran yang bersifat berdiferensiasi, penguasaan teknologi dalam proses pembelajaran, strategi pengenalan project penguatan profil pelajar Pancasila yang menyenangkan, dan komponen-komponen lain yang menunjang proses belajar mengajar. Dalam hal ini guru perlu mengupdate kemampuannya dengan mengikuti program-program pengembangan yang sudah di sediakan oleh pemerintah dalam platfrom merdeka mengajar, seminar-seminar berkelanjutan, serta program workshop implmentasi kurikulum merdeka yang biasa dilaksanakan  empat hari sebelum tahun pembelajaran baru dilaksanakan. Jika berkaca pada hasil program pengembangan profesi guru selama ini, belum memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan mutu kualitas di Indonesia. Untuk itu diperlukan gerakan yang massif khususnya Penguatan dan perubahan paradigm guru shift paradigm dapat menjadi prioritas dalam program pengembangan, tujuannya dapat memberikan bekal secara filosofis, pemulihan idealism dan dorongan untuk selalu bersikap adaptif dalam setiap perubahan. Upaya-upaya serius dengan mengandeng berbagai pihak seperti pemberdayaan guru pengerak di sekolah, guru praktik baik, brainstorming, pemberdayaan platform merdeka mengajar, dan pemberdayaan jaringan program musyawarah guru mata pelajaran. Dengan demikian maka secara perlahan, tapi pasti implementasi kurikulum merdeka dapat dieksekusi dengan baik.

Sebenarnya dalam upaya mewujudkan visi ambisius percepatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan penerapan kurikulum merdeka dapat tersinergi dengan baik jika optimalisasi guru pengerak dapat dijalankan dengan baik. Hal ini dikarenakan guru pengerak merupakan salah satu agen perubahan dalam pendidikan. Guru pengerak bukan hanya sekadar pengajar, tetapi juga pendobrak batas dalam pembelajaran yang lebih dinamis dan relevan. Inilah dinamika Guru Pengerak, yang membawa transformasi pendidikan menuju masa depan yang lebih baik. Revolusi dalam Ruang Kelas. Salah satu aspek menarik dari dinamika Guru Pengerak adalah revolusi yang mereka bawa dalam ruang kelas. Jika sebelumnya ruang kelas dipandang sebagai tempat di mana guru menyampaikan materi dan siswa hanya sebagai penerima pasif, maka Guru Pengerak mengubah pandangan tersebut. Mereka menghadirkan suasana kelas yang lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan.Guru Pengerak menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, dengan mengintegrasikan metode pembelajaran yang inovatif dan teknologi. Mereka menggunakan media pembelajaran modern, seperti video interaktif, simulasi, dan platform e-learning, untuk membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Dengan pendekatan ini, Guru Pengerak berhasil menciptakan suasana kelas yang lebih hidup dan menginspirasi.

Guru Pengerak tidak takut untuk mendobrak batasan pembelajaran konvensional. Mereka berani menghadirkan metode pembelajaran yang out of the box dan menyajikan materi pelajaran dalam bentuk yang lebih menarik. Tak jarang, mereka menciptakan pembelajaran berbasis proyek atau bermain peran untuk menggugah kreativitas dan kemampuan problem-solving siswa. Dinamika Guru Pengerak juga terlihat dalam kemampuan mereka untuk menggabungkan berbagai disiplin ilmu dalam pembelajaran. Mereka memanfaatkan pendekatan interdisipliner untuk mengajarkan konsep dan keterampilan yang kompleks dalam kerangka konteks yang lebih luas. Hal ini membuat pembelajaran lebih terintegrasi dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru Pengerak tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai motivator dan pembimbing bagi siswa. Mereka memiliki kemampuan untuk mendengar dan memahami kebutuhan serta minat setiap siswa secara individu. Dengan demikian, Guru Pengerak mampu memberikan dukungan dan dorongan bagi setiap siswa untuk meraih potensi terbaik mereka.

Dalam dinamika Guru Pengerak, motivasi bukan hanya tentang memberi pujian, tetapi juga tentang memberikan umpan balik konstruktif dan memberdayakan siswa untuk menjadi mandiri dalam belajar. Guru Pengerak mengajarkan siswa untuk menghadapi tantangan dan kegagalan dengan kepala tegak, serta memberikan dukungan untuk mencari solusi dan belajar dari pengalaman tersebut. Semangat kritis dan kreatif menjadi hal yang sangat dihargai. Mereka mengajarkan siswa untuk berpikir secara kritis dan tidak menerima informasi begitu saja. Guru Pengerak mendorong siswa untuk bertanya, mencari jawaban, dan mengembangkan gagasan mereka sendiri. Di sisi lain, Guru Pengerak juga mengapresiasi kreativitas siswa. Mereka memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi imajinasi mereka, menciptakan karya seni, atau mengembangkan inovasi teknologi. Dinamika ini mengajarkan siswa untuk berani berbicara dengan ide-ide baru dan melihat masalah sebagai peluang untuk menciptakan solusi yang inovatif.

Sayangnya, dengan banyak keunggulan guru pengerak justru realitasnya perekrutan justru menjadi batu sandungan, hal ini dikarenakan dengan beberapa peryaratan calon guru pengerak yang tidak bisa diikuti oleh semua  guru seperti harus minimal sudah mengajar selama lima tahun atau berusia minimal 50 tahun ke bawah sebelum perekrutan. Artinya bahwa ada batasan yang membuat pergerakannya sedikit terbatas dikarenakan banyak guru yang justru bersemangat untuk berpartisipasi pada program ini terhalang dengan dua prasyarat di atas.

wartawan
Natalino Muni Nepa Rassi, S.Pd., M.Pd
Category

Tidak Bisa Berenang, ABK Tewas di Perairan Benoa

balitribune.co.id | Mangupura - Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM. Banyu Urip I berinisial B (23) ditemukan tewas di kedalaman kurang lebih 14 meter, di Perairan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan dengan jarak kurang lebih  20 meter dari belakang buritan KM Banyu Urip 1, Minggu (17/8) pukul 15.10 Wita. Penyebabnya, korban terjatuh dari kapal dan tidak bisa berenang.

Baca Selengkapnya icon click

Rencana Indonesia Power Bangun PLTS Ditolak Warga Desa Pejarakan

balitribune.co.id | Singaraja - Rencana PLN Indonesia Power membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan Hutan Desa, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, ditolak warga. Penolakan itu disampaikan warga kepada Kepala Desa/Perbekel Desa Pejarakan, Made Astawa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

WNA Spanyol Tewas saat Spearfishing di Perairan Pemuteran

balitribune.co.id | Singaraja - Tragedi menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Spanyol, Lopez Pino Ferran (37), yang ditemukan tak bernyawa ketika melakukan aktivitas spearfishing atau memanah ikan di laut Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Diduga, korban mengalami blackout saat berada di kedalaman sekitar 20 meter.

Baca Selengkapnya icon click

Turyapada Tower Hadirkan 22 Kanal TV Digital

balitribune.co.id | Singaraja - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta kembali melaunching siaran televisi digital melalui Turyapada Tower Komunikasi Bali Smart (KBS) 6.0 Kerthi Bali, pada Senin (18/8). Turyapada Tower merupakan jaringan Single Frequency Network (SFN) pertama di Indonesia yang memungkinkan penyiaran digital dengan kualitas lebih baik dan jangkauan lebih luas.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Atraksi Seni dan Budaya Bertepatan HUT RI di Kawasan Pariwisata Nusa Dua Menarik Perhatian Turis Asing

balitribune.co.id | Badung - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80 pada Minggu (17/8) menarik perhatian para turis asing yang berada di kawasan pariwisata Nusa Dua Kabupaten Badung. Pengelola Kawasan Nusa Dua menghadirkan rangkaian peringatan HUT RI tahun ini dikemas istimewa dengan Cultural Parade menampilkan beragam atraksi seni dan budaya, sekaligus menjadi bagian dari road to Nusa Dua Fiesta 2025.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.