Harga Jagung Melambung Tinggi, Peternak Ayam Petelur Terancam Gulung Tikar | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 13 April 2024
Diposting : 17 January 2024 02:52
AGS - Bali Tribune
Bali Tribune / AYAM PETELUR - Salah satu peternakan ayam petelur di Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem.

balitribune.co.id | AmlapuraHarga jagung di pasaran melambung tinggi sejak dua pekan terakhir. Berdasarkan informasi yang dihimpun Bali Tribune di sejumlah pasar tradisional di Karangasem, di antaranya di Pasar Amlapura Timur dan Pasar Terminal Karangsokong, Subagan, harga jagung saat ini sudah meyentuh Rp 10.000 perkilo. Artinya naik sebesar Rp. 4000 dari harga sebelumnya Rp.6000 perkilo.

Harga tersebut merupakan harga jagung butiran yang belum di giling atau di seroh. Selain harganya yang melambung tinggi, saat ini baik pedagang maupun peternak ayam petelur juga kesulitan mendapatkan pasaokan jagung dari pemasok atau distributor. Ini dirasakan oleh sebagain besar peternak ayam petelur di sentra peternakan di Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Drh. Rusnawan, salah seorang peternak di desa ini mengakui jika saat ini sangat sulit mendapatkan pasokan jagung akibat terjadinya kelangkaan menyusul cuaca buruk yang terjadi akibat dampak Elnino. “Sebelumnya saya mencari jagung hingga ke Pulau Sumbawa, namun sekarang disana kosong tidak ada yang menanam dan panen jagung. Jadi sekarang saya harus berburu jagung kedaerah lain dan kemamrin saya mendapatkan jagung di Jawa Timur,” ungkap Rusnawan.

Itu dia lakoni agar ternak ayamnya bisa tetap berproduksi dan karyawannya bisa tetap bekerja, kendati harga telur dengan harga pakan ternak tidak Balance atau tidak seimbang. Disebutkannya, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kenaikkan harga jagung saat ini bisa dibilang tidak masuk akal. Karena biasanya harga jagung itu naiknya Rp. 500 hingga 1000 perkilo, sekarang langsung melambung dan naik hingga Rp. 5000 untuk setiap kilonya.

Rincinya ujar Rusnawan, usai perayaan Tahun Baru harga jagung masih Rp. 5000-6000 perkilo, tapi saat ini melonjak drastis hingga menyentuh Rp. 9000-9.500 perkilonya. “Kalau harga jagung tidak turun dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan ini,  saya khawatir banyak peternak yang tidak bisa bertahan dan bisa gulung tikar karena tidak kuat menanggung biaya produksi yang meningkat drastis,” lontarnya.

Untuk itu dia dan peternak lainnya di Pesedahan berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga jagung di pasaran. Sementara itu, sat ini dia dan peternak lainnya belum berani menaikkan harga telur ayam. Dikatakan, ada banyak pertiimbangan, salah satunya saat ini pasar masih lesu dan permintaan telur ayam belum ada peningkatan. “Kalau saya naikkan harga telurnya, agak sulit juga karena saat ini pasar masih lesu. Ya kami berharap harga jagung bisa segera turun. Karena untuk peternakan ayam petelur itu jagung menjadi makanan utama yang dicampur dengan bahan lainnya,” bebernya.

Untuk telur ayam di tingkat peternak, untuk ukuran sedang dijual dengan harga Rp. 42.000 per-krat, sementara untuk telur ukuran besar dijual dengan harga Rp. 45.000 per-karat.