Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Harga Masih Melambung, Pasokan Cabai dan Bawang Merah Terbatas

Bali Tribune / Minimnya pasokan cabai dari Jawa menyebabkan harga cabai dan bawang merah di pasaran kini melambung tinggi.

balitribune.co.id | Negara - Menjelang Nyepi tahun baru saka 1943, harga cabai dan bawang merah di pasaran hingga kini masih melambung tinggi. Ditengah minimnya daya beli masyarakat akibat dampak pandemi, pedagang kesulitan menjual secara eceran lantaran harga yang tinggi. Pedagang kini hanya memasok kebutuhan dapur tersebut dalam jumlah yang terbatas.

Sejumlah pedagang di beberapa pasar di Jembran mengaku harga cabai sudah mengalami kenaikan sejak pertengahan Februari lalu. Sedangkan harga bawang merah mengalami peningkatan sejak sepekan yang lalu. Salah seorang pedagang sembako di Pasar Adat Lelateng, Putu Eli Septiantari (27) asal Kelurahan Dauhwaru, Jembrana mengaku harga cabai yang awalnya pada minggu pertama Februari di kisaran Rp 30 ribu per kg kini sudah menyentuh harga di kisaran Ro 100 ribu per kg.

Ia menyebut mahalnya harga cabai lantaran pasokan ke Bali minim akibat produksi cabai di luar Bali yang menurun dampak musim pengujan. “Dari lokalan ada sih, tapi jauh lebih mahal” ujarnya. Selain cabai, ia menyebut harga bawang merah juga meningkat drastis. Dari sebelumnya 25 ribu per kg, kini sudah dikisaran Rp 35 ribu, “sama juga, dari jawa pengirimannya terbatas, kami jadi kesulitan jual karena yang beli eceran,” ujarnya. Begitupula yang diungkapkan pedagang lain, Putu Agustari (45).

Pedagang di Pasar Umum Negara ini mengatakan pasokan cabai local tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan pasar sedangkan pasokan dari sejumlah wilayah di Jawa sangat terbatas. “Pasokan cabainya terbatas. Kalau bawang merah dari Jawa kosong, kami hanya dapat pasokan dari Kintamani,” jelasnya. Ia pun kini mengaku tidak berani memasok cabai dan bawang terlalu banyak, “dengan harga tinggi dan pembeli yang minim, sekarang paling banyak 5 kg saja” ungkap pedagang asal Dauhwaru ini.

Salah seorang pedagang klontong di Pasar Impres Negara, Komang Warisini (50) asal Lingkungan Satria, Pendem juga mengaku dengan produksi yang minim, pemasok cabai dan bawang merah dari Jawa lebih memilih mengirim ke Jakarta karena harga jualnya yang lebih tinggi di bandingkan di pasaran di Bali, “cabai yang ke Bali sedikit sekali. Bawangnya lagi sudah lima hari tidak ada datanggg dari Jawa. Hanya lokalan saja.. Ia pun menyatakan permintaan terhadap cabai dan bawang merah jauh menurun.

Sementara itu Kepala Dinas Keporasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag ) Kabupaten Jembrana, I Komang Agus Adinata dikonfirmasi mengakui setiap musim penghujan persoalan yang terjadi pasokan sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti cabai dan bawang kembali bermasalah, “produksinya mini dari Jawa, sedangkan distributor lebih memilih mengirim ke Jakarta dengan harga yang lebih mahal. Sehingga mau tidak mau kita di Bali mengikuti agar bisa dapat pasokan walau tidak banyak,” ungkapnya.

Sedangkan cabai dan bawang merah local di Bali menurutnya tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar, “local produksinya juga minim” ujarnya. Kendati pasokannya terbatas, namun ia memastikan hingga kini belum sampai terjadi kelangkaan dua komoditas bumbu dapur tersebut. “tidak langka, tapi terbatas saja pasokannya karena pedagang juga tidak berani stok terlalu banyak karena harganya mahal dan sepat busuk. Kami rencanakan sebelum Nyepi ada operasi pasar, harapannya bisa menstabilkan harga” tandasnya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Kebakaran Lahan di Kawasan Wisata Tulamben, Warga Panik Melihat Kobaran Api

balitribune.co.id | Amlapura - Kebakaran lahan terjadi di wilayah Objek Wisata Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, pada Sabtu (12/9/2026) malam hingga Minggu (13/9/2026) pagi. Kobaran api yang meluas akibat tiupan angin kencang ini membuat warga di Dusun Tegal Langlangan, Desa Datah, Kecamatan Abang yang berbatasan dengan Kecamatan Kubu ini panik karena api mengarah ke dusun mereka.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Satria Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Dawan

balitribune.co.id | Semarapura - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Anggota PYP Group menyerahkan bantuan paket sembako serta bantuan biaya sekolah sebesar Rp1.600.000 kepada anak yatim piatu. Penyerahan bantuan ini dilaksanakan di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, dan Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Sabtu (12/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Telan Dana Rp99 Miliar, Pembangunan Pasar Mentigi Resmi Dimulai

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, memimpin peletakan batu pertama (groundbreaking) tanda dimulainya Pembangunan Pasar Mentigi di Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Sabtu (12/9/2026). Pasar Mentigi ini dirancang sebagai pusat perekonomian baru sekaligus motor penggerak pariwisata di Nusa Penida. 

Baca Selengkapnya icon click

Wali Kota Tegaskan Juru Parkir Wajib Berikan Karcis

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar menyorot secara tegas persoalan pengelolaan parkir di Kota Denpasar, khususnya di ruang milik jalan (Rumija). Terutama pembenahan tata kelola, penguatan pengawasan terhadap juru parkir (jukir), hingga kepastian pemberian karcis sejak kendaraan memasuki area parkir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkot Denpasar Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Manggarai

balitribune.co.id I Manggarai - Pemerintah Kota Denpasar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Korpri Kota Denpasar menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Jumat (11/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Satpol PP Denpasar Amankan 10 Orang Pelanggar Ketertiban

balitribune.co.id I Denpasar - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar menertibkan 10 orang pelanggar ketertiban umum, Jumat (11/9/2026). Mereka terdiri atas satu orang manusia silver, lima orang pengamen, satu orang badut, satu orang pedagang kerupuk, serta dua orang pengemis.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.