Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hari Keluarga Nasional ke-32 Provinsi Bali, Pentingnya Keluarga Tangguh untuk Indonesia Maju

BKKBN Bali
Bali Tribune / KIKA -  Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS. dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani

balitribune.co.id | Denpasar - Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tingkat Provinsi Bali dijadikan momentum untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Generasi muda diminta harus siapkan mental sebelum menikah. Permintaan ini disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani mewakili Sekda Provinsi Bali.

"Menikah itu bukan hanya sekedar menikah. Untuk itu, pesan kami di Hari Keluarga ini bagi generasi muda harus siapkan mental sebelum menikah," ungkapnya seusai perayaan Harganas Provinsi Bali di Pelataran Barat Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Jumat (11/7).

Dikatakan Aryani, pentingnya perencanaan yang matang sebelum menikah, termasuk melakukan skrining kesehatan dan memahami hak serta kewajiban sebagai pasangan. “Intinya kami tidak pernah melarang orang menikah apalagi sudah masuk usia ideal, 21 tahun untuk perempuan dan 25 laki-laki. Itu minimal ya. Tapi pesan kami matangkan perencanaan biar tidak menyesal nantinya,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster telah meluncurkan sejumlah kebijakan strategis dalam peningkatan kualitas keluarga, termasuk Program Satu Keluarga Satu Sarjana. "Ini adalah upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat sektor pendidikan. Tentunya, hasil dari program ini tidak bisa langsung dirasakan dalam waktu singkat. Kan semua pasti ada proses ya,” ujarnya.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS., mengatakan tema tahun ini, “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”, menegaskan pentingnya membangun keluarga tangguh sebagai pondasi pembangunan berkelanjutan. "Pesan utama yang disampaikan pada peringatan tahun ini adalah urgensi membangun keluarga yang tangguh demi melahirkan generasi sehat, cerdas, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” katanya.

Perencanaan keluarga harus dimulai dari hulu, yakni calon pengantin. Edukasi, pelayanan KB, hingga kampanye sosial telah dilakukan dalam rangkaian peringatan Harganas ke-32. “Menikah itu bukan sekadar menyalurkan nafsu. Butuh kedewasaan karena akan menyatukan dua keluarga besar. Jadi matangkan dulu sebelum memutuskan menikah. Ini kuncinya. Menerima anaknya menjadi suami atau isteri, terima juga orang tuanya dan keluarganya. Jangan hanya terima anaknya saja, kalau tidak ada orang tuanya tidak mungkin ada anaknya” imbuh Luhde.

Puncak acara juga diramaikan dengan pemberian penghargaan kepada OPD KB Kabupaten/Kota atas kontribusi dalam menyukseskan program BKKBN, serta pembagian hadiah bagi peserta jalan santai. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain perwakilan Komisi IV DPRD Bali, Koalisi Kependudukan, Darma Wanita Persatuan, Kepala BNN, Duta GenRe, TP PKK, Kakanwil DJPB, dan undangan lainnya.

wartawan
RAY
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Badung Pimpin Rapat Evaluasi ASPER PSBS

balitribune.co.id |  Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin rapat pembahasan laporan kinerja sektoral serta evaluasi Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (ASPER PSBS), bertempat Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (16/4/2026). Rapat ini diikuti oleh Kepala OPD dilingkungan Pemkab. Badung beserta Camat se-Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Digelar di Bali United Training Center Gianyar, POLIPONI Bali Menghadirkan Konser Secara Baik dan Benar

balitribune.co.id | Gianyar - Mengusung tagline “Si Paling Konser”, POLIPONI Bali hadir sebagai pagelaran musik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman konser yang tidak hanya kuat dari sisi line-up, tetapi juga matang dalam kualitas produksi, tertata dalam pengelolaan, dan nyaman dinikmati audiens dari awal hingga akhir acara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Orangtua Wajib Memahami Kualitas Susu Formula Tidak Cukup Dinilai dari Kemasan

balitribune.co.id | Jakarta - Ditengah tingginya masalah kesehatan gigi anak di Indonesia, orangtua tidak lagi bisa memilih susu formula hanya berdasarkan klaim manfaat di bagian depan kemasan. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 93% anak Indonesia mengalami karies gigi. Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap karies gigi, diabetes, serta risiko kesehatan jangka panjang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.