Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hari Raya Keagamaan Mendorong Perusahaan Pakaian Semakin Berinovasi

Bali Tribune / ilustrasi

balitribune.co.id | DenpasarSaat hari raya keagamaan seperti sekarang ini, perusahaan retail pakaian menggenjot pertumbuhan bisnisnya dengan turut memproduksi pakaian-pakaian untuk hari raya. Pasalnya, hari raya keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri menjadi waktu berkumpul bersama dengan keluarga maupun orang terdekat untuk menjalankan ibadah dan ajang silaturahmi. Menyambut momen penuh sukacita ini, semua orang mulai mempersiapkan kebutuhan yang mendukung kegiatan di hari kemenangan, termasuk pakaian terbaik yang nyaman. 

Menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pakaian yang nyaman digunakan saat hari raya, perusahaan fesyen pun berinovasi dengan memproduksi berbagai item esensial. Sehingga dapat dijadikan pilihan untuk gaya berlebaran seluruh keluarga di momen kebersamaan yang istimewa tersebut. Lisqia Lalantika, Marketing Manager salah satu perusahaan pakaian mengatakan, momen hari raya keagamaan selalu menjadi momen kebersamaan yang ditunggu-tunggu. Dalam merayakan momen kebersamaan bersama keluarga, kerabat, juga teman tersayang, tentunya kebutuhan untuk tampil spesial harus menunjang kenyamanan beraktivitas di hari raya, mulai dari pagi hari bahkan hingga seharian penuh. 

"Dengan koleksi yang dapat melengkapi kebutuhan seluruh keluarga, lewat rangkaian koleksi untuk ayah, ibu, dan anak yang serasi dan nyaman berbagai koleksi yang stylish, praktis, dan nyaman ini akan menghadirkan keceriaan bersama keluarga di hari raya nanti. Koleksi esensial ini tak hanya melengkapi kebutuhan keluarga di momen spesial hari raya, tetapi juga bisa dipakai di berbagai aktivitas keseharian lainnya," jelasnya dalam siaran persnya, Kamis (14/3). 

Kata dia, sederet item esensial hari raya kali ini dalam palet warna natural dan lembut, dimana selain mudah dipadupadankan, juga serasi saat dikenakan bersama keluarga. Momentum berfoto bersama keluarga pun jadi lebih stylish dalam harmonisasi warna yang chic dan tentunya nyaman untuk dikenakan menemani serangkaian kegiatan di hari raya.

Ia mengatakan, untuk koleksi pria karena aktivitas di hari raya cukup panjang, mulai dari ibadah Sholat Ied di pagi hari hingga keliling berkunjung ke sanak keluarga menuntut dukungan dari pakaian yang memberi kenyamanan. Maka kenakan kemeja katun linen kerah tegak lengan pendek atau kemeja katun modal kerah tegak lengan pendek untuk pilihan atasan pria yang nyaman dipakai di kesempatan formal hingga kasual. 

"Untuk lengan panjang bisa memilih kemeja katun linen kerah tegak lengan panjang sebagai padanannya, pilihan celana ankle rapi, jeans warna ultra stretch, atau celana rileks katun ankle tersedia untuk melengkapi tampilan serasi. Selain itu, kaos polo kerah terbuka lengan pendekdipadu dengan celana rileks katun bisa menjadi pilihan untuk tampilan lebih kasual," sarannya. 

Sedangkan untuk koleksi pakaian wanita yang santun dari item hari raya esensial yakni gaun, atasan dan celana. Kata dia, pilihan gaun linen blend kerah persegi lengan pendek bisa menampilkan sisi feminin. Bahkan dapat dikenakan sebagai tunik untuk dikombinasikan dengan pilihan bawahan agar menambah tampilan stylish. 

"Begitupun koleksi untuk anak yang aktif supaya nyaman berkegiatan seharian di hari raya tentunya si kecil yang aktif memerlukan pakaian yang nyaman dan memberi keleluasaan bergerak. Material yang nyaman juga penting dalam pemilihan pakaian anak agar mudah menyerap keringat," imbuh Lisqia.

wartawan
YUE
Category

Astra Motor Bali Konsisten Jaga Tradisi, Dukung Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival 2026

balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian seni dan budaya Pulau Dewata dengan mendukung gelaran Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOOF) 2026. Tradisi unik yang dilaksanakan tepat pada hari Ngembak Geni, sehari setelah Hari Suci Nyepi ini, berlangsung meriah di depan Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan, Jumat (20/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Badung dan Bupati Hadiri Dresta Lango dan Dharma Shanti Desa Adat Bualu

balitribune.co.id | Mangupura – Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, bersama Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu Tahun 2026, yang digelar pada Jumat (20/3/2026).

Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Adat Bualu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gema Takbir dan Ngembak Geni Berpadu, Potret Harmoni Idul Fitri dan Nyepi 1948 di Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Ketika umat Hindu menjalani Ngembak Geni rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1948, gema takbir dari umat Muslim yang merayakan malam Idul Fitri 1447 Hijriah pun mengalun berdampingan.

Dalam suasana penuh penghormatan dan kebersamaan ini, Polda Bali hadir memastikan harmoni tetap terjaga.

Baca Selengkapnya icon click

Dampingi Wabup Buka Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV, Nyoman Satria Apresiasi Kreativitas Yowana

balitribune.co.id | Mangupura - ​Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Satria bersama Ketua WHDI Badung yang juga anggota DPRD Ni Putu Yunita Oktarini mendampingi Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, dalam pembukaan resmi Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV yang digelar di Taman Bencingah Puri Ageng Mengwi, Rabu (18/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harmoni Buleleng: Usai Nyepi, Ribuan Warga Muhammadiyah Gelar Salat Id di Eks Pelabuhan

balitribune.co.id | Singaraja – Suasana penuh toleransi dan kebersamaan mewarnai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Buleleng, Bali. Tepat setelah berakhirnya Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Id di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (20/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Nyepi Berdarah di Seririt, Satu Orang Luka Serius Akibat Tebasan Samurai

balitribune.co.id | Singaraja - Suasana sakral Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 tercoreng oleh peristiwa berdarah yang terjadi di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam ini terjadi di Banjar Dinas Kajanan dan kini tengah ditangani oleh aparat kepolisian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.