Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hilirisasi Pertanian Bangun Fundamental Perekonomian Bali

Bali Tribune/Gubernur Bali, I Wayan Koster Bersama Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Ellyanus Pongsoda dan Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho.

balitribune.co.id | Denpasar - Gubernur Bali, I Wayan Koster bertekad membangun fundamental perekonomian Bali dari hulu hingga hilir. Hal itu diungkapkan Gubernur Koster saat menghadiri "Simakrama Tahun Baru 2020" yang digelar KPw BI Bali di kantor KPw BI Bali, Denpasar, Rabu (7/1/2020). Acara simakrama ini dihadiri Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Ellyanus Pongsoda, perbankan, praktisi dan segenap jajaran kedua instansi terkait. 

Dijelaskan Gubernur Koster perekonomian Bali harus kuat yang berbasis pada pertanian, industri kerajinan rakyat, budaya yang memang harus diperkuat kelembagaannya dalam bentuk usaha kecil, menengah dan koperasi. 

Sektor pertanian mesti dibangun dengan konsisten terutama yang berkaitan dengan sektor hilirnya, kalau di hulu sudah sangat baik, tetapi bagaimana di hilirnya dan kita akan fokus akan hal itu. 

"Penekanan hilirisasi pertanian yang berkaitan dengan sentra, produk dan juga industri olahan serta mengembangkan produk berorientasi ekspor. Tahun 2020 ini kita akan fokus kesana," tukasnya. 

Apa yang disampaikan Gubernur Koster tentang hilisasasi pertanian sebetulnya sudah mulai dilakukan. Sebagai langkah awal, baru-baru ini Gubernur Koster telah menandatangani MoU dengan Menteri Pertanian dan beberapa Dirjen saat kunjungannya ke Provinsi Bali, tanggal 4 Januari 2020 lalu 

Kedatangan Menteri Pertanian RI ke Bali tidak disia-siakan  Gubernur I Wayan Koster bersama jajarannya dalam hal ini Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura  yang langsung berinisiatif membuat kesepakatan dengan Kementerian Pertanian sebagai wujud membangun fundamental perekonomian Bali melalui hilirisasi sektor pertanian. Pemerintah Bali  mendorong sektor pertanian agar lebih berdaya guna serta upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah petani Bali. 

MoU Pemerintah Provinsi Bali dengan Kementerian Pertanian RI melalui dirjen tanaman pangan, dirjen peternakan dan dirjen perkebunan.

MoU dengan Dirjen Tanaman Pangan terkait dengan akan dilaksanakannya ekspor beras Bali ke negara Australia dan Timor Leste. Beras yang akan diekspor yaitu jenis premium dan organik dengan target sampai dengan 2025 yaitu 25 ribu ton. 

Sedangkan MoU dengan Dirjen Peternakan, bahwa sampai tahun 2025, populasi ternak sapi Bali sudah menjadi 1 juta ekor. Bahkan dalam menjaga keberlangsungan sapi Bali, kedepan Bali akan membangun pabrik pakan ternak sendiri di wilayah Tabanan. 

Lantas yang terakhir Pemerintah Provinsi Bali juga melaksanakan MoU dengan Dirjen Perkebunan terkait dengan peningkatan ekspor kopi dan kakao Bali, tiga kali lipat sampai dengan tahun 2025. Dan inipun bisa dilakukan, sekarang saja sudah melakukan ekspor 40 ton setahun. Tinggal bagaimana meningkatkan menjadi 120 ton sampai dengan tahun 2025. 

Selain itu Gubernur Koster juga akan mengembangkan dan memperkuat usaha kecil, mikro dan koperasi baik yang menyangkut permodalan, sarana-prasarana dan sumber daya yang lainnya. 

"Bali sangat memungkinkan hal itu dilakukan dengan bantuan lembaga-lembaga keuangan/perbankan membentuk kemitraan dalam mendorong dunia usaha di Bali," sebutnya. Kita akan tingakan jangkauannya, termasuk peningkatan kualitas produknya yang orientasinya keluar. 

"Menurut saya, hal ini bisa menjadi parameter fundamental pembangunan perekonomian Bali kedepannya lantaran ada sinergitas berbagai pihak," imbuh Gubernur Koster.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Rem Blong di Pecatu, Truk Kontainer Tabrak Molen, Satu Sopir Tewas Tergencet

balitribune.co.id | Kuta - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Padang Padang-Labuan Sait, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, pada Selasa malam (27/1) sekitar pukul 23.00 WITA. Truk kontainer diduga mengalami rem blong dan menabrak truk molen, menyebabkan sopir truk kontainer tewas di lokasi kejadian. Evakuasi para korban pun berlangsung dramatis. Pasalnya, kedua sopir tergencet kendaraannya masing-masing.

Baca Selengkapnya icon click

Akses Kesehatan Masyarakat Diperkuat, Tabanan Raih Penghargaan UHC 2026

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah Kabupaten Tabanan meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2026 dalam acara yang digelar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa, (27/1). Penghargaan diterima Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang mewakili Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., sebagai bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Awali 2026, BNN Bali Ungkap Jaringan Ganja Lintas Provinsi Sumatera – Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Mengawali tahun 2026, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali berhasil mengungkap dua jaringan narkotika lintas provinsi Palembang-Bali. Dalam operasi ini, petugas mengamankan tiga orang tersangka beserta barang bukti ganja dalam jumlah besar.

Baca Selengkapnya icon click

Transformasi LPD Butuh SDM Unggul

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk memperkuat Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai pilar utama ekonomi desa adat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, I Gusti Agung Kartika Jaya Seputra, saat membuka kegiatan Pra-Asesmen LPD di Denpasar, Senin (26/1).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belasan Ribu Pohon Perindang Kota Denpasar Diansurasikan

balitribune.co.id | Denpasar - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta pada tahun 2026 untuk asuransi pohon perindang. Program ini mencakup 15.863 batang pohon yang tersebar di sepanjang jalan protokol di bawah pengelolaan DLHK Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Pancasila sebagai Kompas Aksi, Bukan Sekadar Teks Suci

balitribune.co.id | Pendidikan Pancasila di sekolah masih sering dipandang sebagai pelajaran pelengkap dan kurang memiliki daya tarik dibandingkan mata pelajaran MIPA. Pembelajaran lebih sering menekankan pada hafalan, bersifat dogmatis dan miskin praktik reflektif. Akibatnya, murid hanya mengenal Pancasila sebagai rangkaian kalimat yang harus dihafal, bukan sebagai panduan moral dan dasar pengambilan keputusan dalam kehidupan nyata.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.