Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hujan dan Angin Kencang Melanda Karangasem

Bali Tribune / PENANGANAN - Petugas dari BPBD Karangasem penanganan pohon tumbang menimpa rumah di Jalan Sudirman, Amlapura, Karangasem.

balitribune.co.id | Amlapura - Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasempada Minggu (20/2) malam hingga Senin (21/2) dini hari, menyebabkan bencana pohon tumbang menimpa bangunan di beberapa tempat.

Di Jalan Sudirman, Gang Sandat, Amlapura, sebuah rumah tempat tinggal yang sekaligus berfungsi sebagai gudang usaha catering milik salah seorang warga, rusak berat pada beberapa bagian atapnya setelah tertimpa pohon kelapa yang tumbang setelah diterjang hujan dan angin kencang. I Gusti Ngurah Ardika, pemilik rumah yang tertimpa pohon tersebut, kepada media ini mengaku jika sebelumnya memang terjadi hujang disertai tiupan angin yang sangat kencang mulai Minggu malam hingga Senin dini hari. “Anginnya sangat kencang, sekitar pukul 04.00 Wita, saya kaget dengan suara hantaman keras pada bagian atap rumah saya, sampai genting dan plafon berjatuhan ke kamar. Saya langsung loncat keluar rumah,” ungkapnya.

Setelah di periksa, ternyata beberapa bagian atap rumahnya sudah rusak parah tertimpa pohon kelapa setinggi 15 meter yang tumbang akibat diterjang angin kencang. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian ini, namun akibat kejadian itu pemilik rumah mengaku mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

Di Banjar Dinas Gumung, Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Karangasem, bangunan dapur milik I Komang Winten, warga kurang mampu di desa tersebut, hancur tertimpa pohon kelapa setinggi 20 meter yang tumbang akibat diterjang hujan dan angin kencang. Kepada media ini, Komang Winten menceritakan, sebelumnya angin bertiup sangat kencang, dan dirinya sebenarnya saat itu sudah was-was karena tiupan angin yang lain dari biasanya. “Anginnya terjadi dua kali pak, yang pertama itu sekitar pukul 02.00 Wita, tapi yang paling kencang itu yang kedua pak, sekitar pukul 04.00 Wita. Saat itu listrik padam, dan saya dikagetkan dengan suara hantaman keras. Ternyata bangunan dapur saya sudah hancur tertimpa pohon kelapa yang tumbang,” ungkapnya.

Beruntung dapur milik warga kurang mampu ini terpisah dari bangunan rumah induk, sehingga bangunan induk tidak ikut rusak tertimpa pohon. Dan Winten mengaku bersyukur rumah induk yang dia tempati terhindar dari hantaman pohon tumbang. Namun demikian kerugian yang dialaminya akibat kejadian tersebut mencapai tujuh juta rupiah.

Sementara itu, di Banjar Dinas Desa, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem, empat bangunan Pelinggih di Padmasana milik I Gede Parwata, warga setempat hancur tertimpa pohon aren tua berukuran besar yang tumbang diterjang angin kencang. Sama Gede Parwata juga mengakui jika angin kencang terjadi sebanyak dua kali. “Pohon aren ini tumbang waktu listriknya padam, pas terjadi angin kencang yang kedua sekitar pukul 04.00 Wita. Saya dengar suara hantaman keras, saya keluar memeriksa dan ternyata bangunan pelinggih saya sudah hancur tertimpa pohon,” sebutnya, sembari mengatakan akibat kejadian kejadian tersebut dirinya mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

BPBD Karangasem bergerak cepat melakukan penanganan kejadiian bencana pohon tumbang yang terjadi di beberapa tempat tersebut. “Langsung kita kerahkan anggota TRC untuk melakukan penanganan sekaligus assesment. Penanganan di beberapa tempat memang tidak bisa langsung dilakukan oleh anggota, karena ada kabel listrik PLN yang ikut tertimpa. Jadi harus berkoordinasi dengan petugas PLN untuk pemadaman aliran listrik, agar tidak membahayakan anggota saat penanganan,” tegas Kalak BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa.

wartawan
AGS
Category

Desa Adat Bongan Puseh Berharap Tradisi Mesuryak Kian Lestari

balitribune.co.id | Tabanan - Desa Adat Bongan Puseh berharap tradisi Mesuryak kian lestari setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tidak benda (WBTB) oleh Pemerintah Pusat pada 15 Oktober 2025 lalu.

Selain terpelihara kelestariannya, tradisi Mesuryak yang sebagian besar dilaksanakan warga Desa Adat Bongan Puseh, bisa dikemas menjadi suatu atraksi budaya untuk kepentingan diversifikasi wisata di Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Alas Kedaton “Panen” Turis

balitribune.co.id | Tabanan - Galungan dan Kuningan, menjadi waktu sangat berharga bagi Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Di momen itu, terutama Umanis Galungan, objek wisata alam berupa hutan yang menjadi habitat kawanan monyet ini banyak dikunjungi turis baik domestik maupun mancanegara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DJP Bali Catat Kinerja Positif Penerimaan Pajak Tumbuh 10,32 Persen

balitribune.co.id | Denpasar - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Hingga Oktober, penerimaan pajak berhasil dihimpun sebesar Rp13,07 triliun, atau 72,68% dari total target tahunan yang dipatok Rp17,99 triliun.

Baca Selengkapnya icon click

Forum Bendesa Adat Ingin Proyek Lift Kaca Dilanjutkan

balitribune.co.id | Semarapura - Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida menyatakan sikap bersama terkait polemik proyek lift kaca di kawasan wisata Kelingking, Desa Bunga Mekar. Perwakilan forum, Jro Ketut Gunaksa, menegaskan seluruh bendesa adat yang hadir sepakat agar pembangunan lift kaca dilanjutkan demi kepentingan masyarakat Nusa Penida.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Adi Arnawa Ikuti Gotong Royong Semesta Berencana Tanam Pohon dan Bersih Sampah

balitribune.co.id | Mangupura - Kegiatan Gotong royong Semesta Berencana Penanaman Pohon dan Bersih Sampah kembali dilaksanakan serentak di seluruh Bali. Kegiatan utama dipusatkan di Kawasan Pantai Telaga Waja, Kelurahan Tanjung Benoa, pada Minggu (30/11). Sebelum melaksanakan kegiatan penanaman 2.000 bibit pohon Mangrove dan bersih sampah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin Apel kesiapan pasukan.

Baca Selengkapnya icon click

Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 75 Ribu per Kilo di Pasaran Pascakuningan

balitribune.co.id | Amlapura - Usai Hari Raya Kuningan, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Karangasem melonjak drastis. Di Pasar Amlapura Timur dan Pasar Terminal Karang Sokong, Subagan, Karangasem, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp. 75.000 perkilo untuk kwalitas super, sementara untuk cabai campuran dijual  sebesar Rp. 65.000  perkilo.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.