Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hunian Hotel di Libur Lebaran Capai 70 Persen

Bali Tribune/ UBUD - Suasana aktivitas pariwisata di Ubud.



Balitribune.co.id | Gianyar - Dibandingkan saat  Pandemi Covid-19, Tingkat hunian hotel di kawasan wisata Ubud, Gianyar tahun ini mengalami peningkatan  dari tahun sebelumnya. Bahkan di momentum  libur hari raya Idul Fitri capainnya hingga 70 persen. Peningkatan terjadi terhadap wisatawan mancanegara dan hanya beberapa orang wisatawan domestik.

Dari pantauam di daerah destinasi wisata, Minggu (16/4/2023), peningkatan aktivitas pariwisata memang meningkat. Namun, wisatawan domestik di libur lebaran ini tidak lagi mendominasi, karena jumlah kunjungan dan hunian lebih banyaj wisatawan asing. Namun demikian, libur lebaran yang  bersamaan dengan paskah menjadikan peningkatan cukup signifikan. "Akumulasinya  lebih korelasi dengan libur lebaran. Okupansi hotel non bintang dan bintang pada bulan April 2023 ada di kisaran 60 hingga 70 persen," ungkap Ketua PHRI Gianyar, Pande Mahayana Adityawarman.

Disebutkan, wisatawan domestik umumnya saat Lebaran ke Ubud untuk makan atau berekreasi dan  tidak menginap. "Mereka datang ke Ubud untuk aktivitas swing datangi daerah tujuan wisata restoran. Sehingga lebih banyak kesana, daripada tinggal atau menginap," lanjutnya.

Kendatipun demikian, pelaku usaha memiliki strategi untuk meningkatkan tingkat hunian wisatawan domestik. Diantaranya promosi. "Kita dari asosiasi maupun hotel berusaha promosi di market domestik tapi tetap memang siklusnya begitu, tidak menjeneralisasi memang ada satu dua hotel yang kuat memang dari dulu market domestiknya. Ada satu dua hotel dapat tamu domestik," sambungnya.

Dan dari 60 persen okupansi, domestik secara global di bulan Maret 10 persen rata- rata. "Harga Ubud tinggi, jumlah kamar lebih sedikit harga lumayan tinggi. Orang datang ke Bali masih ingin pantai, hiburan keluarga malam hari siang hari. Kalau Canggu banyak restoran, waterpark. Ke Ubud paling tidak menikmati alam, Taman Safari, Bali zoo, tapi tidak untuk menginap," bebernya.

Sehingga pihaknya berharap dari sisi keamanan semua stake holder bersama menjaga keamanan bersama kepolisian. Sebab banyak wisatawan liburan dari Jawa ke Bali. "Banyak naik mobil ke Bali, bagaimana kendaraan tidak macet. Bagaimana dari kepolisian lalu lintas, Dishub bisa mengatur arus lalin yang bagus. Tertibkan parkir pinggir jalan atau bahu jalan. Demi kenyamanan wisatawan, karena sedikit-sedikit komplain di sosmed," pungkasnya.

wartawan
ATA
Category

Galaxy A37 5G, Samsung Galaxy A Series Terbaru di Indonesia

balitribune.co.id | Denpasar - Samsung menghadirkan Galaxy A series terbaru di Indonesia, Galaxy A37 5G sebagai solusi paling lengkap untuk anak muda, baik untuk menikmati konten maupun menciptakan konten versi mereka sendiri. Ponsel ini menggabungkan kamera canggih dengan kemampuan Nightography, performa stabil, AI unggulan, baterai tahan seharian, dan durabilitas tinggi dalam satu perangkat yang siap dipakai seharian penuh.

Baca Selengkapnya icon click

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.