Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Imbas Corona, Perajin Anyaman Kulit Ketupat Menganggur

Bali Tribune / ANYAM KETUPAT - Ida Bagus Arya Chanda menganyam kulit ketupat.

balitribune.co.id | Bangli – Merebaknya virus corona (Covid-19) sangat dirasakan dampaknya oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk perajin anyaman kulit ketupat. Sejak sebulan belakangan ini tidak ada lagi permintaan atau pesanan anyaman kulit ketupat.

Kondisi yang kurang menguntungkan ini dirasakan oleh perajin kulit ketupat Ida Bagus Arya Chandra. Pria asal Banjar Brahamana Pande, Kelurahan Cempaga ini mengaku sudah sejak delapan bulan menggeluti usaha membuat anyaman kulit ketupat. Hasil anyaman kulit  ketupat biasanya dijual di pasar Kidul Bangli. ”Untuk anyaman ketupat  saya titip di saudara yang menjual perlengkapan upacara di komplek pertokoan pasar Kidul,” ungkap Ida Bagus Ida Bagus Arya Chandra.

Selain itu  banyak juga yang datang langsung memesannya, biasanya anyaman kulit ketupat dibeli oleh pemilik kantin sekolah, pedagang sate dan kadang para serati banten. Sebut pria yang akrab dipanggil Gus Arya ini untuk bahan yakni slepaan (janur hijau) didapat dengan cara membeli di pengepul janur. Untuk satu ikat janur dibandrol dengan harga Rp 50 ribu. Sementara untuk satu ikat berisikan 250 helai janur. Untuk membuat anyaman kulit ketupat  dilakoni dari pukul 10.00 wita sampi pukul 22.00 wita., ”Kalau malam hari menganyam kadang  dibantu oleh kerabat dekat,” ujar anak nomor dua dari pasutri almarhum IB Putu Chanda dan Sri Pusparina.

Disinggung terkait harga, kata Gus Arya  untuk satu ikat berisi 100 biji anyaman ketupat dibandrol dengan harga  Rp 35 ribu. “Kalau melihat keuntungan memang  tidak seberapa, jika dihitung modal paling keuntungan hanya Rp 40 ribu.” jelas Gus Arya .

Pasca merebaknya virus corona (Covid19) pesanan anyaman kulit ketupat  sangat sepi bahkan bisa dibilang tidak ada lagi ”Kondisinya sudah berlangsung sejak sebulan atau menjelang hari raya Nyepi,” ujarnya. Menurutnya sepinya pesanan karena banyak faktor diantaranya sejak sekolah diliburkan dan adanya pembatasan untuk kegiatan keagamaan serta beberapa desa  mengeluarkan himbauan pembatasan bepergian ke luar desa. ”Langganan kami kebanyakan pemilik kantin sekolah karena sekolah libur praktis tidak ada pesanan, begitu pula untuk kegiatan keagamaan banyak tertunda pelaksanaannya dan diperparah lagi pelanggan kami  yang berasal dari desa tidak  ada lagi berbelanja di pasar Kidul,” ungkap Ida Bagus Arya.

Di tengah sepinya order, Gus Arya mengaku tidak lagi memiliki pekerjaan, untuk  mengisi waktu luang ia mengisi dengan kegiatan memancing di sungai “Dari pada bengong tidak ada pekerjaan, kami mengisi waktu dengan memancing, untuk  masalah makan kami dibantu kerabat,” sebutnya.

Gus Arya berharap agar pandemi corona  bisa secepatnya berlalu sehingga masyarakat bisa beraktifitas normal kembali. ”Mudah-mudahan corona cepat berlalu dan kondisi bisa normal seperti sedia kala,” harap Gus Arya.

wartawan
A.A. Samudra Dinata
Category

Terseret Arus 25 KM, Jenazah Petani Banyuwangi Ditemukan Mengapung di Perairan Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Misteri penemuan sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas yang mengambang di Perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, akhirnya terungkap. Pengungkapan identitas ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang dan penuh kecemasan yang dialami keluarga korban di Banyuwangi.

Baca Selengkapnya icon click

Jadi Tersangka Menghilangkan Arsip Negara, Made Daging Juga Dilaporkan Pemalsuan Surat ke Polda Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Setelah menyandang status tersangka atas dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan, Kepala Kanwil  Pertanahan Provinsi Bali, I Made Daging, A.Ptnh, MH kembali dilaporkan ke Polda Bali dengan tuduhan pemalsuan surat saat ia menjabat sebagai Kepala Pertanahan Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bali, Sepi Tapi Rindu

balitribune.co.id | Sebagai destinasi wisata dunia, Bali akan selalu menjadi perhatian semua orang, apa yang terjadi di Bali, seketika menjadi isu yang hangat dibicarakan, baik di level lokal maupun di level internasional, misalnya soal sampah, macet, dan banjir, ketiganya menjadi topik perbincangan global yang hangat, dan hal-hal semacam itu dianggap menjadi penyebab turunnya pamor Bali di mata wisatawan, mereka enggan ke Bali karena tidak nyaman dan f

Baca Selengkapnya icon click

Dibandingkan 2024, Inflasi Badung Melandai di Tahun 2025, Dampak Positif Bantuan Sosial Hari Raya Keagamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Program Bantuan Sosial menjelang Hari Raya Keagamaan berupa uang sebesar Rp. 2 juta per KK, berhasil menekan angka inflasi daerah Kabupaten Badung. Hal tersebut tertuang dalam laporan Inflasi Tahunan Wilayah Cakupan IHK se-Bali tahun 2024 dan tahun 2025.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dukung Ketahanan Pangan, Manajemen DTW Jatiluwih Salurkan 22,8 Ton Pupuk ke 7 Tempek Subak

balitribune.co.id | Tabanan - Memasuki musim tanam pertama di bulan Januari 2026,  mulai dari Tanggal 30 Desember  2025 - 6 Januari 2026 Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian pertanian berkelanjutan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.