Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Industri Mebel dan Kerajinan Bali Bantalan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

Bali Tribune/ Abdul Sobur.

balitribune.co.id | Denpasar - Pengusaha mebel dan kerajinaan yang tergabung dalam HIMKI merasa bersyukur bahwa di tengah situasi pandemik Covid-19 ini industri furniture dan kerajinan lebih beruntung dari kebanyakan industri sejenis yang memproduksi barang kebutuhan sekunder lainnya. Industri ini mengalami pertumbuhan di masa pandemik Covid-19 ini.
 
Berdasarkan “The Business Research Company”, pasar furnitur global diperkirakan akan tumbuh dari $564,7 miliar pada tahun 2020 menjadi $671,7 miliar pada tahun 2021 atau tumbuh 18%, dan diperkirakan akan mencapai $850,8 miliar pada tahun 2025 dengan CAGR 6%.
 
Pertumbuhan yang terjadi di pasar global tidak terlepas dari permintaan Amerika Serikat yang cukup besar. Yang menyebabkan penjualan di pasar Amerika Serikat ini sangat besar adalah program Work From Home (WFH) dimana aturan ini sangat ditaati dan didukung oleh infrastruktur yang mumpuni sehingga WFH dilakukan dengan baik. Selain itu ada dua faktor penting yang menjadikan pasar AS ter-recovery dengan cepat, yang antara lain disebabkan pasokan dari Tiongkok berkurang akibat perang dagang dan ini menjadi pengaruh besar.
 
“Sebagai gambaran, pada tahun 2019 ekspor Tiongkok ke Amerika Serikat tercatat USD38 miliar dan tahun 2020 hanya tersisa USD 9,5 miliar, artinya ada senilai USD24 miliar pasar yang ditinggalkan Tiongkok akibat perang dagang. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Vietnam dan itu yang menyebabkan ekspor Vietnam ke Amerika Serikat tumbuh pesat,” sebut Ketua Presidium HIMKI, Abdul Sobur, disela Musda DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Senin (28/6) di Denpasar.
 
Tapi menurutnya sehebat apapun Vietnam juga punya keterbatasan, buktinya saat ini Vietnam untuk mengirim barang ke Amerika Serikat butuh waktu (lead time/delivery time) 150 hari.
 
“Vietnam saat ini bisa dibilang sudah mach-out atau full capacity, dan sekali lagi situasi ini seharusnya bisa kita manfaatkan, tapi dalam kenyataanya masih banyak hambatan,” ungkapnya.
 
Sepanjang Januari-April 2021 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya ekspor furniture Indonesia ke dunia meningkat signifikan yakni 39,5% menjadi USD853,9 juta.
 
“Dan apabila pertumbuhan ini bisa dipertahankan dan bahkan ditingkatkan maka diharapkan pada tahun ini ekspor bisa mencapai USD 2,75 sd USD 3 miliar,” tandasnya.
 
Diuraikan, industri mebel dan kerajinan adalah industri yang sangat penting mengingat industri ini merupakan bantalan ekonomi yang kuat pada saat kondisi ekonomi seperti saat ini dan menjadi jalan keluar negara dalam penyerapan tenaga kerja. Sebab sampai saat ini industri mebel dan kerajinan tetap eksis dan menghasilkan devisa bagi negara di saat industri lain terkena imbas krisis, karena industri ini didukung oleh local content yang cukup besar.
 
“Kami tetap optimistis bahwa industri ini akan terus mengalami pertumbuhan. Ini terlihat pada pertumbuhan ekspor tahun 2020 meskipun terjadi wabah Pandemi Covid 19 tetapi industri ini terus tumbuh,” tuturnya.
 
Dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki bisa dikelola dengan baik, Indonesia bisa menjadi leader untuk industri mebel dan kerajinan di Kawasan Regional ASEAN. Dengan ketersediaan bahan baku hasil hutan yang melimpah, sumber daya manusia yang terampil dalam jumlah besar, industri ini bisa menjadi industri yang tangguh.
 
“Bali merupakan rangkaian dari gugusan industri furniture dan kerajinan di Indonesia yang tersebar hampir di seluruh provinsi, dengan sentra-sentra yang cukup besar yang terletak di Jepara, Cirebon, Sukoharjo, Surakarta, Klaten, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, Jabodetabek, dan lain-lain,” ujarnya.
 
Tema yang diusung dalam  Musda DPD HIMKI Bali, kali ini yaitu “Menjadi Mercusuar Industri Mebel dan Kerajinan Bali untuk Sukses Melalui Masa Pandemi”. Menurut  Sobur, melalui Musyawarah Daerah I (Musda) DPD HIMKI Bali bertekad akan menjadi pusat informasi dan motor penggerak industri mebel dan kerajinan Bali, melalui kerjasama antar asosiasi dan instansi pemerintah, dan bahu membahu membangun ekonomi kreatif di Provinsi Bali.
 
DPD HIMKI Bali meyakini potensi Bali luar biasa besar, tapi sayangnya ekspor Bali masih sangat tergantung dari sektor pariwisata. Ekspor Bali sebagian besar terealisasi dari pariwisata. Contoh, tamu yang awalnya datang melancong, kemudian melihat bahwa produk-produk handicrafts/kerajinan Bali memiliki peluang untuk dipasarkan di negara asal mereka. Meskipun angkanya kecil, tapi banyak yang berlanjut hingga bertahun-tahun. Jika diperhatikan angkanya secara keseluruhan, nilainya cukup tinggi.
 
Diakui, industri mebel dan kerajinan di Bali sangat rentan, hingga disaat Bali diterpa bencana yang mempengaruhi pariwisata, industri mebel dan kerajinan Bali sangat terpukul. HIMKI Bali akan menjadi “guiding light” untuk membangun industri mebel dan kerajinan yang berkesinambungan, tangguh dan mengikuti pasar nasional maupun internasional.
 
Sobur juga menyampaikan, HIMKI harus belajar dari negeri China, jangan terlalu bergantung dengan pasar luar, dan harus terus meningkatkan kapasitas usaha kita melalui efisiensi.
 
Saat ini, Bali juga berhasil menempatkan diri sebagai "Store Fronts of Indonesia”. Hal ini bisa dilihat dan diakui banyaknya toko di Bali yang gaya visual merchandising-nya bisa dibandingkan dengan toko-toko di luar negeri. Hal ini tentu sangat membantu mengangkat nilai produk-produk Indonesia.
 
Musyawarah Daerah (Musda) diadakan 1 (satu) kali dalam jangka waktu tiga tahun. Musda dihadiri oleh Anggota dan Anggota Luar Biasa organisasi dan dapat dihadiri pula oleh para peninjau yang terdiri dari para Anggota Kehormatan, para tokoh dan pengusaha nasional, para pengusaha asing yang memiliki hubungan dengan organisasi serta dari unsur pemerintah.
 
Musda kali ini telah memilih Hani Duarsa sebagai Ketua DPD HIMKI Bali Periode 2021-2024. Hani Duarsa adalah pemilik Mitra Bali Fairtrade, perusahaan export handicraft di Gianyar. Hani telah memiliki rekam jejak panjang di dunia usaha kerajinan maupun dalam berorganisasi, dan diharapkan dapat membawa HIMKI DPD Bali menjadi Mercusuar Industri Mebel dan Kerajinan Bali Sukses Melalui Pandemi.
 
“Tema Musda yang diusung DPD HIMKI Bali ini tentu tidak dapat dilepaskan dari jati diri HIMKI untuk terus memajukan industri mebel dan kerajinan nasional secara keseluruhan,” tutup Sobur.
wartawan
ARW
Category

Sempat Menilai Ada Kejanggalan, Keluarga Akhirnya Ambil Jenazah Nelayan Asal Desa Cupel untuk Dimakamkan

balitribune.co.id | Negara - Meski sempat menilai ada kejanggalan, pihak keluarga akhirnya memutuskan mengambil jenazah I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel, Kecamatan Negara dari RSUD Negara untuk dimakamkan, Senin (14/9/2026) pagi. 

Sebelumnya, pihak keluarga terpaksa menyeberang ke perairan Banyuwangi untuk membongkar kembali makam korban yang sempat dikuburkan secara sepihak di pesisir Alas Purwo.

Baca Selengkapnya icon click

Mobil Elf Bawa 18 Wisatawan Terbakar di Baturiti

balitribune.co.id | Tabanan - Satu unit mobil Elf berpelat DK 7827 AI yang membawa 18 orang wisatawan lokal terbakar di jalur Denpasar-Singaraja, tepatnya di depan Kantor UPTD Laboratorium dan Pengujian Obat Tradisional Pemprov Bali, Banjar Pekarangan, Desa/Kecamatan Baturiti, pada Senin (14/9/2026) siang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

HIMKI Bidik Indonesia Jadi Pusat Mebel dan Kerajinan Dunia

balitribune.co.id | Badung - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 di Badung, Senin-Rabu, 14-16 September 2026. Forum tiga tahunan ini menjadi momentum penting bagi HIMKI untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan strategi menghadapi perubahan industri global.

Baca Selengkapnya icon click

Gara-gara Bakar Sampah Sisa Pengabenan, Areal Hutan Batur Ikut Terbakar

balitribune.co.id | Bangli - Kebakaran terjadi di tempat pembuangan sampah bekas upacara pengabenan yang berlokasi di sebelah utara wantilan Tunon, Desa Adat Batur, Kintamani Bangli pada Minggu (13/9/2026) sekira pukul 14.00 wita. Api yang membesar hingga melahap areal hutan seluas kurang lebih 2 are.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Turis Asing Batalkan Pesanan Kamar, Target Pajak Hotel Buleleng Terancam Tak Tercapai

balitribune.co.id | Singaraja - Target pajak daerah Kabupaten Buleleng tahun 2026 terancam tak tercapai. Pembatalan pesanan kamar oleh wisatawan mancanegara ikut menekan penerimaan dari sektor Pajak Hotel. Pembatalan disebut terjadi terutama dari wisatawan Eropa dan Amerika yang sebelumnya memesan akomodasi di kawasan Batu Ampar, Sumberkima, Gerokgak hingga Tejakula.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.