Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ingin Dapatkan Spot Foto Menarik? Cobalah Narsis di Kebun Bunga Celosia

Bali Tribune/ CELOSIA - berfoto dengan latarbelakang kebun bunga celosia
balitribune.co.id | Tabanan - Selain sebagai destinasi wisata bunga matahari, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan juga memiliki objek bunga celosia atau bunga jengger merah. Pengunjung di kebun bunga warna warni ini bisa dengan santai bernarsis ria sambil menikmati segarnya udara pegunungan. 
 
Terletak di Desa Batan Nyuh, Marga Kabupaten Tabanan, kebun bunga milik pribadi ini berubah menjadi destinasi wisata swafoto untuk wisatawan lokal maupun asing yang sedang berada di Bali. Salah seorang pengunjung dari Denpasar, Sisca mengaku sengaja datang ke kebun Bunga Celosia untuk berfoto ria yang akan menambah koleksi foto di akun media sosialnya. 
 
"Saya sengaja datang ke kebun bunga ini karena melihat postingan di media sosial,  kebun ini terlihat sangat cantik dengan warna-warni yang cerah," katanya baru-baru ini di Tabanan. 
 
Kendati kebun bunga ini milik pribadi,  pengelolaannya sangat bagus, sehingga layak untuk dikunjungi. Fasilitas pun cukup bagus mulai dari toilet hingga kebersihan kebun yang selalu terjaga. 
 
Kata dia untuk melakukan aktivitas foto maupun swafoto di areal kebun bunga celosia, pengunjung harus mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pengelola.  Aktivitas foto boleh dilakukan namun tanpa merusak tanaman.  
 
Sementara itu, pemilik kebun bunga, Wayan Dika mengakui jika pengunjung  tidak pernah sepi. "Per hari, kunjungan bisa mencapai 200 orang rata-rata yang datang adalah wisatawan lokal dari kalangan anak muda," kata Dika. 
 
Sebelum ditanami bunga celosia, kawasan ini sudah menjadi destinasi wisata selfie karena ditanami bunga matahari. Lahan ini dikelola oleh kelompok Tani Sapta Bayu Kencana yang seluruh anggotanya berjumlah delapan orang. Mereka bertani bunga hias dan bunga potong.  
 
Hasil perkebunan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan bunga potong yang datang dari pemilik toko bunga di Tabanan maupun di Denpasar dan Badung. Di kebun bunga ini ada sekitar delapan jenis bunga hias yang ditanam selain sebagai komoditi pertanian, sebagian bunga hias ini juga digunakan sebagai pelengkap dari spot utama yakni kebun bunga matahari. 
 
Untuk menikmati keseruan selfie diantara kebun bunga matahari yang mulai viral sejak bulan September lalu, wisatawan memang tidak dikenakan retribusi khusus. "Karena kami belum menetapkan berapa nilai retribusi, namun bagi pengunjung kami kenakan donasi Rp 5 ribu per orang," terangnya. 
 
Wisatawan dipersilakan untuk memetik bunga di kawasan kebun ini, namun bunga yang boleh dipetik adalah bunga matahari saja. Memetik bunga di kebun ini, akan dikenakan biaya mulai dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 30 ribu per potong sesuai dengan ukuran bunga. Setelah bunga ini viral, untuk ke depannya, pemilik berencana menanam bunga lainnya bahkan misalnya bunga asal China berwarna biru. Sehingga ada warna merah, kuning dan hijau. uni
wartawan
Ayu Eka Agustini

Bonus Porprov Tak Kunjung Cair, Atlet Bangli Peraih Medali “Pakrimik”

balitribune.co.id I Bangli - Pelaksanaan Pekan Olah Raga (Porprov) Bali 2025, sudah hampir  setahun  lebih berlalu. Namun, hingga kini para atlet peraih medali belum menerima bonus yang dijanjikan. Pada Porprov 2025 Kabupaten Bangli berhasil meraih total  82 medali dengan rincian 18  emas, 15  perak dan 49 perunggu.

Baca Selengkapnya icon click

BLDF Tanam 5 Ribu Bibit Mangrove di Tahura Pemogan

balitribune.co.id I Denpasar - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) kembali melaksanakan penanaman bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Pemogan, Bali, pada Rabu, 2 September 2026.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya pelestarian yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus mempertegas komitmen BLDF dalam mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kebakaran di Jalan Nakula, 85 KK Kehilangan Rumah

balitribune.co.id I Denpasar - Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Nakula Pemecutan Kelod Denpasar menyisakan kesedihan bagi puluhan warga yang tinggal di lokasi. Dari catatan Dinas Sosial Kota Denpasar, baru terdata ada 85 KK yang terdampak dari musibah kebakaran tersebut. Hingga kini Dinsos Denpasar terus melakukan pendataan kepada warga yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

10 Hari Hilang,  Dadong Geloh Ditemukan Meninggal di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar -  Ni Wayan Geloh alias Dadong Geloh (78), warga Banjar Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, ditemukan meninggal dunia setelah sekitar 10 hari dilaporkan hilang. Jasad korban ditemukan di dasar jurang sekitar 500 meter dari rumahnya, Selasa (1/9/2026) sore.

Penemuan korban mengakhiri pencarian yang dilakukan keluarga bersama aparat desa dan masyarakat sejak Geloh dilaporkan hilang pada 21 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.