balitribune.co.id | Denpasar - Peserta makin banyak. Ada juga kurasi pameran perumahan dengan harga di bawah Rp 500 juta. Produk yang ditampilkan para peserta yang merupakan produsen, distributor arsitek, hingga pengembang pun merupakan produk kekinian. Mulai dari bahan bangunan ramah lingkungan, sistem konstruksi modular, teknologi bangunan cerdas (smart building), hingga solusi finishing interior dan eksterior yang inovatif dan berdaya saing.
Demikian disampaikan Ivan Litan, Founder Principal Collective Network (PCN) Indonesia selaku penyelenggar pameran BuildNext One Day Exhibition di Harris Convention & Hall Denpasar, Jumat (27/2/2026).
“Bahkan hampir semua peserta memberikan diskon hingga hadiah menarik bagi pengunjung yang melakukan transaksi selama pameran. Inilay yang menjadi pembeda dengan pameran tahun sebelumnya,” ungkap Ivan .
Ivan didampingi Joni Effendi Founder Fortress dan Moch Anware Project Specifier Manager menjelaskan, BuildNext One Day Exhibition merupakan pameran tahunan PCN Indonesia yang hadir sebagai platform bisnis strategis mempertemukan para pelaku industri bahan bangunan, konstruksi, dan properti dalam satu ekosistem yang dinamis dan kolaboratif
Tahun ini, pameran didukung oleh tiga pilar utama asosiasi seperti HDII Jawa Tengah, IAI wilayah Bali, INKINDO bali, REI komisariat bali, GAPEKSINDO DPC Bali AREBI DPD Bali dan disponsori oleh TACO dan Fortress
“Tentunya ini menyatukan para pengembang dengan prinsipal produsen yang memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), sehingga produk yang ditampilkan memenuhi syarat untuk mendukung program Perumahan Bersubsidi.” Kata Ivan lagi.
Kami berharap melalui BuildNext One Day Exhibition tercipta sinergi nyata antara pelaku industri, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pertumbuhan sektor bahan bangunan, konstruksi, dan properti nasional secara berkelanjutan, tambah Ivan.
Pantaun Bali Tribune meskipun hanya berlangsung sehari pameran ini mendapt respos pisitif dari pengunjung. Bahkan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, penyelenggara juga menghadirkan konsep digital exhibition serta virtual factory visit, yang memungkinkan peserta dan pengunjung mendapatkan pengalaman pameran yang lebih luas, interaktif, dan efisien dari produsen di luar negeri.