Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ipat Viral, Golkar Meradang

Bali Tribune / ILUSTRASI (ist)

balitribune.co.id | DenpasarSempat viral terkait pernyataannya di media sosial, I Gede Ngurah Patriana Krisna atau kerap dipanggil Ipat yang tak lain kader Golkar Bali sekaligus Wakil Bupati Jembrana, rupanya menjadi sorotan tajam Ketua DPD Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry (SGK).  

Sugawa Korry (SGK) yang dihubungi selalui selulernya, Kamis (11/7) menyatakan dengan tegas, apa yang disampaikan Ipat tidak mewakili suara Golkar! Sugawa Korry lantas mengingatkan Ipat, pada saat ipat ingin masuk Golkar dan mohon didukung sebagai Wakil Bupati di Jembrana berpasangan dengan Nengah Tamba (Demokrat). Golkar mendukung penuh dengan ikhlas, tanpa mahar disertai gotong royong kader di Jembrana.

"Selama ini, kita hormati, jaga martabatnya, serta dikawal tugas-tugas dalam pemerintahan di Jembrana," tandasnya.

Lantas terkait beberapa pernyataan Ipat di Media soial yang dianggap kontroversi dengan keinginan partai, Sugawa Korry menyampaikan, minggu lalu, dirinya sempat berkomunikasi dan yang bersangkutan menyatakan tetap ikut dalam proses di Golkar.

"Proses dan mekanisme di Golkar diawali dengan penugasan dari DPP Golkar, survey tahap I dan tahap II oleh lembaga survey independen yang ditunjuk DPP Golkar," tuturnya.

Bahkan secara gambling Sugawa Korry mengatakan, jika biaya survey untuk maju Pilkada 2024 tidak dibebankn ke Ipat, tapi dana itu  ditanggung oleh Nengah Tamba yang tak lain Bupati Jembrana.

"Tetapi, tidak ada hujan tidak ada angin dia release pindah pasangan melalui PDI Perjuangan sebagai Wakil Bupati Jembrana di Pilkada 2024, bahkan menyebut sudah didukung Golkar. Kalau begitu caranya, dimana etika dan penghormatannya terhadap partai yang memberikan naungan selama ini? ujar Sugawa Korry menanyakan.

Sugawa Korry bahkan dengan tegas menyatakan, Golkar tidak mempermasalahkan hak individu untuk bergabung dengan partai manapun. Tetapi ia menganggap Golkar merasa telah gagal membina kader dalam hal menjaga etika organisasi dan penghormatan kepada mekanisme dan aturan organisasi. Saat ini, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari Golkar Jembrana, terkait sangsi organisasi yang harus diberikan kepada yang bersangkutan.

"Sikap terbuka melalui media untuk pindah pencalonan dan mengatasnamakan Golkar yang katanya telah mendukung tanpa menghormati mekanisme Partai Golkar, sungguh merupakan langkah politik diluar nalar kami," katanya, seraya berujar, Golkar tanpa Ipat tidak masalah!

Sementara itu Ipat yang juga dihubungi melalui selulernya, membenarkan jika dirinya sempat dikontak langsung oleh Sugawa Korry. Bahkan Sugawa Korry sempat mewanti-wanti dirinya untuk mengikuti proses yang ada di partai Golkar.

"Waktu ditelpon pak Sugawa Korry saya menganggapnya bukan marah-marah tetapi lebih kepada peringatan untuk berproses di partai," ujarnya.

Ipat juga berpendapat apa yang dilakukan tak lain bagian dari proses seperti apa yang dimaksud partai, tetapi ia juga akui belum melakukan kordinasi dengan DPD Golkar Bali.

"Jadi semua masih berproses, ndak usah panik," sentilnya.

wartawan
ARW

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click

Anggaran Daerah Cekak, Pemkab Bangli Tunggu Regulasi Pusat Pengangkatan PPPK Jadi PNS

balitribune.co.id I Bangli - Wacana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta peralihan PPPK paruh waktu menjadi Penuh Waktu membuat sumringah  para tenaga pendidik di Kabupaten Bangli.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.