Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jaga Kelestarian Pura, Perlu Kolaborasi Seluruh Elemen Masyarakat

Bali Tribune / MERESMIKAN - Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Bali Ketut Lihadnyana saat meresmikan areal parkir Pura Agung Pulaki, Kamis (4/5).

 

 

balitribune.co.id | Singaraja - Kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga kelestarian pura. Termasuk kelestarian dari Kahyangan Jagat Pura Agung Pulaki.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Perlu kerjasama dan kolaborasi dari seluruh elemen,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Bali Ketut Lihadnyana saat meresmikan areal parkir Pura Agung Pulaki bersama dengan Ketua DPRD Gede Supriatna di Pura Agung Pulaki, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kamis (4/5).

Lihadnyana menjelaskan selain memiliki alam yang indah dengan adat dan tradisi yang unik, Kabupaten Buleleng juga memiliki Pura Kahyangan Jagat. Pura tersebut didatangi oleh pemedek atau masyarakat dari seluruh Bali dan luar Bali. Pura Kahyangan Jagat di Kabupaten Buleleng juga dijadikan tujuan untuk melangsungkan tirta yatra atau perjalanan spiritual ke pura-pura.

Salah satunya adalah Pura Agung Pulaki. Pura yang letaknya di pesisir pantai Kecamatan Gerokgak yang dibangun atas dasar perpaduan antara daerah pegunungan dan laut. Sehingga, tata letak, struktur dan lingkungan Pura Agung Pulaki ini ditemukan unsur segara (laut) dan gunung atau bukit yang menyatu

“Hal ini adalah sebuah anugerah dan keagungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang sangatlah luar biasa,” jelasnya.

Kabupaten Buleleng memiliki daya tarik luar biasa anugerah dari keagungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang wajib dijaga dan dilestarikan keberadaanya. Dalam rangka menjaga dan melestarikan keberadaan tempat suci Agama Hindu ini, sangatlah perlu kerjasama dan kolaborasi antar semua elemen masyarakat.

“Dari tingkat paling bawah sampai atas. Selain Itu juga, peran adat serta kekompakan masyarakat adat di wilayah Pura Agung Pulaki ini sangat diperlukan dalam menjaga dan melestarikan Pura ini,” kata Lihadnyana.

Lihadnyana menambahkan kenyamanan dari para umat yang hadir melakukan persembahyangan di Pura Agung Pulaki juga perlu diperhatikan. Kenyamanan tersebut akan tercipta jika keamanan dan ketertiban terjamin. Kebersihan di lokasi pura yang baik dan juga fasilitas pura yang mendukung. Salah satunya dengan fasilitas parkir yang bagus dan bersih, termasuk pavingisasi yang telah dilakukan.

“Oleh karena itu, saya harapkan fasilitas ini dijaga baik. Tentunya untuk memberikan kenyamanan bagi para masyarakat dalam melaksanakan aktivitas persembahyangan di Pura Agung Pulaki. Saya yakin dengan kerjasama, kekompakan dan kolaborasi yang baik akan dapat menjaga dan melestarikan apa yang telah dianugerahkan kepada kita semua serta memberikan kenyamanan bagi kita semua,” imbuh dia.

Lahan parkir Pura Agung Pulaki memiliki luas 16 are. Dari jumlah tersebut, setengahnya di paving dan menggunakan dana sebesar Rp200 juta yang berasal dari hibah Bupati Buleleng APBD Induk tahun 2023. Pengerjaan paving ini mulai berlangsung bulan Maret 2023 lalu. Setengahnya lagi akan di rabat beton.

“Menggunakan dana swadaya atau punia (sumbangan) dari masyarakat yang melakukan persembahyangan disini,” ucap Jro Nyoman Bagiarta selaku Klian (Ketua) Ageng Pura Agung Pulaki lan Pesanakan Ida.

wartawan
CHA
Category

Terpukau Goyangan Artis saat Konser Festival Semarapura, Warga Tak Sadar Tas Gendong Dirobek Begal

balitribune.co.id I Semarapura - Nasib kurang beruntung dialami Ketut Gde Bagus Putra Pande Dwiyasa (19) asal Dusun Pangi Kawan, Desa Pikat  Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung saat menyaksikan konser Festival Semarapura, Jumat (1/5/2026) malam. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Piodalan di Pura Samuantiga, Krama Istri Bergilir Kelola Sampah

balitribune.co.id I Gianyar - Tidak hanya dalam urusan kelengkapan upacara,  krama istri pengempon pura Samuantiga, Bedulu, Blahbatuh, juga berperan aktif dalam pengolaan sampah. Terlebih, peningkatan volume sampah upacara  dalam pelaksanaan  Piodalan di Pura Kahyangan ini sangat signifikan.  Inovasi  panitia melibatkan  krama istri dan juga siswa pun menjadikan kawasan Pura tetap bersih.

Baca Selengkapnya icon click

Warga Kemenuh Keluhkan Pembakaran Sampah di Lahan Perusahaan

balitribune.co.id I Gianyar - Awalnya hanya dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan material bangunan. Namun, dalam beberapa hari terakhir, malah ada aktivitas pembakaran sampah anorganik. Warga Banjar Tegenungan, Kemenuh, Sukawati, pun terusik hingga akhirnya Kelian Banjar, Pecalang didampingi Banbinkantibmas datang ke lokasi dan menghentikan pembakaran itu, Senin (4/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Badung Catat Ada 45,43 Hektare Kawasan Kumuh di Kuta

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung mencatat masih adanya kawasan kumuh seluas 45,43 hektare di wilayahnya, termasuk di pusat pariwisata Kuta yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional.

Data tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Badung Nomor 39/0421/HK/2025 tertanggal 7 November 2025 tentang penetapan lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh di Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.