Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jalan Andong-Tegalalang Masih Jadi Sungai Tadah Hujan

Bali Tribune / KEBANJIRAN - Got sempit dan dangkal memicu jalur pariwisata Jl. Andong Ubud kebanjiran.

balitribune.co.id | Gianyar - Menjadi sungai tadah hujan, Jalan Andong, Peliatan, Ubud menuju Tegalalang, hingga kini belum ada solusi. Kondisi ini membuat warga yang sering melintas di jalur ini pasrah lantaran selama bertahun-tahun tidak ada penyelesaian. Dalam kondisi hujan, jalur alternatif pun lainnya tidak memungkinkan karena lebih ekstrem.

Pantauan Bali Tribune, Selasa (18/1), tidak hanya ketinggian yang mencapai 50 cm, arus air yang mengalir di Jalan Raya Andong juga sangat deras. Bahkan sejumlah pemotor terjatuh dan motornya sempat hanyut. Sementara mobil yang melintas, satu dua yang mogok kemasukan air. Sejumlah warga hanya bisa menonton, setelah memastikan toko atau propertinya aman dari arus banjir luapan itu.

Ketut Supriawan, seorang warga asal Petulu Ubud, mengaku kapok jika memaksakan melintas di jalur itu di saat musim hujan. Dirinya memilih minggir dan parkir di sebuh toko waralaba, sembari menuggu air luapan surut. Dirinya tidak berani lagi menerobos, karena mobilnya sempat mogok, dan justru memicu kemacetan yang  lebih parah. "Saya dah pengalaman sekali, mobil saya mogok kemasukan air dan memicu kemacetan," ungkapnya.

Kondisi ini pun disayangkan Supriwan pengusaha figura ukir ini. Terlebih dirinya sedang menanti armada cargo untuk pengiriman  barang pesananya. Belum lagi hambatan bagi pelaku wisata lainnya. Karena jika hujan turun, meski curahnya rendah banjir pasti terjadi. Banjir luapan yang mencolok di kawasan Andong, Gentong dan sampai di Desa Tegalalang. "Banjir ini sering menjadi keluhan, tapi hiingga kini tidak ada solusi dari pemerintah," ujarnya pasrah.

Disebutkan, keluhan banjir ini sudah sering terjadi, dan selalu berulang hari, bulan dan tahun. Disebutkan, ada beberapa titik yang sering banjir saat musim hujan. Banjir tersebut menggenangi jalan raya dan berpotensi merusak badan jalan. Pemicu utama adalah got yang sempit dan volume air dari hulu besar. Selain got sempit tersebut, saluran air ini juga sudah terjadi pendangkalan akibat timbunan sampah atau material lain yang hanyut bersama banjir.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, aparatur di bawah mengaku sudah sering melapor. Namun oleh Pemkab Gianyar, disebutkan jalan itu milik provinsi. Salain banjir di Andong,  bencana pohon tumbang, tanah longsor  juga terjadi di belasan titik di waktu yang hampir bersamaan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar Gusti Ngurah Dibya Prasasta mengatakan, selain di Jalan raya Andong, luapan air yang mengganggu lalu masyarakat  umum juga terjadi di Jalan Salya, Kota Gianyar. Dimana luapan tersebut diakibatkan tumpukan sampah menyumbat saluran gorong-gorong, sehingga airpun meluber ke jalan.

Mengantisipasi itu, pihaknya sudah  menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membersihkan sampah yang menyumbat yang menutupi aliran air.  Lanjut itu, pihaknya  ke tanah longsor di Banjar Kabetan, di Desa Bakbakan, Gianyar.  Sementara Tim terpisah  melakukan penanganan pohon tumbang di Banjar Angkling, Desa Bakbakan, Gianyar. Di sini, sebuah pohon perindang pajang lima meter dengan lebar 20 centimeter tumbang menutup jalan umum. Beruntung saat kejadian, tidak ada masyarakat yang melintas sehingga korban bisa dihindarkan. "Saat ini pohon sudah dievakuasi dan lalu lintas sudah normal kembali," ujarnya.

wartawan
ATA
Category

Bupati Karangasem Cek Langsung Ruas Jalan Penginyahan-Munti Desa dan Bantas-Br. Dukuh

balitribune.co.id I Amlapura - Keseriusan Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam membangun infrastruktur yang berkualitas kembali ditunjukkan secara nyata. Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata turun langsung ke lapangan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan jalan, Rabu (20/5/2026), guna memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua DPRD Tabanan Kritik Kondisi Lapangan Penebel Tak Terawat Usai Ditata

balitribune.co.id I Tabanan - Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa mengritik kondisi lapangan Umum Penebel yang tidak terawat meski baru ditata dengan dana miliaran rupiah. Fasilitas publik yang menghabiskan anggaran APBD 2024 sebesar Rp 2,2 miliar tersebut kini justru dipenuhi rumput liar dan mulai mengalami sejumlah kerusakan fisik.

Baca Selengkapnya icon click

Seorang WNA Diduga Hipnotis dan Gasak Uang Pemilik Warung di Bangli

balitribune.co.id I Bangli - Aksi pencurian dengan cara hipnotis membuat resah pemilik warung di Bangli. Bahkan salah satu pemilik warung di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, yakni Ni Wayan Sariani menjadi korbannya. Pedagang sembako ini kehilangan uang Rp 1,2 juta setelah diperdayai pelaku. Dari ciri-ciri pelaku kuat dugaan pelaku adalah warga negara asing (WNA).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Terjangkit ASF, Puluhan Babi Mati Mendadak

balitribune.co.id I Mangupura - Wabah African Swine Fever (ASF) diduga kembali menyerang peternakan babi di wilayah Badung. Kali ini, seorang peternak di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, mengalami kerugian besar setelah puluhan babi miliknya mati mendadak.

Peristiwa tersebut mulai terjadi sejak awal April 2026. Sedikitnya 60 ekor babi dilaporkan mati satu per satu dengan gejala tidak mau makan, lemas, lalu akhirnya mati.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.