Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jaringan Air Bersih Diterjang Banjir, Banjar Munduk Anggrek Kaja Krisis Air Bersih

Warga tampak mengantre air bersih yang dikirim menggunakan truk tangki.

BALI TRIBUNE - Sejak banjir bandang tiga pekan   lalu, sejumlah wilayah di Jembrana kini mengalami krisis air bersih. Seperti yang kini juga dialami warga di Desa Yehembang Kauh. Ratusan KK di wilayah dataran tinggi ini kini mengalami kesulitan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kelangkaan air bersih ini disebabkan oleh kerusakan jaringan air minum akibat terjangan banjir. Kelangkaan air bersih pasca banjir bandang tiga pekan lalu kini meluas, tidak hanya dua wilayah yang sebelumnya terdampak langsung terjangan banjir, tetapi sejumlah wilayah di kawasan dataran tinggi juga kini mengalami kelanggakaan pasokan air. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana dikonfirmasi Kamis (10/1) melalui Kepala Seksi Kedaruratan Logistik, I Made Sapta Budiarta mengatakan saat ini ratusan KK di Banjar Munduk Anggrek Kaja, Desa Yehembang Kangin, Mendoyo juga mengalami kesulitan untuk memperoleh pasokan air bersih. Sama seperti yang terjadi di sejumlah banjar di Desa Penyaringan, Mendoyo, kelangkaan air bersih di wilayah ini juga menurutnya merupakan dampak dari banjir bandang yang terjadi tiga pekan lalu. Jaringan air bersih yang mengaliri permukiman warga yang bersumber di wilayah hulu kini mengalami kerusakan akibat terjangan banjir. "Akibat banjir bandang yang terjadi Sabtu 22 Desember 2018 menyebabkan putusnya pipa air minum yang ada di pegunungan dan sekarang masih dalam proses perbaikan," ungkapnya. Pihaknya pun telah mensuplai bantuan air bersih untuk puluhan warga di wilayah Munduk Anggrek Kaja ini. Distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ini sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Pada Kamis kemarin saja pihaknya sudah mensuplai air bersih untuk warga di wilayah ini 15 ribu liter. "Merespon kelangkaan air bersih ini, kami sudah mulai lakukan pendistribusian air sejak Senin (7/1) lalu. Kami sudah diatribusikan 35 ribu liter air bersih," jelasnya. Dalam pendistribusian air bersih ini pihak BPBD Kabupaten Jembrana juga dibantu Forum Relawan Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang ada di sekitar wilayah terdampak krisis air. "Kami akan suplai sampai jaringan air di wilayah ini pulih," tandasnya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Tipikor Polres Bangli Obok-Obok Pengerjaan Proyek Revitalisasi SD dan SMP

balitribune.co.id | Bangli - Guna memastikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Bangli berjalan sesuai dengan juknis, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Bangli melakukan klarifikasi dengan menyasar sekolah (SD-SMP) penerima bantuan program pemerintah pusat tersebut. Kegiatan revitalisasi menyasar 20SD dan 4 SMP dengan total anggaran sekitar Rp 24 miliar lebih

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Kembang Tinjau Langsung Perbaikan Sejumlah SD di Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Perbaikan sejumlah fasilitas sekolah di Kabupaten Jembrana mendapat perhatian khusus dari Bupati I Made Kembang Hartawan. Tak ingin hanya menerima laporan di atas meja, Bupati Kembang turun langsung meninjau proses perbaikan di SD N 2 Banjar Tengah dan SD N 2 Loloan Barat pada Selasa (15/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Kuat di Tengah Normalisasi Aktivitas Ekonomi

balitribune.co.id | Denpasar - Keyakinan konsumen di Bali tetap berada pada level optimistis pada Agustus 2026. Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali berada di level 123,1, masih jauh di atas ambang optimistis 100 dan lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat 118,5.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Petani Garam Karangdadi Kusamba Kembali ke Sistem Tradisional

balitribune.co.id | Semarapura - Petani garam tradisional di pesisir Karangdadi, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, resmi meninggalkan sistem pembuatan garam media tunnel. Metode yang diperkenalkan Kementerian Sosial (Kemensos) sejak tahun 2022 tersebut tidak lagi digunakan lantaran hasil produksinya ditolak oleh pasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.