Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jawab Kegelisahan Petani Padi, Jembrana Bangun SPBT

Bali Tribune / SUBAK - Groundbreaking SPBT di Subak Tibu Beleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo Rabu (22/2).

balitribune.co.id | Negara - Sebagai daerah yang memiliki sektor pertanian sebagai unggulan, kini Kabupaten Jembrana akan memiliki Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT). Bantuan CSR Bank Mandiri tersebut diharapkan menjadi solusi keluhan petani padi  yang sering merugi saat panen. Pabrik dengan teknologi modern diyakini mampu menjaga stabilitas harga gabah dan beras.

Ide pembangunan SPBT ini dilatarbelakangi adanya kegelisahan petani Jembrana. Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat groundbreaking SPBT di Subak Tibu Beleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo Rabu (22/2) menceritakan setiap menghadapi masa panen harga gabah justru anjlok. Kondisi itu menurutnya menyebabkan petani padi  merugi. Setelah ditelusuri benang merah permasalahan itu, solusinya perlu dibangun semacam pabrik pengolahan gabah yang bisa menjaga stabilitas harga gabah petani.

Ide itu kemudian ditindaklanjutinya dengan komunikasi langsung bersama Menteri BUMN Erick Thohir. Dalam komunukasi tersebut pihaknya membahas tentang rencana menjadikan Kabupaten Jembrana sebagai lumbung pangan. Gayung bersambut, ide tersebut diakuinya disetujui oleh Menteri Eric Thohir hingga akhirnya bisa diberikan bantuan CSR melalui Bank Mandiri. "Saya bertemu Menteri BUMN, saya bicarakan masalah petani. Pak Menteri menerima dengan baik dan dihubungkanlah saya dengan Bank Mandiri," ujarnya.

“Saya disarankan sama pak menteri belajar ke Ciamis Jawa Barat untuk belajar dan melihat langsung project pertama pembangunan SPBT,” imbuhnya. Pembangunan SPBT di lahan subak seluas 3.500 meter persegi ini diharapkan menjadi jawaban atas keluhan para petani yang sering rugi saat panen,“perlu waktu 14 bulan hingga bisa terealisasi,” ungkapnya. SPBT  ini menurutnya  mampu memproduksi beras 3 ton/jam. Dengan jumlah produksi yang semakin meningkat mampu menjaga stabilitas harga gabah dan beras.

Selain bisa meningkatkan kesejahteraan petani padi di Jembrana, pihaknya juga berharap SPBT ini bisa menurunkan harga beras di pasaran yang saat ini terus mengalami lonjakan harga. Sehingga menurutnya SPBT ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jembrana secara luas. “Harapan saya semua petani kita bisa mendapat kesejahteraan dari SPBT ini juga bisa menjaga stabilitas harga gabah dan juga bisa menurunkan harga beras. Ini harus memberikan manfaat kepada petani dan masyarakat Jembrana," ucapnya.

Pembangunan SPBT ini juga diapresiasi oleh kalangan petani padi di Jembrana. Seperti yang diungkapkan salah seorang petani padi, Anak Agung Nyoman Geriya. Ia mengaku menaruh harapan terhadap SPBT ini. Ia sebagai krama subak berharap nantinya harga jual gabah maupun harga beras di Jembrana stabil dan dapat terjaga dengan baik. "dengan pembangunan pabrik ini, harapan kami sebagai petani agar harga gabah bisa naik dan harga beras bisa standar dengan harga gabah atau barangkali bisa turun," harapnya.

Sementara Senior Vice Presiden Bank Mandiri, Hendrianto Setiawan mengatakan SPBT ini menggunakan teknologi modern yang mampu menghasilkan beras yang kualitas yang sangat baik. "Di lahan seluas 3500 meter persegi kita akan bangun suatu pabrik yang cukup modern, dari pengeringan sampai nanti kita pastikan bahwa yang keluar adalah beras premium," ujarnya. Pihaknya berharap kerjasama antara Pemkab Jembrana ini bisa terus terjalin sehingga dapat memberikan hasil yang baik bagi masyarakat khususnya para petani.

Kerjasama ini menurutnya sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan kewirausahaan petani di daerah, "kami atas nama Bank Mandiri ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sangat tinggi atas kepercayaan pemerintah dan masyarakat kabupaten Jembrana kepada Bank Mandiri dalam menjalankan kewirausahaan petani di kabupaten Jembrana. Kami mengharapkan sinergi ini cukup kuat guna memastikan program program yang akan kita bangun bersama semua dari dan untuk kita semua," tandasnya. 

wartawan
PAM
Category

Gegara Puntung Rokok, Dua Hektare Kawasan Hutan Gunung Batur Terbakar

balitribune.co.id I Bangli - Kebakaran melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Blok Seked, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Selasa (11/8/2026) sore. Setidaknya  dua hektare kawasan hutan hangus terbakar. Kuat dugaan kebakaran dipicu puntung rokok yang masih menyala dibuang sembarangan. 

Baca Selengkapnya icon click

87 Warga Binaan Rutan Bangli Terima Remisi, Warga Uzbekistan Langsung Bebas

balitribune.co.id I Bangli - Sebanyak 87 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Bangli menerima remisi umum 17 Agustus bertepatan dengan HUT RI ke-81. 

Dari total jumlah WBP yang menerima remisi, sebanyak 4 WBP langsung bebas termasuk diantaranya 1 WBP warga negara Uzbekistan yang tersandung kasus pencurian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pengacara Yuli Utomo Kembali Raih Penghargaan Internasional "The Best Presentation" di Konferensi Disabilitas dan Rehabilitasi Dunia

balitribune.co.id | Denpasar - Pengacara sekaligus mahasiswa doktor hukum Yuli Utomo, S.H., M.H., C.Med kembali meraih penghargaan internasional. Ia dinobatkan sebagai Best Presentation pada World Disability and Rehabilitation Conference (WDRC 2026) ke - 11 yang diselenggarakan di Bali, 10–11 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Kosan di Denpasar Isi 10 Kamar ke Atas Akan Dikenakan Pajak

balitribune.co.id I Denpasar - Wacana pemerintah memperluas penerimaan pajak terhadap sektor persewaan properti, termasuk rumah, kontrakan, dan kos-kosan pada 2027 mendatang, mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Denpasar. Pemkot Denpasar menegaskan, pengenaan pajak terhadap usaha kos-kosan telah diatur dalam regulasi daerah, khususnya bagi usaha yang memiliki 10 kamar atau lebih.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pungutan Bedah Rumah Gratis Akan Dikenakan Sanksi

balitribune.co.id | Denpasar - Tahun 2026 ini Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menambah jumlah rumah tidak layak huni menjadi layak huni melalui program bedah rumah di seluruh Indonesia yang menyasar sebanyak 400 ribu unit. Sedangkan tahun 2025 lalu, jumlah bedah rumah yang dilakukan pemerintah pusat ini menyasar 45 ribu unit rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.