Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jelang Karya Agung Danu Kertih, Ratusan ASN Bangli Mereresik Di Pura Jati

Sejumlah personil Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangli mereresik (bersih-bersih,red) di Pura Jati Desa Pakraman Batur, Rabu (31/10) kemarin. Kegiatan itu dilaksanakan serangkaian Karya Agung Danu Kertih di Pura tersebut.

 BALI TRIBUNE - Menjelang pelaksanaan Karya Agung Danu Kertih, Tawur Agung Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung di Pura Jati, Desa Pakraman Batur, Kecamatan Kintamani Bangli,  ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, ngaturang ayah mereresik (bersih-bersih) dipura setempat, Rabu (31/10) . Kabag Protokol Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Kabupaten Bangli mengatakan kegiatan ASN ngayah dan bersih bersih bersama ini adalah salah satu dari wujud bhakti kepada Ida Bethara Sesuhunan yang berstana di Pura Jati Desa Pakraman Batur. Dengan pelaksanaan ngayah ini tentunya kondisi kebersihan dapat terus dijaga oleh semua pihak sehingga akan timbul keindahan dan keasrian yang akan  melahirkan ketenangan untuk ngaturang Bhakti kepada- Nya. Sementara itu Jro Gde Batur Alitan mengatakan, tujuan dilaksanakannya Karya Danu Kertih adalah untuk memohonkan kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa, dalam manifestasi beliau sebagai Dewa Wisnu atau Dewi Danu. “Agar sumber-sumber air di Bali, khususnya di Danau Batur tidak surut dan tetap terjaga sehingga bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Bali, baik untuk mengairi pertanian maupun untuk kebutuhan lainnya,”terangnya. Selain itu jelas Jro Gde Batur, tujuan dilaksanakannya Karya Agung Danu Ketih adalah  untuk memohon kesuburan untuk masyarakat Bali. Baik subur sandang, papan maupun pangan. “Selain memohon kesuburan sandang, papan dan pangan, melalui Melalui Karya Agung Danu Kertih, kita juga memohon kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa, agar masyarakat Bali diberikan tuntunan, sehingga diharapkan muncul pemikiran-pemikiran yang positif. Tidak iri, tidak dengki dan saling menyayangi antar sesame,” imbuhnya. Ditambahkan, dalam Lontar Kusuma Desa, Usana Bali dan Babad Batur Kelawasan yang tersimpan di Pura Ulun Danu Batur disebutkan,Karya Agung Danu Kertih wajib dilaksanakan setiap lima tahun sekali. “Kalau tidak dilaksanakan tepat waktu, disana disebutkan bahwa Bali akan mengalami musibah, baik gempa bumi, serangan hama pada lahan pertanian maupun percecokan dalam rumah tangga maupun pasemetonan,” sebutnya. Bahkan kata Jro Gde Batur, tahun 1955, debit air Danau Batur pernah mengalami fenomena penurunan yang signifikan yakni mencapai sekitar 7 meter. “Saya masih ingat betul kejadian tahun 1955. Waktu itu Karya Danu Ketih memang lama tidak dilaksanakan. Akibatnya debit air Danau Batur turun drastis. Bahkan penurunannya mencapai tujuh meter,” ungkap  Jro Gde Batur. Terkait dengan pelaksanaan Karya Danu Ketih, Jro Batur menjelaskan, karya dimaksud bukan saja menjadi tanggung jawab masyarakat Batur, namun menjadi kewajiban seluruh umat Hindu dan Krama Subak se-Bali. Oleh karenanya, Jro Gde Batur menghimbau agar saat puncak Karya Danu Ketih pada Tilem Kelima, dari masing-masing desa pakraman, baik melalui pura Kahyangan Desa, maupun pemrajan dimasing-masing rumah, bisa ngaturang Pejati. Menurutnya, tujuan ngaturang Pejati tiada lain untuk mendoakan jagat Bali agar selalu aman dan dijauhkan dari semua bentuk bencana. “Mengingat pentingnya Karya Danu Ketih, saya menghimbau kepada umat hindu se-Bali untuk ikut mensukseskannya dengan ngatuang pejati dimasing-masing merajan,” ujarnya. 

wartawan
Agung Samudra
Category

Astra Motor Bali Konsisten Jaga Tradisi, Dukung Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival 2026

balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian seni dan budaya Pulau Dewata dengan mendukung gelaran Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOOF) 2026. Tradisi unik yang dilaksanakan tepat pada hari Ngembak Geni, sehari setelah Hari Suci Nyepi ini, berlangsung meriah di depan Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan, Jumat (20/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Badung dan Bupati Hadiri Dresta Lango dan Dharma Shanti Desa Adat Bualu

balitribune.co.id | Mangupura – Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, bersama Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu Tahun 2026, yang digelar pada Jumat (20/3/2026).

Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Adat Bualu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gema Takbir dan Ngembak Geni Berpadu, Potret Harmoni Idul Fitri dan Nyepi 1948 di Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Ketika umat Hindu menjalani Ngembak Geni rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1948, gema takbir dari umat Muslim yang merayakan malam Idul Fitri 1447 Hijriah pun mengalun berdampingan.

Dalam suasana penuh penghormatan dan kebersamaan ini, Polda Bali hadir memastikan harmoni tetap terjaga.

Baca Selengkapnya icon click

Dampingi Wabup Buka Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV, Nyoman Satria Apresiasi Kreativitas Yowana

balitribune.co.id | Mangupura - ​Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Satria bersama Ketua WHDI Badung yang juga anggota DPRD Ni Putu Yunita Oktarini mendampingi Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, dalam pembukaan resmi Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV yang digelar di Taman Bencingah Puri Ageng Mengwi, Rabu (18/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harmoni Buleleng: Usai Nyepi, Ribuan Warga Muhammadiyah Gelar Salat Id di Eks Pelabuhan

balitribune.co.id | Singaraja – Suasana penuh toleransi dan kebersamaan mewarnai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Buleleng, Bali. Tepat setelah berakhirnya Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Id di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (20/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Nyepi Berdarah di Seririt, Satu Orang Luka Serius Akibat Tebasan Samurai

balitribune.co.id | Singaraja - Suasana sakral Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 tercoreng oleh peristiwa berdarah yang terjadi di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam ini terjadi di Banjar Dinas Kajanan dan kini tengah ditangani oleh aparat kepolisian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.