Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jelang Penampahan Galungan, Harga Cabai di Pasaran Sempat Rp 100 Ribu Perkilo

Bali Tribune/ BUMBU - Tampak pedagang bumbu di Pasar Amlapura Timur.
balitribune.co.id | Amlapura - Menjelang perayaan Galungan, harga cabai di pasaran terus meroket, bahkan dua hari lalu harga cabai sempat menembus Rp. 100 Ribu perkilogramnya. Namun, dari pantauan koran ini di Pasar Amlapura Timur, Senin (22/7), harga cabai rawit merah kualitas super sudah kembali turun dikisaran harga Rp. 87-90 Ribu perkilogramnya.
 
“Dua hari lalu, harga cabainya sampai 100 ribu perkilonya, barusan saya beli harganya sudah turun dan sekarang 90 ribu perkilonya!” ungkap Gusti Ayu Mirah, salah seorang pembeli asal Bukit Kapas, Karangasem. Selain harganya mahal, cabai yang ada dipasaran sekarang banyak campuran cabe yang masih berwarna hijau. Tidak hanya mahal, sekarang ini cabai di pasar menjadi langka karena hanya beberapa pedagang sembako saja yang masih punya stok cabai.
 
Di Pasar Amlapura dari pantauan Senin kemarin, ribuan umat Hindu tumpah kepasar untuk berburu bahan kebutuhan untuk persiapan perayaan Galungan, dan bumbu dapur utamanya cabe menjadi komoditas utama yang diburu pembeli, sehingga banyak pedagang bumbu dapur yang kehabisan stok cabai.
 
Karmini, salah seorang pedagang bumbu di Pasar Amlapura Timur, mengaku agak kesulitan untuk mendapatkan pasokan cabe rawit merah dan cabai besar merah. “Kita mendapatkan pasokan cabai dari Klungkung. Tapi sejak seminggu ini pasokan cabenya hanya sedikit,” ujarnya. Gagal panen yang dialami petani lokal di Bali dan tidak adanya pasokan cabe dari luar Bali seperti dari Lombok dan Banyuwangi serta Jember, menjadi penyebab utama naiknya harga cabai di pasaran.
 
Sementara itu, sampai saat ini belum ada langkah kongkrit dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Disperindag Karangasem, untuk mengendalikan harga cabai yang terus meroket dan semakin langka dipasaran. Sedangkan untuk saat ini banyak pedangang yag terpaksa menjual cabe hijau karena minimnya pasokan cabe rawit merah. (u)
wartawan
Redaksi
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dinas Pertanian Buleleng Gencarkan Vaksinasi Rabies Gratis, Ribuan Dosis Vaksin Masih Tersisa

balitribune.co.id I Singaraja - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Buleleng melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) terus mengintensifkan pelayanan vaksinasi rabies sebagai upaya rutin melindungi kesehatan hewan dan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Badung Kekurangan 15 Ribu Lampu Penerangan Jalan

balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mencatat kekurangan sekitar 15.000 unit lampu penerangan jalan (LPJ) pada ruas jalan kabupaten. Kekurangan tersebut terungkap berdasarkan evaluasi terhadap data sebaran LPJ yang dibandingkan dengan kebutuhan ideal dalam masterplan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.