Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jembrana Diminta Prioritaskan Sektor Pertanian dan Perikanan

Bali Tribune/ ANDALAN - Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhamad mendorong agar pemerintah daerah menjadikan sektor pertanian khususnya kakao dan sektor pertanian sebagai prioritas untuk dikembangkan.



balitribune.co.id | Negara  - Sektor pertanian dan perikanan menjadi sektor ekonomi yang tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19. Kedua sektor ini terus dipacu untuk bisa mendongkrak perekonomian daerah. Karenanya pemerintah daerah agar memprioritaskan kedua sektor ini selain sektor pariwisata.
 
Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhamad saat melakukan kunjungan kerja di Jembrana, Sabtu (7/8) lalu mengatakan dirinya menginginkan Jembrana fokus pada tanaman kakao (cokelat) sebagai branding daerah. Sebab, kakao Jembrana sangat terkenal dengan kualitas produksi yang sangat besar.
 
"Saya kira banyak hal yang dapat di bawa ke Jakarta untuk diolah dari hasil diskusi bersama bupati, jajaran dinas terkait dan aspirasi dari para petani tadi. Nanti saya akan teruskan kepada menteri yang membidangi masing-masing,” ujarnya.
 
Dikatakan, seperti halnya komoditi cokelat Jembrana,  kebetulan juga dirinya merupakan Ketua Masyarakat Agro Industri (MAI) yang membawahi seluruh provinsi.
 
“Ini akan kita bawa ke tingkat nasional. Apa yang saya lihat untuk dijadikan sesuatu untuk diolah dan secara langsung saya akan mengawal ini kepada Menteri Pertanian RI,” ungkapnya.
 
Mengenai potensi sektor perikanan Jembrana, disebutnya juga luar biasa. Ia menyarankan saat ini yang  bisa digarap terlebih dahulu adalah di bidang pertanian yaitu cokelat dan perikanan. Kedua sektor ini merupakan program utama dan sudah mendapat perhatian pemerintah pusat.
 
Pihaknya juga mendukung pengembangan sektor pariwisata. Menurutnya, pariwisata dikarenakan adanya tol yang dibangun dan juga bandara di Buleleng. Selain itu posisi wilayah Jembrana yang berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Jawa Timur memiliki daya tawar tersendiri. Ia mengaku dengan potensi yang ada, pihaknya optimis ke depan Jembrana bakal hebat dan sebagai wujud masa depan dari Indonesia.
 
"Jembrana ini dekat dengan Jawa Timur yang merupakan daerah berpenduduk 35 juta orang. Dapat dibayang potensi orang lokal datang sangat besar. Jembrana bisa bangkit di tengah pandemi Covid-19 ini, saya kira adanya penunjang dari bidang pertanian dan perikanan selain Jembrana juga mempunyai padi yang bagus dan potensi-potensi lainnya. Saya sangat optimis Jembrana menjadi kabupaten yang maju dan potensi-potensi untuk mendukung untuk itu sangat besar," jelasnya.
 
Bupati Jembrana I Nengah Tamba  mengakui hingga saat ini Jembrana masih bertumpu pada sektor pertanian dan kelautan. Salah satunya komoditas kakao Jembrana yang dikatakannya memang saat ini menjadi komoditi unggulan. 
 
Selain kakao, ia  juga menyebut Jembrana selama ini dikenal dengan potensi kelautan dan perikanan yang sangat luar biasa, serta potensi pariwisata yang tengah dikembangkan sekarang ini yaitu pengembangan kawasan Tibu Kleneng.pam
wartawan
PAM
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.