balitribune.co.id | Semarapura - jenazah Ni Wayan Supini (45), terapis asal Klungkung yang tewas akibat gempa dahsat di Turki akhirnya tiba di RSUD Klungkung, Kamis (23/2) sore. Isak tangis keluarga seketika pecah, ketika mobil ambulance dari RS Bhayangkara berhenti tepat di depan Intalasi Pemulasaraan Jenazah.
Ni Wayan Supini (45) merupakan warga Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali yang meninggal dunia akibat gempa bumi di Turki pada Senin (6/2) lalu. Pihak keluarga sudah menantikan kepulangan wanita dari 3 anak tersebut.
Jenazah Ni Wayan Supini tiba di RSUD Klungkung sekitar pukul 17.00 Wita. Suasana duka terasa, ketika peti berwarna putih, dikeluarkan secara perlahan dari mobil ambulance. Tangis duka keluarga lalu mengiringi peti janazah, yang dibawa ke Ruang Jenazah RSUD Klungkung.
"Saya sangat terkejut dan tidak menyangka dengan kejadian ini," ujar Ni Ketut Sadri, ibu kandung almarhumah Ni Wayan Supini.
Sementara suami Ni Wayan Supini, I Nyoman Ranten tampak lebih tabah menerima musibah. Ia berharap bisa segera melihat jenazah, untuk memastikan bahwa yang bersemayam di peti tersebut merupakan jenazah istrinya.
"Saya masih menunggu, karena tetap harus tetep buka (peti). Saya tunggu agar segera diizinkan oleh petugas, untuk melihat jenazah istri saya," ungkap Nyoman Ranten.
Sementara untuk pemakaman, pihak keluarga sudah melakukan rembug. Rencananya jenazah ibu dari 3 anak itu akan dimakamkan pada tanggal 10 Maret 2023 di Setra Desa Adat Tegal Besar.
"Karena masih ada karya di Banjar Tegal Besar, jenazah kami titip dulu di RSUD Klungkung," ungkap Nyoman Ranten.
Sementara itu, untuk semua biaya selama jenazah dititipkan di RSUD Klungkung ditanggung oleh Pemda Klungkung. Hal ini untuk meringankan beban keluarga yang sedang dirundung musibah.