balitribune.co.id I Tabanan - Sebanyak 38.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Tabanan mulai menerima kucuran bantuan sembako dari pemerintah pusat pekan ini. Jumlah tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyasar 22.000 KPM.
Penyaluran bantuan berupa beras dan minyak goreng ini didistribusikan secara maraton melalui pihak desa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menargetkan proses distribusi logistik pangan tersebut rampung dalam waktu lima hari.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tabanan, I Gusti Agung Khrisna Kepakisan, menyebut lonjakan 16.000 KPM ini merupakan kebijakan pusat yang terjadi merata di seluruh Indonesia. Bantuan dari Bappenas melalui Perum Bulog ini menyasar warga berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Data dari pusat langsung kami teruskan ke desa untuk dieksekusi. Target distribusi tuntas selama lima hari," ujar Khrisna, Rabu (20/5). Setiap KPM menerima alokasi periode Februari dan Maret 2026, berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.
Salah satu titik penyaluran berada di Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, yang menyasar 173 KPM. Perbekel Bengkel, I Nyoman Wahya Biantara, menegaskan pihak desa hanya bertugas sebagai fasilitator penyaluran tanpa mengubah data penerima. "Bantuan ini diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tingkat bawah," kata Wahya.