Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kadis Sosial Bali Apresiasi Kehadiran Taman Werdha Syailendra Bali

Bali Tribune/Galeri foto Kadis Sosial Bali, dan Pengurus Yayasan Taman Werdha Syailendra Bali.

balitribune.co.id | Jimbaran - Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Mahendra memaparkan, penduduk lanjut usia (lansia) di Bali berdasarkan data BPS 2018 mencapai angka 441 ribu jiwa. Jumlah tersebut merupakan 10,5 persen dari total penduduk Bali yang mencapai 4,2 juta jiwa. Hal tersebut menjadikan Pulau Dewata sebagai satu di antara provinsi yang penduduk lansianya tertinggi di Indonesia.

Dari total 441 ribu lansia tersebut, kurang lebih sebanyak 31 ribu hidup telantar sehingga menjadi perhatian khusus pemerintah. Apalagi, para lansia ini ada yang hidup sebatang kara, menyendiri tanpa didampingi keluarganya dan ada juga yang sengaja ditelantarkan oleh keluarganya.

“Oleh karena itu kehadiran Taman Werdha Syailendra Bali ini membantu pemerintah daerah dalam menampung dan merawat para lansia yang telantar maupun yang ditelantarkan,” ujarnya ketika menghadiri upacara pemelaspas panti yang terletak Gg Melon Jalan Raya Uluwatu, Jimbaran, Sabtu (27/4/2019).

Menurutnya saat ini Provinsi Bali menempati posisi kelima Index Pembangunan Manusia (IPM) dengan angka mencapai 74,3, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya 70,1. Parameter IPM sendiri meliputi kualitas pendidikan, umur panjang, kualitas kesehatan, serta kemampuan daya beli (standar hidup layak). Dengan angka IPM yang tinggi, membuat harapan hidup di Bali juga tinggi sampai mencapai usia 72 tahun.

Namun, dengan harapan hidup yang lebih tinggi, menurut Dewa mahendra, membuat jumlah lansia di Bali juga ikut bertambah. Hal ini tentu akan membawa persoalan bagi orang-orang yang memasuki lansia.

“Maka dari itu pembangunan Taman Wredha Syailendra merupakan salah satu sinergi pemerintah dengan dunia usaha dan diharapkan makin banyak pihak swasta yang melakukan kegiatan sosial seperti ini, guna mengurangi jumlah lansia telantar di Bali dan mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Syailendra, Rusli CJ Lokman, mengatakan panti ini dibangun bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Bali, baik dari sisi pengeluaran surat rekomendasi untuk perekrutan lansia ataupun terkait hal teknis lainnya. Ia mengakui bahwa tujuan pembangunan panti ini tidak lain untuk membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah lansia yang telantar ataupun ditelantarkan di Bali.

“Sehingga para lansia yang telantar tersebut bisa terawat dengan baik dan haknya untuk mendapat penghidupan dengan layak dapat tercukupi,” ungkapnya.

Menurut Rusli, Taman Werdha Syailendra Bali merupakan yayasan yang non profit. Jadi para lansia yang ditampung tidak dipungut biaya. Sumber dana Yayasan berasal dari dana CSR Rama Group dan sumbangan dari masyarakat yang sifatnya tidak mengikat.

“Untuk itu para lansia yang masuk di panti harus memenuhi beberapa kriteria seperti usia di atas 60 tahun, tidak bekerja, hidup sebatang kara dan kondisi yang tidak layak. Bagi masyarakat yang menemukan kriteria lansia seperti di atas dapat mengubungi pihak Dinas Sosial Provinsi Bali yang nantinya akan direkomendasikan untuk ditempatkan di Panti Werdha Syailendra,” pungkasnya.

Panti Werdha Syailendra dibangun sejak 2017 di atas lahan seluas 25 are. Daya tampungnya 43 lansia yang akan menempati satu kamar 3 lansia. Selain mendapat perawatan, para lansia juga diberikan beberapa program pelatihan seperti yoga, membuat kerajinan, bercocok tanam dan lainnya.

“Dalam menjaga kesehatan para lansia, kita bekerjasama dengan Rumah Sakit Bali Mandara. Kita akan uruskan setiap lansia memiliki BPJS sehingga bisa dirawat gratis di RS Bali Mandara,” tukasnya.

wartawan
redaksi
Category

Modal Jadi Tantangan Bisnis Dekorasi Pernikahan, Dehana Decoration Manfaatkan KUR BRI

balitribune.co.id | Mangupura - Bisnis dekorasi pernikahan memiliki karakter berbeda dengan usaha perdagangan biasa. Pelaku usaha harus menyiapkan properti, tenaga kerja dan bahan sebelum pekerjaan digelar, sementara modal yang dikeluarkan baru kembali setelah dekorasi digunakan dalam sejumlah pesanan.

Baca Selengkapnya icon click

Dari Toko ATK di Pejeng, Raka Temukan Sumber Penghasilan Tambahan Lewat Agen BRILink

balitribune.co.id | Gianyar - Sebuah toko alat tulis di kawasan Pejeng, Gianyar, tidak hanya menjadi tempat warga membeli kebutuhan sekolah dan perlengkapan sehari-hari. Selama hampir satu dekade, Toko Aneka Tulis juga menjadi tempat masyarakat melakukan berbagai transaksi keuangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Biadab! Hanya Karena Setoran, Bos Tega Bakar Sopir 

balitribune.co.id | Amlapura - Nasib tragis menimpa I Gede Slamet (20), seorang sopir truk asal Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem. Ia mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya setelah dibakar hidup-hidup oleh bosnya sendiri, I Putu CP (39), asal Kecamatan Rendang, pada Jumat (18/9/2026) siang. 

Baca Selengkapnya icon click

Koster Bagikan Nasi Jinggo di SMPN 13 Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 13 Denpasar pada Jumat (18/9/2026). Kedatangan orang nomor satu di Bali dan Denpasar ini disambut antusias oleh seluruh siswa, guru, dan jajaran sekolah lewat beragam kreativitas seni dan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Jembrana Gulung Jaringan Narkoba Antarpulau 

balitribune.co.id I Negara - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jembrana berhasil membongkar tujuh kasus peredaran narkotika dalam operasi beruntun periode Agustus hingga September 2026. 

Dari rangkaian penindakan tersebut, polisi meringkus delapan tersangka yang terdiri dari tujuh pria dan satu wanita, serta menyita barang bukti sabu seberat total 111,25 gram netto (119,02 gram bruto).

Baca Selengkapnya icon click

Tagihan Semu PBB Jembrana Capai Miliaran

balitribune.co.id | Negara - Ketidaksinkronan data pertanahan antara instansi vertikal pusat dan daerah memicu pembengkakan piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Jembrana hingga menembus angka fantastis, yakni Rp54,5 miliar. 

Data yang tidak akurat ini memicu penumpukan tagihan semu yang terus bertambah setiap tahun.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.