balitribune.co.id | Mangupura - Sebanyak 51 peserta, termasuk para pelaku UMKM dari sektor makanan, minuman, dan ritel, berkumpul di The Kul Kul Farm, Abiansemal, dalam acara puncak kampanye KALAHARA: Detoks Plastik, Bali Resik yang diselenggarakan oleh AVANI PR Consultant dan PlastikDetox. Kegiatan ini bertujuan membantu UMKM mempersiapkan transisi menuju praktik bisnis minim plastik di tengah kenaikan harga bahan baku plastik dan rencana penutupan TPA Suwung pada Agustus 2026.
Kampanye KALAHARA merupakan respons strategis terhadap dua tekanan yang tengah dihadapi pelaku usaha di Bali: kenaikan harga bahan baku plastik serta rencana penutupan total Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung pada Agustus 2026, yang mendorong pelaku usaha untuk memperkuat pengurangan dan pengelolaan sampah secara mandiri dari sumber. Dalam kampanye ini, PlastikDetox sebagai mitra konsultasi strategis yang membantu UMKM melakukan transisi tersebut secara terstruktur dan realistis. Acara puncak ini merupakan penutup rangkaian kampanye KALAHARA yang sebelumnya telah menjangkau pelajar, masyarakat, dan pelaku usaha melalui edukasi pengelolaan sampah dan pengurangan plastik sekali pakai.
Banyak pelaku usaha ingin mengurangi plastik, tetapi sering menghadapi pertanyaan tentang biaya, operasional, dan penerimaan pelanggan. KALAHARA hadir untuk menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kondisi masing-masing usaha,” ujar Ni Luh Sri Junantari, perwakilan PlastikDetox.
Rangkaian acara dibuka dengan Living Room Session, sebuah diskusi santai dalam bentuk duduk melingkar yang menghadirkan tiga pembicara, yaitu Putu Oka Astama Adi Putra selaku Koordinator Program PlastikDetox, Brenda Lynn Ritchmond selaku Founder Bali Buda dan May Hasibuan selaku Founder House of Inang. Sesi ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif peserta dalam merumuskan solusi bisnis yang praktis.
Sesi berikutnya, Workshop Kreasi Kemasan Alami, memperkenalkan wadah makan tradisional Bali berbahan daun kelapa dan daun pisang, terinspirasi dari sarana persembahyangan canang ceper dan tamas, sebagai contoh alternatif kemasan yang memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk berbasis plastik sekali pakai. Workshop ini difasilitasi oleh Komunitas Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) LSPR Bali dengan pesan sederhana, bahwa solusi yang dicari tidak harus datang dari luar. Kearifan lokal Bali sudah menyediakannya sejak lama.
Peserta mengisi zona Janji Resik dengan satu komitmen tertulis yang spesifik terkait pengurangan plastik dalam bisnis mereka. Sebanyak lebih dari 30 pernyataan komitmen terkumpul dan terdokumentasi sebagai bagian dari upaya pengukuran dampak perilaku pasca acara. Seluruh venue beroperasi sebagai zona bebas plastik sekali pakai, mulai dari penyajian konsumsi menggunakan tamas, peralatan berbahan alami, hingga sistem refill station sebagai pengganti air minum dalam kemasan.
“Bali telah memberi begitu banyak kepada kita. Sudah waktunya kita membangun sistem yang juga memberi kembali kepada Bali. Transisi bebas plastik sering dianggap mahal bagi UMKM. Melalui KALAHARA kami ingin menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil yang realistis dan tetap menguntungkan secara bisnis,” ujar Muhammad Rizqi Yudono, Ketua AVANI PR Consultant.
“Harapan kami kedepan, supaya kegiatan secara berkesinambungan bisa dilakukan karena ini sangat bermanfaat untuk mengedukasi keberadaan kita di tingkat desa, karena bagaimanapun kita harus terus menerus menyampaikan sesuatu yang memang perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak,” ujar Perbekel Desa Sibang Kaja, Ibu Ni Nyoman Rai Sudani, S.H.
Dalam jangka panjang, kampanye ini diharapkan berkontribusi pada pergeseran prinsip bisnis di Denpasar dan Badung, menormalisasikan praktik bebas plastik sebagai standar yang wajar dan menguntungkan. Dengan momentum yang telah terbangun, AVANI dan PlastikDetox percaya bahwa langkah ini bukan sekadar inisiatif, melainkan awal dari gerakan yang lebih besar yang mengakar dan berkelanjutan. Setelah kegiatan ini, PlastikDetox akan melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap komitmen yang telah dituliskan peserta melalui Zona Janji Resik. Hasilnya akan digunakan untuk mengukur perubahan praktik pengurangan plastik yang terjadi di tingkat usaha dalam beberapa bulan ke depan.