Karma Yoga Menapak Hari Kemenangan Dharma | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 26 Oktober 2020
Diposting : 29 September 2020 15:02
Ida Rsi Putra Daksa Yaksa Manuaba - Bali Tribune
Bali Tribune / Ida Rsi Putra Daksa Yaksa Manuaba

balitribune.co.id | Semoga selalu dimudahkan, biarlah setiap perjalanan adalah misteri. Perjalanan hidup setiap orang berbeda dan rahasia, alam membuatnya berjuang. Setiap orang harus mengembangkan semangat berkorban (tyaga). Kita melayani yang lainnya dengan tubuhmu dengan tulus. Kita harus menghargai gagasan yang baik dan mulia di dalam pikiranmu. Menggunakan kekayaanmu untuk mendukung pendidikan dan institusi yang lainnya untuk membantu manusia.

Berikan makanan pada mereka yang kelaparan, ini adalah cara untuk menuntun pada hidup yang penuh makna dan luhur. Hidup sudah diberikan kepadamu adalah bukan untuk menjadi kaya bagi dirimu sendiri. Tubuh adalah sarana yang mendasar untuk menjalankan kebajikan (Dharma). Dedikasikan seluruh waktumu untuk melayani dan menjalankan kewajibanmu dengan baik.

Tuhan sendiri yang dapat merubah usaha spiritualmu ke dalam sebuah pengalaman yang diluar pemahaman manusia. Tuhan ada dimana-mana; Tuhan ada dimana saja dan di dalam dirimu. Engkau adalah keillahian! Pastikan latihan spiritualmu (Sadhana) adalah bukan untuk kepentingan diri sendiri. Sadhana harus meningkatkan kebaikan bagi yang lainnya. Lepaskanlah sifat mementingkan diri sendiri, tingkatkan kasih yang tulus bagi yang lainnya dan sucikanlah hidupmu. Kemudian engkau akan mengalami Sakshatkara yaitu penglihatan Tuhan yang ada di dalam dirimu.

Apapun yang kita alami dalam hidup kita selalu bahagia, kelak cerita ini akan menjadi kisah yang luar biasa untuk contoh di kemudian hari dimana setiap orang pasti punya sisi baik dan buruknya masing masing, tapi jarang yang mau berbuat sejauh ini dijaman sekarang, mari kita bergandengan tangan dan melakukannya bersama. Dalam hidup ini, diperjalanan ternyata masih banyak juga orang kita lihat yang mau berbuat untuk kepentingan orang banyak tanpa henti terus berkarya. Ini poin penting mengapa kita perlu bersabar menghadapi setiap ujian. Tiap ujian itu memiliki solusi, kita sabar menjalaninya. Sebab tidak ada yang instan dalam kehidupan ini, setiap orang perlu menjalani proses hidupnya dan Tuhan memberikan cobaan pada kita sesuai kemampuan masing-masing. Jadi kadar ujian tiap-tiap orang berbeda dan tidak sama. Untuk itu yakinlah bahwa pertolongan Tuhan akan datang dengan bersikap sabar saat ujian menerpa. Menepi sejenak mengenal diri dan jauh dari caci maki, iri hati, jangan menyesali diri tetap introspeksi diri tuk suluh kedepan.

Kini kita diuji dalam wabah pandemi Covid-19, sudah saatnya berhenti mengeluhkan masalah hidup kita. Kokohkan diri dengan kesabaran dan rasa syukur. Semoga dengan bersabar, Tuhan akan kirimkan kejutan istimewa pada kita. Swaha.

Hamba memohon ampun dari segala dosa dan akan terus melakukan tindak dan karya lebih baik dan lebih baik.

Om dewakrtasyainaso awaya janam

asi manusyakrtasi nama awaya janam

asipitra kitasi namo awaya janam asyatma

krtasyaenaso awaya janam

asyena sa' enase waya janam asi

yacchaham eno vidvamscakara

yacchavidvams tasya va ya janam asi

Artinya:

Om Sang Hyang Widhi Wasa, ampunilah dosa hamba terhadap-Mu. Ampunilah dosa hamba terhadap sesama manusia, terhadap orangtua hamba, terhadap teman hamba. Sang Hyang Widhi Wasa ampunilah dosa hamba terhadap segala macam dosa, terhadap dosa yang hamba lakukan dengan sadar atau tidak sadar. Sang Hyang Widhi Wasa semoga berkenan mengampuni semuanya itu.