Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kasus Banjir : Nikmat yang Membawa Sengsara

Bali Tribune

Wayan Windia 

Guru Besar (Emeritus) di Fak. Pertanian Unud, dan Ketua Stispol Wira Bhakti

balitribune.co.id | Banjir hebat telah melanda Bali, khususnya Jembrana. Kualitas dan kuantitas banjir, jauh lebih hebat dibandingkan tahun lalu. Bahkan sudah masuk ke relung-relung kawasan wisata di Denpasar. Sehingga petugas harus menyediakan perahu karet, untuk meng-evakuasi para wisatawan. Ahli pariwisata Prof. Putu Anom mengkhawatirkan, bahwa kasus banjir ini akan mempengaruhi minat wisatawan datang ke Bali.

Semua orang mengatakan bahwa hal ini adalah akibat dari keserakahan manusia. Manusia terlalu mata duitan. Manusia terlalu eksploratif dan eksploitatif terhadap alam. Kalau alam Bali rusak parah, memang bukan tidak mungkin para wisatawan akan enggan datang ke Bali. Kawasan wisata Pulau Lombok, Banyuwangi,  dan Labuhan Bajo di Flores, kiranya sudah siap menjadi alternatif, kalau alam Bali sudah hancur.

Arsitek, alm Wayan Gelebet telah lama menyatakan, bahwa kerusakan alam Bali sudah nyegara-gunung. Bahwa eksplorasi dan eksploitasi terhadap alam Bali tidak saja dilakukan oleh manusia di kawasan hulu, tetapi juga dilakukan di kawasan hilir. Di kawasan hulu dilakukan banyak sekali penebangan hutan illegal, dan di kawasan hilir telah dilakukan banyak sekali eksplorasi dan eksploitasi air tanah.  

Beberapa hari yang lalu, saya menerima kiriman laporan hasil penelitian. Kegiatan penelitian yang dilakukan atas kerjasama Bank Dunia, Global Water Security and Sanitation Partnership (GWSP), dan Bappenas. Judulnya: Indonesia, Visi 2045, Menuju Ketahanan Air. Mereka mencatat tentang kondisi air di beberapa belahan Indonesia, termasuk Kota Denpasar. Bahwa sebagai akibat dari pengambilan air tanah yang berlebih, maka penurunan tanah di Denpasar mencapai rata-rata 1-3 cm per tahun. Penurunan tanah di Bandung yang paling dahsyat, yakni rata-rata 1-20 cm per tahun. Sedangkan di Jakarta penurunannya rata-rata 1-15 cm/tahun.

Riset itu mencatat bahwa, bila kita tidak melakukan apa-apa, dan tidak ada tindakan yang strategis, maka trend penurunan tanah akan terus berlanjut. Karena ancaman terhadap air yang ada pada akuifer akan terus meningkat. Sebaliknya, penurunan tanah akan terhenti, bila kita melakukan tindakan pembatasan pengambilan air tanah pada tingkat yang aman.

Gubernur Mangku Pastika pernah mengambil kebijakan tentang air tanah. Yakni dengan mengenakan pajak yang cukup tinggi terhadap setiap unit pegambilan air tanah. Ternyata pihak hotel di Bali ribut setengah mati. Demikianlah memang watak kaum kapitalis. Mereka tidak mau keuntungannya berkurang. Mereka tidak perduli dengan lingkungan dan keberlanjutan. Mereka tidak perduli dengan kiri dan kanan. Pokoknya, harus ada keuntungan (profit), efesiensi, dan produktivitas. Persetan dengan kemanfaatan bersama (benefit), efektivitas, dan sustainabilitas.

Banyak ada wacana bahwa yang bisa merusak alam Bali ini, bukan orang luar. Tapi orang Bali itu sendiri. Apalagi bila telah terjadi kolaborasi antara penguasa dan pengusaha (kapitalis), maka kita hanya terpaku dengan kenikmatan sesaat. Bangga dengan jumlah investasi, bangga dengan jumlah wisatawan (pariwisata massal), bangga dengan PAD, bangga dengan income per kapita, bangga dengan PDRB, dan bangga dengan pembangunan fisik.  

Tetapi sejatinya hal itu hanya proses nikmat yang membawa sengsara. Seperti tikus yang menggigit jari kaki kita, tatkala kita sedang tertidur. Sambil sang tikus meniup-niup jari kaki, maka ia terus menerus menggigit jari kaki kita. Memang terasa nikmat sesaat. Tetapi besok paginya, tiba-tiba saja kita merasa luka di kaki. Lalu kita memaki-maki. Tetapi luka sudah terjadi.

Tanda-tanda alam bahwa Bali akan mengalami bencana yang lebih hebat sudah diberikan. Masalahnya, apa kita dan khususnya elit kita bisa sadar atau tidak. Apakah kita masih silau dengan proses pembangunan infrastruktur yang merusak alam. Tahun lalu, hanya satu jembatan yang rusak di Jemberana, ketika ada banjir bandang. Penyebabnya sama, yakni kayu-kayu gelondongan yang menghantam jembatan (akibat pencurian kayu). Tahun ini keadaannya semakin parah. Kalau seumpamanya jalan tol sudah jadi (semoga tidak jadi), maka jembatan yang ada di jalan tol itu mungkin akan ikut hancur. 

Tahun lalu, sepertinya tidak ada banjir yang sedemikian dahyat di kawasan wisata. Bahkan menyebabkan pemerintah harus mengevakuasi wisatawan dengan perahu karet. Tetapi tahun ini sudah mulai terjadi. Mungkin penurunan tanah di Denpasar yang demikian mengkhawatirkan, adalah salah satu penyebab, mengapa kasus itu terjadi.

Sekarang masalahnya, tergantung dari keberanian pemerintah. Beranikah pemerintah “melawan” kaum kapitalis untuk mengenakan pajak air tanah yang lebih tinggi. Uang yang terkumpul digunakan untuk penghijauan, reboisasi, membuat sumur resapan, dll. Beranikah pemerintah melakukan kebijakan moratorium untuk pembangunan hotel di Bali. Beranikah pemerintah menghentikan kebijakan pariwisata massal. Beranikah pemerintah melaksanakan UU tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dengan demikian, alih fungsi lahan sawah akan terhenti atau terkendali.

Mengapa kawasan wisata Ubud tahun ini ikut terkena banjir? Karena sawah-sawah di sepanjang jalan memuju Tegallalang habis “dimakan” artshop. Maka air dari utara tidak ada yang menampung. Setiap hektar sawah bisa menampung 30 ton air. Nah, air bah yang tak tertampung itulah akhirnya menerjang Ubud dan Peliatan.  Sekali lagi, inilah pertanda nikmat pariwisata yang membawa sengsara, kalau ia tidak dikendalikan dengan ketat. Kalau kita tetap tidak perduli, silahkan saja terus menikmati dunia ini. Saya ucapkan selamat menikmati dunia.

wartawan
WW
Category

Dapat Sentuhan Baru, Honda Monkey Makin Ikonik dan Tampil Beda

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan Honda Monkey dengan penyegaran terbaru melalui kombinasi warna dan desain yang lebih segar. Penyegaran ini semakin memperkuat karakter unik dan desain khasnya sebagai sepeda motor ikonik legendaris, sesuai bagi mereka yang ingin menikmati hidup dengan gaya yang berbeda.

Baca Selengkapnya icon click

Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan Pukau PKB 2026, Angklung Kebyar Legian Tampil Spektakuler

balitribune.co.id | Denpasar - Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan dari Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, sukses memukau ratusan penonton dalam Utsawa (Parade) Angklung Kebyar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026. Tampil sebagai Duta Kabupaten Badung, sanggar yang dipimpin I Made Nova Antara ini menghadirkan garapan khas Legian yang enerjik, estetis, dan sarat filosofi di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Art Center Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terima PT SMI, Bupati Badung Pastikan Proyek Pinjaman Daerah Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

balitribune.co,i Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan seluruh proyek pembangunan yang dibiayai melalui pinjaman daerah harus berorientasi pada hasil dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan lapangan dan evaluasi dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) di Ruang Nayaka I, Pusat Pemerintahan Badung, Kamis (2/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Modal Rekor dan Kemenangan, Ramadhipa Optimistis Taklukkan Jerez

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang bersaing di ajang Moto3 Junior World Championship 2026, M. Kiandra Ramadhipa optimis hadapi tantangan di putaran Jerez. Berlangsung di Circuito de Jerez – Ángel Nieto, Spanyol pada 4-5 Juli 2026, pemuda asal Sleman, Yogyakarta ini siap mengulangi catatan kemenangan yang ia torehkan saat bersaing di Redbull Rookies Cup beberapa bulan lalu, di sirkuit yang sama.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pentas Gong Kebyar Dewasa di PKB ke-XLVIII, Duta Bangli Suguhkan Estetika "Segara Danu

balitribune.co.id | Denpasar - Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya (Art Center) Denpasar, kembali menjadi pusat kemegahan seni budaya dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-XLVIII tahun 2026. Pada Rabu (1/7/2026) malam, Duta Kabupaten Bangli yang diwakili oleh Sekaa Gong Tirta Nirmala Hulundanu Batur dari Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, sukses memukau ribuan penonton dalam Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa.

Baca Selengkapnya icon click

Efektif Kurangi Kemacetan, Dishub Badung dan Forum LLAJ Resmi Tetapkan Rekayasa Lalu Lintas Pecatu-Uluwatu Secara Permanen

balitribune.co.id | Mangupura - Keberhasilan rekayasa lalu lintas dalam mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Pecatu-Uluwatu, Kuta Selatan mendorong Pemkab Badung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) menetapkan skema tersebut sebagai kebijakan permanen.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.