Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kasus Gigitan Anjing Liar 1500 Lebih, 40 Diantaranya Positif Rabies

Bali Tribune / VAKSINASI - Petugas Vaksinator Lapangan Dinas Pertanian pangan dan Perikanan Karangasem tengah melakukan vaksinasi HPR peliharaan warga.

balitribune.co.id | AmlapuraKasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Karangasem terus mengalami peningkatan. Dari awal Januari hingga akhir Juli 2024 jumlah kasus gigitan mencapai 1500 kasus.

Menyikapi bertambahnya jumlah kasus gigitan HPR ini, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, melakukan percepatan gerakkan vaksinasi rabies, dengan mengerahkan seluruh petugas vaksinator lapangan, dengan sasaran ribuan hewan penular rabies, utamanya anjing liar dan yang diliarkan oleh pemiliknya di seluruh kecamatan di Karangasem.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, kepada Bali Tribune, Selasa (30/7/2024), menyampaikan, percepatan vaksinasi rabies ini dilakukan pihaknya menyusul bertambahnya angka kasus gigitan dan jumlah hewan penular rabies yang dinyatakan positif rabies. Dimana vaksinator lapangan diberikan target vaksinasi sebanyak 500 ekor HPR perhari.

“Sampai saat ini petugas vaksinator lapangan kami masih terus melakukan percepatan vaksinasi rabies terhadap ribuan anjing liar dan yang diliarkan oleh pemiliknya. Selain pula melakukan vaksinasi terhadap anjing peliaharaan warga. Ya kita targetkan HPR yang tervaksin dalam sehari itu 500 ekor,” ujarnya.

Siki Ngurah juga menyebutkan bahwa dari awal Januari hingga akhir Juli 2024, jumlah kasus gigitan HPR telah mencapai 1500 lebih kasus, sementara jumlah HPR yang menggigit dan kemudian dinyatakan positif rabies setelah dilakukan pemeriksaan lab sebanyak 40 ekor.

Sementara itu hingga saat ini dari total 81.000 ekor jumlah populasi anjing di Kabupaten Karangasem, yang sudah tervaksin jumlahnya sudah mencapai 50.000 ekor, artinya lanjut dia capaian vaksinasi rabies di Karangasem sudah mencapai 62.5 persen. “Kalau untuk stok Vaksin Anti Rabies atau VAR hewan, kita masih aman. Dimana kita masih memiliki sebanyak 3000 vial lebih,” sebutnya.

Menyikapi meningkatnya kasus gigitan HPR tersebut, pihaknya meminta Tim Siaga Rabies (Tisira) di masing-masing desa lebih aktif lagi dalam melaksanakan upaya pencegahan dan menaggulangan rabies. Termasuk mendorong seluruh desa adat di Karangasem membuat Pararem tentang penanggulangan rabies.

wartawan
AGS
Category

BLDF Tanam 5 Ribu Bibit Mangrove di Tahura Pemogan

balitribune.co.id I Denpasar - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) kembali melaksanakan penanaman bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Pemogan, Bali, pada Rabu, 2 September 2026.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya pelestarian yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus mempertegas komitmen BLDF dalam mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Kebakaran di Jalan Nakula, 85 KK Kehilangan Rumah

balitribune.co.id I Denpasar - Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Nakula Pemecutan Kelod Denpasar menyisakan kesedihan bagi puluhan warga yang tinggal di lokasi. Dari catatan Dinas Sosial Kota Denpasar, baru terdata ada 85 KK yang terdampak dari musibah kebakaran tersebut. Hingga kini Dinsos Denpasar terus melakukan pendataan kepada warga yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

10 Hari Hilang,  Dadong Geloh Ditemukan Meninggal di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar -  Ni Wayan Geloh alias Dadong Geloh (78), warga Banjar Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, ditemukan meninggal dunia setelah sekitar 10 hari dilaporkan hilang. Jasad korban ditemukan di dasar jurang sekitar 500 meter dari rumahnya, Selasa (1/9/2026) sore.

Penemuan korban mengakhiri pencarian yang dilakukan keluarga bersama aparat desa dan masyarakat sejak Geloh dilaporkan hilang pada 21 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Bangli Desak Evaluasi Total Penataan PNS di Setiap OPD

balitribune.co.id | Bangli - Ketua DPRD Kabupaten Bangli, I Ketut Suastika, mendesak Pemerintah Kabupaten Bangli untuk segera mengevaluasi dan menata ulang pendistribusian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini dinilai mendesak agar penempatan pegawai benar-benar selaras dengan Analisis Beban Kerja (ABK) dan prioritas program pembangunan daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.