Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kasus Kematian Babi di Tembuku Belum Terdeteksi

Bali Tribune/Kepala Dinas PKP Bangli I Wayan Sarma.
balitribune.co.id | Bangli  - Kasus kematian babi kembali terjadi di wilayah Kecamatan Tembuku, Bangli. Namun demikian, belum diketahui jumlah babi yang mati dan juga penyebab kematian.
 
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli I Wayan Sarma saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus kematian babi. Dari informasi yang diterima, kasus kematian ada di Desa/Kecamatan Tembuku. Umur babi yang mati bervariasi mulai indukan sampai babi umur 4 bulan. Terkait penyebab kematian belum bisa dipastikan, dan perlu dilakukan uji lab.  "Kami belum bisa pastikan penyebab kematian. Berkaca dari kasus ASF sebelumnya, ciri babi yang terjangkit sekujur badan ada bercak merah hingga berdarah. Sedangkan kasus kali ini tidak sampai seperti itu, diawali nafsu makan babi menurun,” ujarnya, Selasa (10/8/21). 
 
Diakui jika pihaknya masih akan melakukan rapat untuk langkah selanjutnya. Disinggung soal uji lab, ia mengatakan uji lab perlu pengambilan sampel. Sementara belum ada laporan dari peternak. "Belum ada laporan sehingga menyulitkan dalam pengambilan sampel," sebutnya. 
 
Menyikapi kasus yang terjadi, pihaknya mengimbau agar peternak  menjaga kebersihan kandang dan tidak membeli bibit babi secara sembarangan serta ada semacam pembatasan orang masuk ke kandang.
wartawan
SAM
Category

Imbas Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pergerakan Wisatawan Domestik Terganggu

balitribune.co.id I Badung - Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, berdampak pada pergerakan wisatawan domestik dari sejumlah daerah di Indonesia ke Bali. Pasalnya, sejak Minggu (6/9/2026), operasional penerbangan sejumlah bandara di Tanah Air ditutup sementara imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Inflasi Bali Perlu Diwaspadai, Rantai Pasokan dan Logistik Harus Diperkuat

balitribune.co.id | Denpasar - Tekanan inflasi di Bali memasuki fase yang perlu mendapat perhatian serius menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali diminta memperkuat pengawasan terhadap pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga perkembangan biaya transportasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.